Jungkook Daddy

Jungkook Daddy
Episode 6


__ADS_3

Yang Jungkook lakukan saat melihat Taehyung berjalan keluar Mansionnya, berlari.


Ia berlari mengejar bocah imut itu, kakinya seolah hilang kendali tak mau menuruti perintah otaknya lagi.


Sebelum kaki mungil Taehyung melangkah keluar gerbang, saat itu pula ia merasa seakan terbang, kakinya tak menapak lagi di paving.


"Siapa yang menyuruhmu pergi huh?" Ucapnya.


Jungkook bingung, ia bingung kenapa bisa kalimat itu keluar dari mulutnya.


Namun persetan, ia hanya mengikuti perasaannya.


Membawa tubuh Taehyung ke dalam Mansionnya lagi.


Tatapan semua Maid menuju padanya, terlebih bibi Lee yang tentu sangat terkejut.


Pipi Taehyung kembali lebam.


"Tuan, biar saya obati memar tuan muda Taehyung." Setelahnya Taehyung sudah berada pada gendongan bibi Lee.


Dengan Jungkook yang mematung, mencoba bangkit dari kekacauannya.


...


Yoongi gelisah di rumahnya, ia rindu Taehyung.


Sangat.


Maka akhirnya ia putuskan untuk mampir ke rumah Jungkook, untuk bawa kembali Taehyung ke rumahnya tentu saja.


Sekitar tiga puluh menitan ia sudah sampai.


Memasuki perlahan pelataran Mansion Jungkook.


Yoongi tersenyum menatap mainan yang ia bawa ditangannya, menekan bel lalu beberapa saat kemudian pintu terbuka.


"Silakan Tuan," ujar salah satu Maid.


Yoongi tersenyum sekilas lalu melangkah masuk ke dalam.


Sepi sekali, kemana semuanya.


Kaki nya melangkah ke arah ruang tengah mendapati Jungkook dengan Jimin dipangkuannya.


Lalu di mana Taehyung, di mana anaknya.

__ADS_1


"Jungkook, di mana Taehyung?" Suara Yoongi menyebabkan Jungkook terlonjak kaget.


Lalu menoleh dengan cepat ke arah sumber, "Oh, Yoongi hyung. Di kamarnya." Jawabnya.


Yoongi mengangguk, tapi juga mengernyit.


Kamar Taehyung sebelah mana?


"Di mana kamarnya?" Yang didapati hanyalah telunjuk tangan Jungkook mengarah pada tangga.


"Maksudnya?"


"Ruang bawah tangga itu, dia sedang istirahat." Jawabnya santai, lalu kembali menyuapi Jimin dengan potongan buah.


Yoongi mengetatkan rahangnya seketika.


Berengsek sekali Jungkook itu.


Dengan cepat melangkahkan kakinya ke arah yang dimaksud.


Membuka pintu, lalu terkejutlah ia.


Sosok mungil anaknya, sedang tidur memunggunginya sekarang.


"Sayang, ayo bangun."


Taehyung perlahan menggeliat dan mulai membuka kelopak matanya.


Seketika tersenyum mendapati Appanya.


Langsung memeluk erat leher Yoongi, air matanya pun tak henti mengalir.


"Hey, kenapa?" Yoongi panik, lehernya basah, ia yakin itu air mata.


Tapi kenapa?


"Lihat appa," diangkatnya lembut dagu sang anak.


"Ya Tuhan, kenapa lagi ini?!" Pekiknya tak percaya.


Sehari, bahkan baru satu hari Taehyung bersama Jungkook.


Ia tak habis pikir.


Menggendong Taehyung dengan cepat, langsung melangkahkan kakinya keluar ruang sempit itu.

__ADS_1


Saat matanya menangkap entitas Jungkook yang masih setia menyuapi Jimin, ia makin berang.


"Bajingan kau!" Teriaknya, langsung menarik Jungkook dan menonjoknya.


Tak peduli Jimin yang terhempas jatuh, yang untungnya masih berada di sofa.


Sedangkan Taehyung sudah ia turunkan terlebih dahulu.


Tak peduli lagi, walaupun ada Taehyung dan Jimin melihat kekerasan yang ia lakukan.


Membabi buta ia memukuli Jungkook, emosinya ia tahan namun sekarang telah membuncah.


Terlalu banyak, ia tak tahan lagi.


"Apa-apaan kau Hyung?!" Suara Jungkook bercampur dengan ringisan.


Nyeri dibagian wajahnya tak main-main.


"Apa-apaan kau bilang, mana hatimu Jungkook, baru sehari ia kembali ke sini."


Yoongi benar-benar tak sanggup menyelesaikan kalimatnya.


"Itu bukan kamar Jungkook, bahkan tak layak disebut kamar, kau bahkan menempatkan Taehyung di sana."


"Kau benar-benar bajingan, aku tak tahu kalau kau berbuat sejahat ini padanya."


"Bajingan," Yoongi hendak kembali memukul Jungkook namun ucapan lirih Taehyung membuatnya beku seketika.


"Tae cayang Daddy celamamya pokoknya," bisiknya pilu.


Jungkook sempat terhenyak sesaat namun akal sehatnya kembali begitu cepat.


"Aku ini bukan Daddy mu, berapa kali lagi aku harus mengatakannya." Maka kalimat ini yang kembali ia lontarkan.


Taehyung tersenyum miris di tempatnya, kaki kecilnya perlahan mendekat pada Yoongi.


"Appa, puyang. Tae kangen lumah." Ujarnya sembari menarik pelan baju bagian bawah Yoongi.


Yoongi langsung menggendong Taehyung, lalu menyembunyikan wajah anak manis tersebut di bahunya.


Menatap nyalang Jungkook yang masih bergeming di tempatnya.


"Apa?" Tanyanya entah pada siapa.


Jungkook hanya terlalu kacau.

__ADS_1


__ADS_2