Jungkook Daddy

Jungkook Daddy
Episode 11


__ADS_3

Jungkook tidak tahu harus bagaimana lagi kini.


 


 


Jeon Seokjin, telah kembali datang.


 


 


Keresahan kembali datang padanya.


 


 


Dan sekarang ada Taehyung, Jimin masih bisa ia yakinkan.


 


 


Namun Taehyung, sekarang ia mulai bimbang.


 


 


Ia tidak mau hal itu kembali terulang, ia tidak mau sungguh.


 


 


"Bagaimana sekarang?" Tanyanya, lebih pada dirinya sendiri.


 


 


Kebingungan kembali melandanya, Taehyung bahkan sudah berada pada dekapan Hyungnya.


 


 


"Jin Hyung, kumohon." Ujarnya lesu.


 


 


Lalu ia perlahan melangkah pergi, ia butuh udara segar sekarang.


 


 


Maka ia putuskan untuk pergi keluar.


 


 


...


 


 


Seokjin sekarang tengah berada di salah satu rumah sahabatnya.


 


 


Jung Jaehyun, pemuda yang sialnya tak kalah tampan.


 


 


Sedang tersenyum ramah di ujung pintu utama rumahnya.


 


 


Begitu menyambut kedatangn Seokjin dengan hal yang luar biasa.


 


 


Ia ditunggu rupanya.


 


 


"Halo, tuan tampan yang sayangnya masih lebih tampan diriku," kebiasaan Seokjin, ini sapaan yang sudah terlanjur biasa.


 


 


"Hm, iyakan saja, benarkan?" Ujarnya sembari mengembangkan senyumnya.


 


 


Lalu tatapan matanya menemukan keberadaan sosok menggemaskan digendongan Jin.


 


 


Mengapa baru ia sadari?


 


 


"Hey, siapa dia kawan?" Tanyanya.


 


 


Seokjin hanya tersenyum lalu menjawab, "Taehyung, manis bukan?!"


 


 


Jaehyun mengangkat satu alisnya.


 


 


Masih butuh jawaban rupanya dia.


 


 


Maka ia menjawab, "Manis, sangat." Jawabnya.

__ADS_1


 


 


Seokjin baru menyadari posisinya sekarang.


 


 


"Kau tak berniat sama sekali untuk menyuruhku masuk ke dalam rumah begitu?" Ujarnya sedikit menyindir.


 


 


Dan Jaehyun telak tertawa dengan hal itu.


 


 


Setelahnya ia mempersilakan masuk sahabatnya itu.


 


 


Sesampainya di ruang tamu ia segera menyuruh pelayan rumahnya, untuk menyiapkan hidangan.


 


 


"Oh, iya. Bolehkah aku memangkunya?" Tanyanya sembari menatap lekat Taehyung dipangkuan Jin.


 


 


"Tentu saja," jawab Seokjin.


 


 


Taehyung awalnya menegang saat Jaehyun sudah mulai mengangkat tubuhnya lalu didudukkan dipangkuannya sendiri.


 


 


Perlahan, Taehyung kembali tenang.


 


 


Pembicaraan mereka harus terhenti saat pelayan datang membawakan minum serta makanan ringan.


 


 


Lalu kembali berlanjut saat pelayan itu kembali ke belakang.


 


 


"Jadi Taehyung tak jelas asal usulnya ya?" Entah ada yang sadar atau tidak, ada sedikit senyum miring tersungging di sana, saat Jaehyun menanyakam hal itu pada Seokjin.


 


 


Mendapat anggukan dari Seokjin, tentu semakin melebarlah senyum tampannya itu.


 


 


 


 


"Bagus." Bisiknya pelan, sangat pelan sampai tak ada seorangpun yang mendengar.


 


 


...


 


 


Jungkook kembali ke Mansionnya, namun masih belum terdapat tanda bahwa Hyung juga anak itu sudah pulang.


 


 


Hyung nya bawa kemana sebenarnya Taehyung itu.


 


 


"Baiklah, kutelepon saja."


 


 


Menekan tombol dial pada perangkat elektroniknya, saat teleponnya tersambung ia mulai peecakapannya.


 


 


"Halo, hyung." Ujarnya.


 


 


"Iya, halo Jung," balasnya di sana.


 


 


"Jika kau mau menanyakan keberadaanku, maka aku menjawab sedang berada di jalan menuju kembali ke Mansion." Lanjutnya.


 


 


Jungkook menghela napas sebentar lalu kembali menjawab.


 


 


"Baiklah, hati-hati dijalannya hyung."


 


 

__ADS_1


Tut..


 


 


Dan panggilan pun diakhiri oleh pihak Seokjin.


 


 


"Bagaimana kalau Seokjin hyung membawa Taehyung pada Jaehyun?" Jungkook resah sendiri dibuatnya.


 


 


Kisaran duapuluh menitan terdengar deru mobil di halaman Mansionnya.


 


 


Itu Seokjin tentu saja.


 


 


"Hyung, kau bawa ia jalan-jalan kemana?" Tanyanya pada inti.


 


 


Seokjin tegang seketika, saat pertanyaan itu terlontar dari mulut adiknya.


 


 


"Ke rumah temanku," jawabnya sedikit ragu, maka Jungkook sudah mendapat jawaban dari keresahannya.


 


 


Benar dugaannya, kenapa Hyungnya selalu dan selalu?


 


 


"Kau, aku tak habis pikir Hyung?!" Ucapannya terdengar gemetar, namun bukan karena ia ingin menangis.


 


 


Melainkan ingin buncah amarah tertahannya.


 


 


"Maaf Kook, aku baru ingat." Dengan cepat Seokjin menurunkan Taehyung dari gendongannya, dan berlari ke arah kamarnya.


 


 


Menutup pintunya terburu, tidak ada yang tahu setelahnya apa yang ia lakukan.


 


 


Jungkook sekalipun.


 


 


Sedangkan Taehyung perlahan mendekat ke arah Daddy nya, memegang ujung baju Jungkook, telak mendapat pelototan.


 


 


"Tidak guna!" Gumamnya, jelas terdengar oleh rungu Taehyung.


 


 


Taehyung melepaskan pegangannya pada baju Jungkook, lalu menunduk.


 


 


"Daddy, napa lagi?" Tanyanya polos.


 


 


Sedangkan Jungkook benar-benar akan meledakkan emosinya sekarang juga.


 


 


"Bocah sial!" Maka dengan itu ia telah jauh membuat luka lama Taehyung kembali muncul pada permukaan.


 


 


Telak membuat manik indah anak itu memanas, memaksa air di dalamnya keluar.


 


 


Itu sangat sakit.


 


 


Dan bahkan Jungkook tak peduli tentang hal itu.


 


 


Pergi begitu saja meninggalkan Taehyung sendirian.


 


 


Selalu seperti ini ya?


 


 


Nasibnya selalu begini ya?

__ADS_1


__ADS_2