Jungkook Daddy

Jungkook Daddy
Episode 8


__ADS_3

"Taehyung, kau di mana sayang?" Yoongi masih saja mencari keberadaan anaknya.


 


 


Sungguh, ia khawatir, semua rasa berpadu jadi satu.


 


 


Ketakutannya semakin menjadi, saat tadi ia diberi tahu kalau anaknya dibekap oleh seseorang bertudung hitam.


 


 


Mencari ke sana kemari, namun nihil tak ada petunjuk apapun.


 


 


Ia kembali lagi ke tempat Taehyung menghilang, menghela napas lega setelahnya.


 


 


Semua beban berat serasa diangkat, di sana.


 


 


Di sebelah stan gula kapas, tempat jual es krim.


 


 


Anaknya, Taehyung nya ada di sana.


 


 


Bersama Jungkook juga Jimin.


 


 


Berlari dengan cepat lalu segera memeluk anaknya.


 


 


"Sayang, kau kemana saja?" Taehyung memekik senang saat bertemu kembali appanya.


 


 


"Tae, baleng Daddy cama Chim, hihi."


 


 


Yoongi tersenyum tampan mengetahui anaknya baik-baik saja.


 


 


Menoleh kepada etensi Jungkook yang menggendong Jimin.


 


 


"Terima kasih, terima kasih."


 


 


Hanya itu yang Yoongi lontarkan, walaupun ia sudah sedikit agak kurang suka dengan sikap Jungkook.


 


 


Namun, anaknya selamat karena Jungkook.


 


 


Jadi, ia patut berterima kasih.


 


 


"Hm, sama-sama hyung."


 


 


Satu cup es krim ada di tangan Jungkook, itu milik Jimin, tentu.


 


 


Taehyung melihatnya, gula kapas yang ia minta pada Appanya.


 


 


"Tae, punya gula kapas." Tersenyum cerah setelahnya.


 


 


Yoongi membawa Taehyung ke dalam pangkuannya, lalu mulai menyuapi anaknya itu dengan gula kapasnya.


 


 


Jimin juga sudah berada pada pangkuan Jungkook, sama dengan Taehyung ia juga disuapi es nya oleh pemuda tampan itu.


 


 


"Chim cuka, rasanya enak." Gumamnya saat merasakan segar es krim dimulutnya.


 


 


Jungkook hanya tersenyum tampan melihatnya, sesekali onyx gelapnya melirik Taehyung yang sedang berceloteh senang di pangkuan Yoongi.


 


 


Senyumnya tak luntur, namun saat kalimat itu keluar dari mulut Taehyung, perlahan ukiran senyum tampannya hilang.


 


 


"Appa, Tae cayang Appa, banet, banet hihi."


 


 


Yoongi sesekali mengusap noda gula kapas yang lengket disekitaran pipi sang anak.


 


 


Senyumnya mengembang mendengar kalimat polos penuh makna milik Taehyung untuknya.


 


 


"Taetae, Appa cayang Taetae, banet, banet hihi." Ujarnya menirukan logat cadel milik anaknya.


 


 


Pengunjung yang lewat dihadapannya tak henti memuji kedekatan Taehyung dan Yoongi.


 


 


Membuat Jungkook tak fokus pada suapannya untuk Jimin.


 


 


"Daddy, ih cini, mulut Chim cini," ucapnya menunjuk mulut mungilnya.


 


 


Jungkook terkekeh hambar, ada yang aneh.


 


 


Ini aneh.


 


 


Tak seharusnya ia merasa seperti ini.


 


 


Hatinya telah beku, terlalu beku untuk bisa luluh dengan atensi Taehyung.


 


 


Jungkook tak bisa.


 


 


"Yoongi hyung, aku ingin jalan-jalan disekitaran sini, ingin ikut?" Berdiri dari duduknya.


 


 


"Boleh, aku ingin jalan-jalan juga." Setelahnya mereka mengelilingi taman tersebut.


 


 


Tamannya ramai pada pagi menjelang siang begini, banyak anak muda bahkan orang yang sudah berumur.


 


 


Anak kecil juga banyak.


 


 


"Chimin mau itu, Chim mau itu." Pekiknya lucu saat matanya melihat stan penjual balon.


 


 


"Jimin, mau itu?" Tanya Jungkook memastikan.


 


 


Saat anggukan didapat ia segera mendekatkan diri ke arah penjual.


 


 


"Ahjussi, tolong berikan balonnya..." Jungkook bingung, ingin beli satu atau dua.


 


 


"Dua, Chim mau dua." Akhirnya ia membeli dua balon.


 


 


Semua untuk Jimin tentunya.


 


 


"Taetae mau juga balonnya?" Yoongi bertanya pada anaknya.

