Jungkook Daddy

Jungkook Daddy
Episode 16


__ADS_3

Paginya Taehyung terbangun lebih dulu, lengan kekar Jungkook masih memenjarakannya juga Jimin.


Berusaha untuk tidak membuat sedikitpun gerakan yang akan membangunkan Jungkook juga Jimin.


Bersusah payah menyingkirkan tangan kekar Jungkook dari tubuhnya, perlahan ia menuruni ranjang itu.


Pergi keluar kamar dengan wajah bantalnya, menoleh kanan kiri, masih terlihat sepi.


Tapi ia haus, jadi Taehyung kecil putuskan langkahnya ke arah dapur.


Air di atas nakas telah tandas ia minum di tengah malam tadi.


Sesampainya kakinya menapak pada lantai dapur, ia tersenyum lucu. Mencoba mengambil air untuk minumnya, namun susah sekali.


Maniknya berkaca merasa terlalu beratnya teko kaca itu, berniat menuangkan pada gelasnya namun tidak bisa.


Tersentak kecil saat merasa ada suara tapak langkah kaki mendekat.


Menengok takut pada arah suara dan tersenyum lucu setelahnya.


Itu Seokjin Hyung ternyata.


"Eo, Taetae sedang apa hm?" Raut bantalnya terlalu kentara namun tak mengurangi kadar ketampanannya.


Taehyung sendiri merengut lucu, ekor matanya mengarah pada tangannya yang sedang memegang tempat minun kaca itu.


"Aus, Tae aus," lihatlah bocah ini sangat menggemaskan hingga membuat Seokjin menerjangnya dengan pelukan erat.


Membuat Taehyung mencubitnya dengan keras namun tetap saja tidak terlalu terasa.


"Aus, Juhci," rajuknya lucu.


Seokjin pun menuangkan air ke dalam gelas lalu memberikannya pada makhluk menggemaskan yang sedang memajukan bibirnya imut itu.


"Makacih Juhci cayang," ucapnya lucu, Seokjin segera menggendong anak itu lalu membawa ke kamarnya.


Sesampainya di kamar ia dudukkan diri Taehyung pada kasurnya, lalu berjongkok di hadapan Taehyung.


"Ikut aku sebentar ya sayang, Hyung belikan mainan oke?" Ajaknya, Taehyung yang mendengar nama mainan disebut langsung mengangguk semangat. Membuat Seokjin menciumi wajahnya gemas.

__ADS_1


"Nah, sekarang kita mandi dulu," membewa Taehyung ke kamar mandi lalu segera membersihkan di mereka berdua.


Susah-susah gampang ternyata memandikan seorang anak aktif seperti Taehyung.


Setelah selesai ia pakaikan baju anak manis itu, dirinya pun juga memakai pakaian santai.


Mereka akan menghadiri pertemuan dengan teman-teman Seokjin yang lain omong-omong.


Keluar kamar sembari menggendong Taehyung, memilih untuk tidak usah pamit terhadap Jungkook karena tak ingin mengganggu tidur lelapnya.


Pukul tujuh pagi mereka janjian di sebuah Resto di daerah Gangnam.


...


Taehyung ia dudukkan dipangkuannya saat sudah sampai di Resto tempat janjiannya.


Sudah ada Hoseok juga Yoongi, tinggal menunggu Jaehyun dan Suho.


"Taetae, rindu Appa tidak?" Ujar Yoongi kemudian.


Taehyung melengoskan wajahnya ke samping, tidak berniat sama sekali menengok ke arah Yoongi.


Membuat pemuda pucat itu tertegun seketika.


"Jungkook mengubahmu ya sayang," Taehyung menatap Yoongi saat nama Daddy nya disebut.


"Titak, malas caja cama Appa," jawabnya lucu.


Ya ampun Seokjin juga Hoseok tak tahan dengan suguhan semanis ini untuk pagi harinya.


Sedangkan pemuda pucat itu sendiri mengernyitkan dahinya bingung.


"Kenapa malas dengan Appa sayang?" Tanyanya penasaran.


Dan detik selanjutnya ia dibuat memekik gemas saat Taehyung dengan lucunya menjawab, "Coalnya bial Appa kecal cama Tae, hihi."


Detik berikutnya Taehyung sudah berada pada pangkuannya, ada-ada saja anak itu.


Jadi Taehyung hanya pura-pura cuek dengannya, astaga.

__ADS_1


"Appa, mau pipis," ujarnya ditengah keheningan.


Yoongi segera membawa Taehyung ke Toilet setelahnya, bersamaan dengan perginya Yoongi juga Taehyung, Jaehyun juga Suho tiba.


"Mana, Yoongi Hyung?" Tanya Jaehyun saat tak mendapati keberadaan pemuda pucat itu.


Suho ikut menaikkan satu alisnya mempertanyakan.


"Ke Toilet, Taehyung mau buang air kecil jadi dia mengantarnya," jelas Hoseok.


Jaehyun tersenyum kecil mendengar nama Taehyung, "Aku izin ke kamar mandi juga, sudah dari tadi aku menahannya," tukasnya. Lansung pergi meninggalkan tempat duduknya, tanpa meninggalkan rasa curiga sedikitpun.


Jaehyun melihat Yoongi sedang menerima telepon dan asik dengan pembicaraannya, ia gunakan kesempatan itu untuk membawa paksa Taehyung ikut bersamanya.


Membekap mulut si mungil yang berteriak, tersenyum idiot saat tak mendapati siapapun yang mengetahui aksinya.


Membawanya cepat lewat jalan belakang, memilih meninggalkan pesan pada Seokjin kalau ia harus pulang terlebih dahulu.


Awalnya biasa saja, namun saat Yoongi kembali dari kamar mandi dengan wajah memerah serta raut panik, Seokjin tahu ada yang tidak beres.


Ia tahu bahwa Jaehyun ingin bermain-main.


"Tenang, kita hubungi Jungkook terlebih dahulu," Hoseok segera mungkin menghubungi telepon Sepupunya itu.


Dan tidak ada satupun pemuda yang ada di sana, sadar dengan kode yang dilayangkan oleh Hoseok pada Seokjin.


Setelah mengabari Jungkook ia segera mengatur rencana untuk menemukan Taehyung bersama dengan yang lain.


Pemuda pucat itu menangisi kebodohannya, terlalu teledor dengan keadaan tersayangnya. Seharusnya ia menunggu Taehyung di dalam bilik.


...


Jungkook terbangun dari tidurnya dan tak mendapati Taehyung dipelukannya, panik adalah hal pertama yang ia rasakan.


Belum sempat ia beranjak turun dari ranjang, suara dering ponselnya memecah kekalutannya.


Kalimat yang terlontar dari mulut Sepupunya itu membuat Jungkook ingin memukul seseorang seketika.


Terlebih Seokjin, sudah berapa kali ia katakan untuk jaga jarak Taehyung dengan Jaehyun, rupanya sudah terlalu bodoh Hyungnya itu.

__ADS_1


"Kemana kau sayang?" Lirihnya kalut, surai hitam legamnya ia usak kasar, pening kepalanya seketika menyerang.


Dapat dipastikan sebentar lagi kehancuran Jaehyun akan dimulai.


__ADS_2