JUNIKA DAN JULIAN

JUNIKA DAN JULIAN
SMA TIKARVIA


__ADS_3

Fajar telah datang menyinari hari untuk mengawali aktifitas, mereka berempat tengah berjalan menuju kelas mereka, pagi ini SMA TIKARVIA tengah rebut, banyak siswa-siswi membicarakan hal tersebut.


“eh, ini ada apa sih?” Tanya junika tengah heran ada apa dengan pagi ini.


“katanya sih ada murit baru, pindahan dari sekolah sma garuda, itu sekolah lo yang dulu kan jun?” Tanya lily


“ada murit baru? Sekolah lama gue?” Tanya junika mengingat sesuatu, selang tiga detik ia teringat “apa jangan-jangan dia pindah sini juga?” gumam junika


--


“selamat pagi anak-anak” seru pak wahyu selaku wali kelas junika “selamat pagi pak” jawab semua murit


“hari ini kalian kedatangan teman baru lagi, semoga kalian bisa berteman baik dengannya sama seperti kalian berteman baik dengan junika ya, ayo nak silahkan masuk” ujar pak wahyu


HELEN NADIRA, siswa baru dikelas yang banyak diperbincangkan semua siswa/i, dengan rok pendeknya dan bibir yang terlalu merah bagi pelajar ia memasuki kelas dengan mengangkat dagunya.


“tante, dagunya turunin dikit nanti jatoh kan nggak lucu. Mana pakek rok pendek lagi, terus nanti keliatan deh warna pinknya” celetuk seorang siswa yang berada dipojok belajang


Hahaha, semua murit menertawakan ucapan yogi siswa yang membuat Helen malu. Tidak dengan junika yang hanya menatap Helen dengan tatapan tajamnya.


“heey yogi kamu jangan bicara seperti itu, ayo kamu silahkan perkenalkan diri kamu kepada teman-teman baru mu” ucap pak wahyu pada Helen


“hallo semuanya, perkenalkan nama gue Helen nadira, kalian bisa manggil gue helan cantik imut dan baik, kalau mau nomor telpon gue bilang aja ya” ujar Helen dengan lancarnya


“NAJIS” ucap lila didengar mereka semua.


“nggak sekalian nomor BEHA nya berapa tante? ups” ujar seorang siswi yang duduk didepan tak jauh dari Helen.


Bisa dipastikan semua murit disana tidak ada yang suka dengan Helen sekali pun seorang galuh playboy cap kaki tiga pun tidak angkat bicara untuk menggoda cewek seperti sebelumnya.


Helen duduk berseberangan dengan junika, ia menatap junika tidak suka dengan senyum miringnya. sebangku dengan siswi bernama Julia yang tentunya tidak suka dengan Helen.


“ketemu lagi kita junika”


...J&J...


“hai pencuri ketemu lagi kita” ucap Helen mendekati junika dan yang lainnya sedang makan dikantin sekolah mereka, dengan banyaknya murit yang melihat.


Gubrakk


Nabila menggebrak meja kantin membuat minuman mereka sedikit tertumpah, ia tidak rela jika dia dan sahabatnya dibuat semena-mena. Nabila salah satu siswi yang tercerewet di SMA TIKARVIA.


“MAKSUD LO APA? MULUT TU DIJAGA YA KALAU NGOMONG” tekan nabila mendekati Helen.

__ADS_1


“kalian belum tau kalau dia itu pencuri?” ucap Helen sembari menunjuk junika yang tek mengindahkan ucapanya


“HEH SEMUANYA, KALIAN HARUS TAU KALAU DIA ITU PENCURI, JANGAN MAU BERTEMAN SAMA ORANG KAMPUNGAN KAYA DIA! BOKAPNYA AJA NGGAK SANGGUP SAMA ANAKNYA MAKANYA BOKAPNYA PERGI!” Helen berteriak dan didengar semua makhuk dikantin, banyak yang berbisik mengenai mereka berdua Helen dan junika.


BYURR


Secangkir es jeruk bengguyur badan Helen, lily yang sendari tadi sabar sekarang semuanya meledak, “MULUT LO YANG MELEBIHI ORANG KAMPUNGAN”


Junika beranjak dari tempat duduknya sambil mengepalkan tangannya, semua orang memiliki kesabaran dengan batasnya, dan jika kesabaran itu telah habis semuanya akan hilang.