__ADS_1


 


 


Gelengan yang ia dapat, sebenarnya ia tahu Taehyung menginginkannya, namun ia tidak bisa langsung membelinya.


 


 


Ia mau Taehyung sendirilah yang memintanya.


 


 


Dirinya mau Taehyung merengek padanya.


 


 


"Chim, punya balon wlek." Ejeknya pada Taehyung.


 


 


Taehyung hanya melengos, menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher appanya.


 


 


Jimin asik bercanda dengan Jungkook, sedangkan Taehyung masih berada dipangkuan appanya.


 


 


Tak berniat turun sama sekali.


 


 


Ekor manik indahnya bergulir kemana-mana, asal jangan mengarah pada Jungkook dan Jimin.


 


 


Tapi tak bisa, ia terlalu penasaran dengan semua.


 


 


Dengan Jimin yang memekik senang karena bermain dengan Daddy nya.


 


 


Ia ingin balon juga.


 


 


"Chim, Tae mau juga boyeh?" Ujarnya keceplosan.


 


 


Jimin segera mengeratkan pegangan pada talinya.


 


 


Ia tak berniat membagi sama sekali.


 


 


Taehyung melirik Jungkook sesekali, tak ada hasil.


 


 


Yoongi diam menunggu anaknya.


 


 


"Appa, Tae mau balon," Yoongi beranjak dengan cepat dari duduknya, mendudukkan tubuh mungil Taehyung di kursi, lalu bergegas pergi ke tempat penjual balon.


 


 


Namun urung, saat tiba-tiba suara Jungkook terdengar rungunya.


 


 


"Aku yang belikan."


 


 


Pergi cepat ke arah penjual balon, membelikannya dua sama seperti Jimin, lalu menyodorkannya pada Taehyung yang menatapnya sulit diartikan.


 


 


Benarkah?


 


 


15


 


 


Taehyung menatap balon pemberian Jungkook lesu.


 


 


Yoongi selalu memperhatikan semua sikap Taehyung.


 


 


Ia tahu ada yang mengganjal dari anaknya itu.


 


 


 


 


Si manis menatapnya polos, Yoongi akui sangat menggemaskan.


 


 


Ia cium berkali-kali pucuk kepala anaknya.


 


 


Tersenyum manis saat ringisan kotak menggemaskan itu muncul kepermukaan.


 


 


Senyum kotak termanis dan terlucu.


 


 


Sedang Jimin masih asik merengut dari tadi, ia masih kesal pada Jungkook karena Daddy tampannya itu memberikan Taehyung balon juga.


 


 


Ia tak mau membagi balonnya, ia juga tak akan penah sudi jika harus membagi Daddy nya. Huft.


 


 


"Taetae dali tadi lapal, mau makan, hihi."


 


 


Taehyung meringis setelah mengatakan hal itu pada Appanya.


 


 


Yoongi tersenyum tampan mendengar perkataan anaknya yang manis itu.


 


 


Jungkook yang mendengar hal itu hanya bisa tersenyum tipis, sangat tipis hingga tak ada yang menyadari.


 


 


Kegiatan merayu Jimin yang sedang merajuk ia alihkan seketika.


 


 


"Chim lapar tidak, mau makan tidak?" Tanyanya merayu.


 


 


Berhasil.


 


 


Jimin mulai menoleh dengan cepat ke arah Jungkook.


 


 


Matanya berbinar lucu, ia lapar.


 


 


"Mau, Chim mau makan, yang banyak." Pekiknya lucu.


 


 


Jungkook tentu saja langsung menggendong keponakan tersayangnya itu.


 


 


Tanpa melirik Taehyung sama sekali.


 


 


Tanpa tahu bahwa anak itu menatapnya begitu sendu.


 


 


Bibirnya mencebik kebawah, Taehyung rasanya ingin menangis.


 


 


"Kalau begitu ayo sayangnya Appa, Jungkook kita berpisah di sini." Yoongi menoleh pada Jungkook pada kalimat terakhir.


 


 


Bergegas menggendong Taehyung, mendekapnya hangat.


 


 


Sangat hangat, sampai Taehyung menyamankan kepala kecilnya pada bahu hangat sang Appa.


 


 

__ADS_1


Jungkook yang menggendong Jimin langsung mencekal tangan Yoongi saat pemuda pucat itu mau melangkah pergi.


 


 


"Ada apa?" Tanya Yoongi.


 


 


"Kita makan bersama saja Hyung, di restaurant tempat kita biasanya makan bersama yang lain, seperti biasa." Jungkook berujar dingin.


 


 


Entah kenapa rasanya ia tak mau berpisah cepat-cepat dengan Taehyung.


