Jungkook Daddy

Jungkook Daddy
Episode 7


__ADS_3

Selama perjalanan kembali ke rumahnya, Yoongi hanya diam tak bersuara.


Emosinya masih belum teratasi penuh.


Ditambah ucapan Taehyung, sesayang itukah?


Mengapa ia merasa iri pada Jungkook, ia juga mau seperti itu.


Disayangi oleh anaknya sendiri. Mau.


"Sayang, kita mampir ke taman sebentar ya, di sana banyak sekali teman." Ujarnya, ia tak tega melihat Taehyung menangis tanpa isakan, itu jauh lebih menyayat.


Ia lebih baik mendengar Taehyung menangis meraung, mengadu padanya akan keadaannya.


Ia sakit melihat anaknya itu begini.


"Taetae mau," tersenyum manis setelahnya, Yoongi senang melihat senyum kotak manis anaknya itu.


"Baiklah, kita meluncur ke taman sekarang."


Tamannya sudah terlihat di depan sana.


Memarkirkan mobilnya,  menggendong Taehyung lalu ia dudukkan dipangkuan.


Sedangkan ia sendiri, duduk di kursi panjang taman.


Pandangan Taehyung mengedar, saat entitas penjual gula kapas terlihat oleh manik kucingnya, ia tersenyum.


Menunjukknya masih dengan semyuman polosnya.


"Appa, mau," ujarnya, masih dengan menunjuknya.


Yoongi tersenyum tampan dengan permintaan anaknya itu.


Mendudukkan diri Taehyung pada kursi yang ia duduki tadi.


"Tunggu di sini dulu, nhe?" Setelah mendapat anggukan dari Taehyung, Yoongi melangkah pergi ke arah stan penjual gula kapas yang dimaksud.


Tidak terlalu jauh, karenanya Yoongi tidak mengajak Taehyung.


Sesekali Taehyung berceloteh ria, memendarkan edaran matanya, ini yang menjadi pembeda.


Antara Yoongi dan Jungkook, ia tidak canggung ataupun takut jika meminta sesuatu pada Appanya, berbeda dengan Daddy nya.

__ADS_1


"Hey, sayangku," sapa seseorang, membuat Taehyung panik sendiri.


Ingin berteriak dengan suara tak seberapa kerasnya, namun mulutnya dibekap.


Beruntung ada seorang wanita paru baya lewat, hingga bekapan dimulut Taehyung terlepas.


Saat itu juga, Taehyung melarikan diri dari tempat itu dengan kaki kecilnya.


"Oh, sayangku, berlarilah dengan cepat. Karena tak akan bisa!" Ujarnya, senyum miring tersungging apik di bibirnya.


"Taehyungie, kemarilah sayang," berujar dengan nada seakan mengajak main anaknya, memusnahkan tatapan curiga warga sekitarnya.


"Taehyungie, sayangku, kemari sayang."


Taehyung berlari terlalu jauh dari tempatnya, air matanya tak henti mengalir.


Hingga pada belokan di sampingnya, ia tak bisa menghindar kala ada pemuda tampan yang sedang menggandeng tangan anaknya.


Ia tahu itu siapa, selamat.


Brukk


"Kau, Taehyung!" Jungkook sontak mendorong tubuh mungil Taehyung, saat Jimin terjatuh karena tabrakan tadi.


Jimin kaget di tempatnya.


Bingung, Jungkook kembali dibuat bingung.


"Tae, Daddy, tatut. Olang jahat ke sini, sini, hikss."


Racauannya tak beraturan, kosakatanya hancur.


"Tae, di sana. Kejar, Daddy, tatut."


Dorongan pada tubuh Taehyung kembali dirasa.


Jimin mendorongnya, tak ada siapapun yang boleh memeluk Daddy nya, siapapun termasuk Taehyung, bocah jelek itu.


"Cekali caja cayangi Tae, Tae nakal ya Dad?" Ujarnya dibarengi isakannya.


Tubuhnya kotor karena terjatuh beberapa kali.


Lututnya juga luka, kenapa Jungkook tak sekalipun merasa kasihan padanya.

__ADS_1


"Iya kau nakal."


Setelahnya ia melengos ke arah lain, tak mau menatap Taehyung yang sedang menangis di hadapannya.


 


"Tae, tangkap... Di sana, pohon." Setelah mendengar itu secepat mungkin Jungkook menoleh ke pohon.


Ada.


Di sana.


Tapi, hilang kembali.


Jungkook percaya.


"Tatut, Appa, Appa!" Teriaknya kacau.


"Appa, Yoonie Appa!"


Berdiri kembali dari jatuhnya, ia melihat ke sekeliling.


"Yoonie Appa!" Geram, Jungkook geram.


"Diam kau bocah, Yoongi tak ada di sini." Menarik kasar tangan mungil Taehyung, ia gandeng di tangan kirinya, sedangkan Jimin menatapnya tak suka.


"Jiminie sayang, sini," setelahnya ikut menggandeng kesayangannya di sebelah kanan.


Meninggalkan sesosok dengan pakaian serba hitamnya di sana. Menatapnya bermusuhan.


"Bukan untuk disakiti berengsek! Milikku bukan untuk kau sakiti!" Ucapnya, lalu pergi begitu saja.


...


Sedangkan Yoongi dibuat takut, ketakutan yang semakin menjadi.


"Di mana kau sayang? Appa takut," ujarnya lesu.


"Taehyung, Taetae kau di mana," teriaknya kacau.


Ia bingung anaknya di mana, masih terlalu kecil. Astaga.


"Sayang, kau di mana? Appa tak akan memaafkan diri appa sendiri kalau terjadi apa-apa padamu."

__ADS_1


"Sayang... Hikss," pertama kalinya isakan itu keluar dari seorang Min Yoongi.


Menandakan ia benar-benar kacau sekarang, tanpa tahu bahwa yang ditakutkan sudah aman.


__ADS_2