PLAKK


Temparan keras mendarat dipipi mulusnya Helen, terlihat sedikit memerah akibat tamparan junika. Helen terus memegangi pipinya dan melihat badannya yang sudah basah


“kalau ngomong dijaga, semua orang memiliki batas kesabarannya dan lo jangan berpikir lo bisa memperlakukan gue seperti di SMA GARUDA? Jangan harap, oh iya! Bukannya lo pindah kesekolahan ini karena ketahuan lo yang menjebak gue agar dituduhkan. Dan kenyataannya lo yang sering mencuri dan nuduh gue”


“masalah keluarga gue jangan sok tau, emang lo siapa? Pembantu gue? Jangan ngomongin keluarga orang dulu, coba ngaca deh. Emang keluarga lo damai?” ucap junika dengan halusnya tetapi skakmat.


Helen yang tidak terima dirinya diperlakukan sedemikian, ia berniat untuk membalas tamparan junika, tangannya bergerak melayang keatas dan ketika tangan Helen sudah medekati wajah junika terhenti.


Julian yang datang segera mencekat tangan Helen dan menghempaskannya, “berani lo sentuh dia, lo berurusan sama gue”


“gue juga” ujar sigit


“nggak hanya junika jika ada yang berani menyentuh mereka itu sudah menjadi urusan kita” ujar sigit menunjuk nabila, lily dan lila


“anak baru jangan sok keras kalau mau hidup damai!!” bisik Julian pada Helen sebelum ia pergi menarik tangan junika


...J&J...


“lo nggak apa apa kan?” Tanya Julian terus membolak-balikan tubuh junika.


“lebay banget lo, gue nggak apa apa kok” ucap junika


Julian menarik junika membawanya ke Rooftop sekolah mereka, tempat biasa mereka nongkrong dan bolos mata pelajaran yang tidak mereka sukai, yang lain mengikuti kemana Julian membawa junika.


“dia itu siapa sih nyebelin banget. Baru hari ini dia sekolah udah bikin masalah sama gue!” kesal nabila.


“emang dia bikin masalah apaan sama lo? Bukannya dia tadi nyinggung junika ya bukan lo” Tanya sigit.


“junika itu sahabat kita, jadi bila ada yang mau mencoba ngusik diantara kita, itu sudah menjadi masalah bersama” ucap nabila menghadap sigit


“itu tante emang udah gila, gue yang banyak cewek aja nggak ada niatan buat ngerayu dia, mending sama neng junika! Ya kan jun” ujar galuh mengedipkan sebelah matanya mengeluarkan rayuan mautnya.

__ADS_1


Galuh mendapatkan tatapan tajam dari Julian, membuat galuh meneguk ludahnya dengan kasar. Baru kali ini dia mendapatkan tatapan tajam dari seorang Julian margantara karena gadis yang bernama junika selia wijaya


“ampun bang jago” galuh meminta pengampunan telah menggoda junika


“tapi yang gue heran, kenapa Helen itu kayak benci banget sama junika. Junika kan pernah bilang sama kita Helen sudah memperlakukan junika sajak lama. Padahalkan junika nggak pernah buat salah?” ujar lily


“bener tuh kata lily, kita sepemikiran kali ini ly!” ucap galuh


“udahlah, nggak usah pikirin, gue juga nggak bakal dia memperlakukan gue seperti di sma garuda” ucap junika


“gue nggak bakal biarin orang nyekitin lo” ujar Julian memandangi junika


“ly, itu kembaran lo kenapa perasaan dari tadi pagi dia diem terus” Tanya junika tidak ingin menanggapi ucapan julian


“yaelah jun, udah lumayan lama lo sekolah disini baru sadar, lila kalo nggak ngomongnya bareng sama lily dia diem aja” jelas nabila


“ini ya ague kasih tau lo jun” ujar sigit lalu menarik nafas panjang


“diantara kalian berempat, nabila manusia tercerewat disekolah ini dan diantara kalian, kalau lily manusia tercerewet nomer dua, kalau lila dia itu misterius alias jarang ngomong dan lo?” sigit berpikir keras


“gue belum sih sikap lo itu gimana, jadi gue belum bisa nyimpulin” jelaskan Sigit


.


.


.


.


.


jangan lupa


votenya


like


komen


love me ❤️


love you

__ADS_1


__ADS_2