 


 


Ia bingung.


 


 


Maka alasan makan bersama tidak akan ada yang tahu artinya sesungguhnya bukan.


 


 


"Eum, yasudah kalau begitu."


 


 


Setelahnya Yoongi dengan langkah cepat pergi meninggalkan Jungkook.


 


 


"Yoongi Hyung," panggilnya lagi.


 


 


Yoongi kembali menoleh pada Jungkook, mengernyit bingung.


 


 


"Kenapa lagi?" Tanyanya malas.


 


 


Jungkook menggaruk tengkuknya resah.


 


 


"Kita bertemunya di restaurant kan?"


 


 


Yoongi benar-benar aneh pada sikap Jungkook.


 


 


"Ya tentu. Aku bawa mobil asal kau tidak lupa, sekarang kau pergi dengan mobilmu, aku dengan mobilku sendiri." Ucapnya lalu pergi ke tempat mobilnya berada, anaknya sudah sangat lapar sekali.


 


 


Menunggu Jungkook tak akan selesai dengan cepat.


 


 


Jungkook pun ikut pergi ke arah mobilnya terparkir dengan Jimin yang asik pada balonnya.


 


 


...


 


 


Tak sampai dua puluh menitan mereka sudah sampai pada tempat makan yang dimaksud.


 


 


Yoongi mendudukkan Taehyung pada kursi sebelahnya, sama halnya dengan Jungkook yang mendudukkan keponakannya di samping dirinya.


 


 


Menatap Taehyung yang sedang asik mengamati orang sekitarnya makan.


 


 


Oh, anak manis satu ini rupanya sudah sangat lapar.


 


 


"Taetae mau apa sayang?" Ujarnya lembut.


 


 


Taehyung menoleh padanya bersamaan dengan ringisan kotaknya.


 


 


"Mau makan, mau makan yang Appa pecankan caja, hihi." Ujarnya malu-malu.


 


 


Ia ingat makanan favoritnya yang selalu Appanya berikan padanya, namun tak tahu apa namanya.


 


 


Yoongi tersenyum geli menahan gemas dengan sikap malu-malu anaknya.


 


 


"Oke, sayangnya Appa." Ujarnya, setelah itu ia mulai menyebutkan pesanannya pada sang pramuniaga.


 


 


"Chim lapal, mau makan." Jimin menatap Jungkook yang sedari tadi hanya memandang keakraban Yoongi dan Taehyung.


 


 


"Oh, iya sayang Daddy pesankan kesukaanmu ya?" Mendapati anggukan dari kesayangannya, ia mulai menyebutkan pesanannya juga


 


 


Beberapa menit kemudian mereka sudah makan dengan lahap, apalagi dua sosok menggemaskan itu.


 


 


Makannya lahap sekali, karena mereka makan makanan kesukaannya.


 


 


"Makannya pelan-pelan sayang," Yoongi berujar sembari mengelap sudut bibir anaknya yang terdapat noda makanan.


 


 


Jungkook yang melihatnya segera mungkin menghalau tangan pucat Yoongi, mengambil tisu lalu mulai mengelap sisa makanan di sudut bibir Taehyung.


 


 


Menyebabkan Jimin yang mendelik tak suka, Yoongi yang menganga.


 


 


Ada yang tidak beres.


 


 


"Taehyung pulang dengan ku ya?" Ceplos Jungkook.


 


 


Bahkan Jungkook sendiri tak tahu apa yang dikatakannya.


 


 


Jimin tambah mendelik kesal pada Taehyung.


 


 


Taehyung sendiri menatap Jungkook bingung, sedangkan Yoongi menatap Jungkook tak suka.


 


 


"Apa-apaan ini, dia anakku harus bersamaku?!" Yoongi berujar dengan wajahnya yang memerah.


 


 


"Kita Tanya pada Taehyung saja, ia ingin bersamaku atau kau Yoongi Hyung," Jungkook berujar santai, ia alihkan tatapannya pada Taehyung, "Pulang bersamaku ya?" Ujarnya.


 


 


Ia tahu Taehyung sangat ingin bersamanya, ia yakin Taehyung memilihnya.


 


 


Namun, Yang keluar dari bibir mungil Taehyung adalah...


 


 


"Mau cama Yoonie Appa caja."


 


 


...tak sesuai dengan persepsinya.


 


 


Melihat Taehyung mulai menggapai tubuh Yoongi yang kini tengah tersenyum tampan padanya.


 


 


Ia tak bisa.


 


 


"Taetae gak mau bersamaku hm? Bersama Daddy Jungkook?" Maka biarkanlah untuk saat ini ia terkesan memelas.


 


 


Biarkanlah.

__ADS_1


__ADS_2