JUNIKA DAN JULIAN

JUNIKA DAN JULIAN
PUAS LO!??


__ADS_3

ig: @pratiwiptriutmi


“hai junika yang cantik, kenalin nama abang galuh” ujap galuh menjulurkan tangannya.


Junika langsung membalas juluran tangan galuh “hai galuh salam kenal” ujar junika tersenyum membuat galuh makin melayang.


Istirahat telah tiba kini murit yang berhamburan menuju kekantin ataupun kekoprasi untuk menuntaskan cacing-cacing yang sudah berteriakan.


Kini seorang galuh yang berlari menuju kantin menemui sahabat-sahabatnya yang telah tiba dikantin


“hadeh, capeknya,” ucap galuh yang membuat sahabatnya menatap heran.


“lo kenapa dah” ujar sigit sambil memakan yang sudah tersedia didepannya.


Galuh yang mendapat pertanyaan merasa kesal “lo bedua nggak nungguin gue lagi, mentang udah nggak sekelas lagi sama gue” ujar galuh


“lagian lo sendiri yang mau pindah kelas” ujar sigit


“ini tuh gara-gara kalian juga, gue gak mau kali pindah kelas” ujar galuh


“STOP!!” ujar seseorang yang duduk disamping sigit.


Membuat mereka terdiam tidak berkata lagi galuh dan sigit hanya memandangnya terheran “lo kenapa!” ujar mereka berdua bersamaan


“ini ni pasti lagi mikirin cewek ye kan?” ujar galuh menggodanya.


“iya gak mungkin lah luh, lo kayak nggak tau dia aja” ujar sigit memukul lengan galuh dan meringis kesalitan


“kemaren gue ketemu cewek udah dua kali malah, tapi gue nggak tau siapa namanya” ujar seseorang itu yang membuat mereka tercengang.


“apa gue bilang, dia tuh lagi mikirin cewek, lo nggak percaya” ujar galuh membusungkan dadanya, galuh gitu loh!


Sigit menggelengkan kepalanya tidak menyangka “sulit dipercaya seorang JULIAN MARGANTARA mikirin cewek, siapa yang udah bikin hati lo luluh jul??” Tanya sigit penasaran


“gue juga nggak tau, semoga aja bisa ketemu lagi” ujar Julian


“BTW, dikelas gue tadi ada siswi baru loh!!” ujar galuh


“yaelah lo bedua mikirin cewek mulu, gak bosen apa, cewek itu bikin ribet tau gak lo bedua” ujar sigit sedikit kesal karna sahabatnya terus menerus memikirkan wanita.


“itu dia ceweknya!!” ujar galuh menunjuk kearah junika dkk yang baru melintas ingin memesan makanan


Julian yang menoleh pun merasa terkejut dan tidak mengedipkan matanya sedikitpun. Sangat terkejut karna seorang wanita yang ia cari sekarang sudah didekatnya sekarang, bahkan satu sekolah.


Junika dan temannya duduk dikursi yang kosong dan segera memesan makanan.


“kalian mau pesan apa?” ujar nabila yang hendak pergi


“Batagor!” ujar lily dan lila bersamaan

__ADS_1


“minumnya?” Tanya nabila lagi


“es jeruk!” ujar lily dan lila secara bersamaan lagi


“yaudah, lo apa jun?” ujar nabila pada junika yang tengah terheran pada sahabatnya yang kembar tersebut.


“samain aja bil” ujar junika


Julian yang melihat junika ia segera mendekatinya duduk disampingnya, junika yang sadar bahwa ada seseorang yang mendekatinya ia tidak memperdulikan hal tersebut, ia hanya fokus dengan ponselnya.


“fokus amat!!” ujar Julian membuat junika terkejut dan langsung menoeh melihat orang yang sedang berada didekatnya


“lo! Ngapain lo kesini?, jangan-jangan lo ngikutin gue ya dari kemarin” ujar junika


“santay dong, siapa juga yang ngikutin lo. Seharusnya gue yang nanya kayak gitu, lo ngapain disini” ujar Julian


“ya makan!, emang mau ngapain lagi. Nyangkul?” ujar junika


“bukan itu maksud gue, lo baru pindah ya kesini?” Tanya Julian


“emang kenapa? Massalah buat lo?” Tanya junika


Lily dan lila melihat mereka hanya mengerutkan dahinya terheran saling berpandangan seolah bertanya satu sama lain


“kalian udah kenal?” Tanya sikembar secara bersamaan.


