Jungkook Daddy

Jungkook Daddy
Episode 13


__ADS_3

Taehyung bungkam sejenak, pertanyaan pilihan itu selalu terlontar dari belah bibir Jungkook juga Yoongi.


Total membuat si manis ini terdiam cukup lama, belum lagi bentakan Jungkook tadi, membuatnya semakin bingung.


"Taehyung, kau memilih Appa 'kan?" Tanya sang pemuda pucat.


Sedangkan Taehyung sendiri hanya menatapnya tak dapat diartikan, berbeda halnya dengan yang dilakukan Jungkook. Pemuda tampan ini malah tersenyum remeh ke arah Min Yoongi.


Terlalu percaya diri dengan keadaan, telak membuat senyum remehnya meluntur dengan begitu cepat.


"Tae, mau dengan Appa," setelahnya senyum Min Yoongi mengembang, menolehkan kepalanya ke arah Jungkook yang mematung dengan kedua tangannya yang terkepal.


Lalu ia berkata, "Ini yang dinamakan, permainan Jungkook."


Yoongi membawa si manis Taehyung dalam gendongan Koalanya, lalu melangkahkan kaki jenjangnya ke luar Mansion Jungkook, tidak ada gunanya juga ia berlama-lama di sana.


Meninggalkan Jungkook dengan segala amarahnya, entah mengapa akhir-akhir ini merasa tak nyaman jika tidak melihat kaki mungil Taehyung menapaki lantai Mansionnya.


Ia merasa ada yang kurang.


"Aku hanya berharap, persahabatan kita tak cuma sampai di sini saja Hyung," menggelengkan kepalanya dramatis sembari tersenyum kecut.


Melangkah pergi ke arah lantai atas, lebih baik ia mengistirahatkan tubuhnya sejenak bukan dalam artian sebenarnya, ia hanya ingin bersantai pada balkon kamarnya saja.


Sesampainya di sana ia menatap ke arah bawah, di mana bisa ia lihat pemandangan di bawah secara menyeluruh.


Memilih untuk duduk pada kursi yang tersedia di sana.


Jungkook termenung sedikit lama, kalau ia pikir-pikir lagi sebenarnya ia sudah sangat keterlaluan pada makhluk menggemaskan itu. Namun apa boleh buat, semua emosi membeludak tak terkontrol jika berhadapan dengan Taehyung.


Ia sudah pernah bilang, kalau hatinya sudah terlalu beku untuk sekadar luluh dengan begitu mudahnya pada Taehyung. Selain Jimin, ia memang tidak pernah bersikap lembut pada siapapun itu. Semua perhatiannya hanya tertuju pada Jimin, keponakan tersayangnya, bahkan pada anak kerabatnya yang lain Jungkook tetap tak bisa bersikap lembut sedemikian rupa. Tapi setidaknya Jungkook tetap bersikap biasa saja, walaupun anak kecil milik kerabatnya itu menggelendotinya, ia hanya akan bersikap acuh hingga pada sendirinya bocah itu yang menjauh.

__ADS_1


Pikirannya melayang saat Taehyung begitu ingin sekali ia peluk, namun yang ia lakukan hanyalah mendorongnya, tanpa belas kasihan sama sekali.


"Aku terlalu jahat ya pada bocah itu?" Gumamnya tertuju untuk dirinya sendiri, pandangan matanya tertuju tak tentu arah dengan tatapan sarat akan kekacauan.


Ingatan saat Taehyung menangis pilu menyayat hati yang melihatnya, seolah menjadi bumerang tersendiri untuknya, bagaimana luka memar yang ia torehkan pada fisik Taehyung seakan menjadi momok menyeramkan jika diingat kembali.


Sekarang ia mulai berpikir, bagaimana jika Taehyung sudah tidak akan pernah kembali lagi padanya?


Jelasnya Taehyung sudah memilih Yoongi sekarang, tak menghiraukan larangannya sedikitpun.


"Tidak bisa dibiarkan!" Geramnya.


Perlahan bangkit dari duduknya, jika ia berdiam diri saja. Maka Taehyung tak akan pernah mau lagi untuk sekadar menatap wajahnya.


Itu merupakan hal buruk tentu saja.


Dan mengapa ia baru menyadarinya?


Rasa gengsi itu terlalu pekat dalam dirinya, membutakan ia dengan segala hal.


Bergegas memasuki kendaraan hitam kesayangannya, tujuannya adalah rumah keluarga Min.


Peduli setan apa yang akan terjadi nantinya di sana, karena tujuannya adalah satu; mengambil yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya.


Taehyung.


Beberapa menit setelahnya ia sudah berada pada kediaman rumah pemuda pucat itu.


Menekan bel dengan tergesa, setelahnya pintu terbuka dengan menampilkan perawakan dari salah satu pelayan di rumah Min, Jungkook bergegas masuk dalam rumah.


"Yoongi Hyung!" Ia tak peduli teriakannya akan membuat keributan atau apapun itu.

__ADS_1


Berteriak berkali-kali, hingga di menit berikutnya sosok yang ia panggil muncul dengan Taehyung yang merengut lucu digendongannya.


"Taehyung pulang ke rumah ayo," Jungkook berujar lembut, sedangkan Taehyung hanya menatapnya polos.


"Apa yang kau lakukan di sini huh?" Sedangkan Yoongi berujar sinis, melihat Jungkook membuat suasana hatinya memburuk.


Jungkook menatap nyalang pada Yoongi lalu kembali beralih pada atensi Taehyung, "Taetae, tidak mau pulang bersamaku hm? Bersama Daddy?"


Ucapan Jungkook sontak membuat Taehyung membeku seketika, tubuhnya menegang tanpa tahu kontrol.


Pandangannya menatap Jungkook berkaca, bibirnya mencebik ke bawah lucu.


"Taetae tinggal bersama Appa, kau tidak mau disakiti kembali oleh dia itu bukan?" Namun kalimat yang terlontar dari mulut Appanya ada benarnya juga.


Ia tak mau lagi berharap pada sosok tampan Daddy nya itu.


Maka Jungkook tak segan memelaskan wajahnya, raut wajah yang selalu datar itu berganti menjadi lesu juga terbesit rasa sesal di sana.


Mendekatkan dirinya pada sosok Taehyung dalam gendongan Yoongi, menangkup wajah manis si mungil.


Lalu berkata, "Pulang ya sayang, pulang dengan Daddy?" Pintanya kemudian.


Dan Taehyung menangis saat itu juga, Jungkook berkata lembut padanya, Daddy nya bersikap baik padanya.


Maka dengan gerakan cepat tangannya yang bersembunyi di balik tubuh milik Yoongi ia keluarkan, merentangkan keduanya pada atensi Jungkook.


"Tae mau pulang, Daddy 'ndong," maka Jungkook alihkan tatapannya pada manik runcing milik sahabatnya.


"Kau dengar, Hyung?" Tanpa menunggu jawaban Yoongi, Jungkook sudah mengambil alih tubuh mungil Taehyung ke dalam gendongannya sendiri.


Sedangkan Taehyung segera mengalungkan kedua lengan kecilnya pada leher sang Daddy.

__ADS_1


Ia baru saja merasakan bagaimana rasanya berada dalam gendongan hangat milik Jungkook, yang hanya dirasakan Jimin sebelumnya, lengkungan dibibirnya semakin menjadi, terangkat naik tanpa satupun rasa beban.


Ia tersenyum sembari menyamankan kepala kecilnya pada pundak kokoh milik Jungkook, milik Daddy nya.


__ADS_2