Jungkook Daddy

Jungkook Daddy
Episode 5


__ADS_3

Kenapa gelap sekali?


Tangannya merambat ke atas, namun nihil tak menemukan apapun.


Manik indahnya berkaca, bibir mungilnya melengkung ke bawah tangisnya siap tumpah detik ini juga.


"Appa... Appa. Taetae tatut, APPA!" Tangisnya pecah bersamaan dengan teriakan sekuat tenaganya.


Nihil tak ada seorangpun.


"Appa, Taetae tatut... Hikss," tangisnya tak bisa dibendung lagi.


Isakannya, membuat seseorang yang sedari tadi tidur di sampingnya terbangun.


"Appa... Hikss," tangisan itu. Panggilan itu, begitu menyayat walau tak disadari.


"Huh, kenapa bisa mati lampu segala?" Kesalnya, karena penglihatannya sekarang gelap. Amat gelap.


"Kau ini juga, tunggu sebentar."


Taehyung kenal suara siapa itu, Daddy nya.


Benarkah? Bersamanya.


Setelah itu lampu menyala kembali, terangnya lampu membuat Taehyung mengerjab beberapa kali.


Pandangan matanya tertuju pada seseorang dengan piama putih satinnya.


"Kau ini masih malam, masih saja berisik!" Ujarnya kesal.


Taehyung sontak menghentikan tangisnya, tangannya menggapai ke udara, pertanda ingin direngkuh.


Namun Jungkook tetap Jungkook, ia bukan Yoongi yang selalu peka terhadap balita manis tersebut.


Jungkook hanya berjalan ke arah ranjangnya kembali.


Membaringkan diri, di samping Taehyung yang masih terduduk di ranjangnya.


Jungkook terpaksa menidurkan Taehyung di kamarnya, karena anak itu tak mau sekalipun melepaskan genggaman tangannya.


"Tidur Taehyung, lampunya sudah nyala kembali." Ujarnya mencoba memejamkan diri.


Namun Taehyung tetap saja bergeming, hingga pada saat Jungkook benar-benar masuk dalam lelapnya, Taehyung menghilang dari jangkauannya.


...


Pagi harinya ribut sekali karena entah kenapa, Jimin sudah menggerutu di pagi buta.

__ADS_1


"Ada, Taetae ya, ya ya?" Tanyanya ribut pada Bibi Lee.


Sedangkan Bibi Lee hanya tersenyum.


"Iya, ada Tuan muda Taehyung, Chimin mau main bareng sama Taetae ya?" Dan jawaban bibi Lee barusan, hanya mendapat pelototan yang sebenarnya menggemaskan.


"Kemana cih, Taetae jelek kamu mana?!" Teriaknya.


Ia meyusuri semua ruang yang berpotensi mendapati Taehyung.


Namun nihil tak ada.


Langkahnya akhirnya berhenti di depan kamar sang Daddy.


"Daddy, bangun dah pagi."


"Punya hak apa kau menggangguku huh?" Setelahnya tubuh Jimin sudah terjatuh pada kerasnya lantai, hingga membuat ia menangis dengan kencang.


Dan tangisan itu berhasil membangunkan Jungkook.


Terlonjak kaget saat melihat kesayangannya, berada di lantai.


Menuruni ranjang dengan tergesa, membawa tubuh mungil Jimin dalam pelukannya.


"Shsstt, Sayang maaf ya, Daddy kira tadi Taehyung." Ucapnya, tak mengetahui bahwa wajah Jimin kecil memerah marah.


Yang sekarang telah berlari, ingin cepat menemukan Taehyung.


Kemana bocah seumuran dengannya itu kini?


"Huh, ya ampun. Apa yang baru saja aku lakukan?" Gumamnya.


Ia benar-benar tak menyangka kalau itu Jimin.


Karena setahunya tadi malam ia bersama Taehyung.


Langkahnya tergesa mengikuti Jimin, khawatir pada kesayanganya itu.


"Taetae, mana?" Ujarnya.


"Jelek, mana kamu?"


"Taetae jelek mana kamu?" Teriaknya.


Hingga akhirnya ia teringat sesuatu.


Perlahan membuka pintu kecil di samping kiri tangganya.

__ADS_1


Benar saja, yang ia cari kini meringkuk di kasur kecilnya.


Tempatnya.


"Bangun, Taetae jelek bangun!" Teriaknya.


Taehyung terbangun dari tidurnya saat merasakan guncangan kasar pada tubuh mungilnya.


"Chim napa?" Tanyanya bingung, pasalnya ia baru saja bangun.


Jimin langsung menarik paksa lengan kurus Taehyung dengan tangan mungilnya.


Sampai di luar kamar Taehyung pandangan mata semua orang mengarah pada bocah imut itu.


"Daddy, dolong Chim, Taetae belani ambil Daddy nya Chim ya?!" Teriaknya.


Taehyung hanya menatap polos Jimin di depannya.


"Tae pulang cana ke lumahnya, jangan balik lagi ke cini." Setelahnya Jimin mendorong tubuh mungil Taehyung hingga terjatuh ke lantai.


"Tae calah apa Chim?" Cicitnya.


Jimin malah semakin brutal menendang Taehyung.


Jungkook hanya bergeming di tempatnya.


Tapi saat dengan tak sengaja Taehyung menghempas tubuh Jimin hingga jatuh barulah Jungkook bereaksi.


"Yak! Bocah!"


Menampar keras pipi Taehyung, menyebabkan tangisan anak itu kembali pecah.


"Tae calah apa... Hikss?"


Perlahan kaki mungilnya melangkah menjauh dari Mansion Jungkook.


Tangisnya masih keras, isakannya memilukan.


Bibi Lee hanya bisa bergeming di tempatnya, tak tahu harus melakukan apa.


Jungkook meremat bagian dadanya, rasanya nyeri, ia bingung.


Dan baru ia sadari, bahwa dari malam kemarin saat Taehyung terbangun dan dirinya tertidur kembali.


Taehyung memilih untuk tidur di kamar kecilnya, yang bahkan tak layak disebut kamar.


Sakit.

__ADS_1


__ADS_2