“lah? Terus kenapa kalian bicara seolah udah kenal, apa udah ketemu ya sebelumnya” Tanya lily


“gue kesini mau kenalan,” ujar Julian pada sikembar menjeda “sekali lagi kita kenalan, kali aja lupa, kenalin gue Julian margantara” ujar Julian menjulurkan tangannya pada junika tapi tidak dihiraukan sama sekali oleh junika.


“sayang banget tangan gue dianggurin, udah ah simpen lagi untuk besok. Siapa tau besok kalau kenalan lagi mau” ujar Julian menyinggung


junika yang sedang fokus dengan makanannya yang dibawa oleh nabila.


“lo pergi deh dari sini, mau apa sih lo?” ujar junika kesal


Mendengar junika bertanya kepadanya Julian segera mengulurkan tangannya kembali


“ mau kenalan! Nama gue Julian. Kalo lo sendiri?”


Junika menghela nafas nya dengan kasar “huh, nama gue junika selia wijaya. PUAS!!?” junika membalas uluran tangan Julian. tidak ada pilihan lagi ia pasrah dan memperkenalkan dirinya kepada Julian


“nama lo cantik banget sama kayak orangnya” ujar Julian terus memandanginya


Galuh dan sigit hanya mengaga dan menepuk dahinya dengan keras, mereka baru melihat Julian seprti itu. Tidak seperti sebelumnya.


“luh, itu beneran Julian?” bisik sigit pada galuh yang terus terheran kepada Julian.


Galuh menggelengkan kepalanya “gue juga nggak tau itu beneran Julian atau lagi kerasukan setan jatuh cinta. Benar benar beda” ujar galuh tidak percaya apa yang ia lihat

__ADS_1


Tidak ingin masalah Julian semakin berlanjut mereka berdua menghampiri Julian, mereka segera menariknya menjauh dari junika. Hadeh Julian memang meresahkan!


“kalian kenapa dah? Narik narik gue kagak jelas” ujar Julian kesal pada sahabatnya yang menarik nya


“lo sadar nggak sih? Lo tadi ngapain” ujar sigit


“ya sadar lah gimana sih lo pada. Gue lagi kenalan tadi, kalian asal narik aja kaga jelas. Kalian pada kagak seneng ya kalau aku jatuh cinta pada pandangan pertama dan seterusnya?” ujar Julian


“lo kalo jatuh cinta kagak usah gitu gitu amat kali jul, galuh si cap badak kaki tiga aja nggak kayak elo” ujar sigit


“eh git lo kok nyamain gue sama ni anak si Julian sontoloyo, jelas-jelas kalau abang galuh itu tidak ada yang nyamainnya dan tidak ada tandingnya” ujar galuh


“jelas-jelas gue yang tidak ada tandingannya” ujar sigit tidak mau kalah.


“kalian apa apaan si, kok lo pada yang rebut. Dah ah gue mau kekelas, kalo lo masih mau rebut pergi noh kelapangan, kalo nggak yaudah ikut kekelas” ujar Julian meninggalkan mereka yang sedang adu ketampanan


“jelas jelas gue yang tampan!” gumam Julian disela jalannya menuju kelasnya.


“eh.. jul tunggu napa” teriak mereka berdua ketika melihat Julian meninggalkan mereka


Junika memutuskan untuk tidak pulang kerumah terebih dahulu, ia telah muak dengan keadaan rumahnya, oleh itu ia memutuskan untuk kerumah nabila terlebih dahulu.


Tepat didepan rumah nabila junika mendapatkan telpon pada ponselnya, mendengus kesal ketia mendapatkan panggilan tersebut.


“hallo non. Non dimana? bapak sudah berada didepan sekolah non” ujar seseorang pria yang lumayan berumur yang bertugas sebagai supirnya junika.


“bapak pulang aja!, junika nanti pulang sendiri naik taksi” ujar junika dibalik sambungan telponnya.


“tapi non-..” ujar pak bambang tetapi belum sempat ia melanjutkan pembicaraannya seketika terputus, tidak lain junika yang mematikan sambungan telponnya


.


.


.


.


.


.


.


.


part berikutnya


...jangan lupa dukung author terus ya😺...

__ADS_1


__ADS_2