JUNIKA DAN JULIAN

JUNIKA DAN JULIAN
BERANGKAT BARENG


__ADS_3

“tapi non-..” ujar pak bambang tetapi belum sempat ia melanjutkan pembicaraannya seketika terputus, tidak lain junika yang mematikan sambungan telponnya.


Junika yang tadi nya jauh dari teman temannya sekarang ia mendekati yang berada di sofa mengobrol satu sama lain


“tadi siapa yang telpon jun?” Tanya nabila ketika melihat junika yang tengah mendekati mereka dan duduk tepat didepan lily bersampingan dengan nabila.


“supir” ujar junika dingin dan segera ia membuka buku buku yang sudah terletak diatas meja siap untuk mengerjakan tugas rumah mereka


“gue ambilkan minuman sama cemilan dulu iya!!” ujar nabila lalu pergi menuju ke dapur


“yang banyak ya bil!” ujar si kembar lily dan lila, dibalas dheman oleh Nabila


Nabila mengambilkan minuman dan cemilan untuk menghidangkan kepada teman temannya di saat belajar mereka.


“minuman dan cemilan datang!!” ujar nabila nada yang sedikit tinggi dari dapur menuju tempat ia sebelumnya.


“yeey!”ujar si kembar kegirangan


“kerjain dulu tugasnya!, nanti aja makan sambil ngerjain aja. Supaya cepet selesai” ujar junika masih berkutik dengan lembaran lembaran soal yang diberikan oleh guru


Hari semakin sore, senja mulai terlihat matahari semakin menghilang. Semuanya terlihat fokus dengan tugas masing masing, hingga tanpa sadar hari semakin sore


Kefokusan mereka terpecahkan ketika ponsel salah satu mereka berdering. Melihati ponsel siapa yang berbunyi dan tepatnya itu adalah handphone lily yang tengah berdering dalam tas miliknya


“hallo ma, kenapa?” ujar lily disambungan telponnya.


“…..”


“benarkah?” ujar lily sambil melihat lihat diluar rumah


“apa? Supir udah nunggu dari tadi? baiklah ma, sebentar lagi lily sama lila pulang” ujar lily mematikan sambungan telponnya


“kayaknya kami berdua pulang duluannya, udah ditungguin diluar” ujar lily membereskan buku mereka dan begitu juga lila


“yaudah kalian hati-hati ya” ujar nabila


“kami pulang dulu ya nabila, junika sampai ketemu besok” ujar lily dan lila secara bersama seperti biasa dan pergi pulang kerumah mereka.


“yaudah gue juga mau pulang ya bil” ujar junika selesai mengemas bukunya dan menggendong tas miliknya.


“ya. Junika hati hati ya” ujar nabila


“by”


Junika pulang menggunakan taksi, karena ia tidak meminta supirnya untuk menjemput atau sebagainya, hingga kini ia telah sampai didepan rumahnya sebelum keluar junika memberikan beberapa lembar uang untuk diberikan kepada supir taksi yang ia tumpangi

__ADS_1


Junika keluar dari mobil dan segera melangkahkan kakinya kedalam gerbang, dan dihentikan ketika panggilan suara yang tidak asing baginya untuk saat ini.


“junika!” panggil seorang pria yang khas suaranya, dan membuat junika langsung membalikan badannya melihat siapa kah seseorang tersebut.


“Julian? Lo ngapin kesini” ujar junika yang melihat Julian yang tengah berdiri didepannya sekarang.


“nggak mau ngapa ngapain sih, mau ketemu sama kamu aja, soalnya udah kengen” ujar Julian


“udah deh lo pergi dari sini, gue nggak terima tamu!” ujar junika lalu meninggalkan Julian yang masih berdiri tegak melihati dirinya


“perjuangan memang seperti ini Julian, jadi kamu harus kuat demi CINTA!” ucap Julian pada dirinya sendiri menyemangati dirinya.


Junika memasuki rumahnya yang sudah ada bundanya yang tengah khawatir menunggunya pulang, dengan malas junika memandangnya.


“sayang kamu dari mana saja nak, kamu nggak apa apakan. Kok pulangnya sore?” Tanya sinta bertubi tubi


“dari rumah temen” ujar junika melewati bundanya dan duduk di sofa sambil melepas sepatu yang ia kenakan.


“ooh yang didepan tadi?, kenalin dong ke bunda!” ujar sinta yang membuat junika semakin kesal


“bukan” jawab junika singkat.


“terus kalo bukan yang tadi terus yang mana? Tapi yang tadi ganteng kok, kayaknya baik juga” ujar sinta


Sinta menyeka air matanya yang tengah turun membendung kesedihannya yang sedang ia jalani sekarang Tapi iya tidak putus asa apa yang ia dapatkan.


Junika langsung masuk kamar miliknya yang bernuansa pink, ia mengistirahatkan tubuhnya hingga ia terlelap tanpa mengganti pakain sekolahnya.


Pagi telah tiba saat ini tepat satu minggu ia sekolah disekolahan barunya SMA TIKARVIA dimana ia menemukan teman barunya dan kelak akan menjadi sahabatnya untuk selamanya.


Junika yang siap untuk pergi kesekolah ia menuruni anak tangga dengan menggendong tas yang berwarna pink miliknya, menuju meja makan hendak sarapan yang sudah ada sinta yang tengah menunggunya.


“sayang, ayo sarapan dulu!” ujar sinta memanggil anaknya ketika ia tahu junika hendak kesana


Junika tanpa menjawab ia langsung duduk dan mengolesi selai keroti miliknya. Lalu memakannya tanpa memikirkan apa pun.


“sayang, bunda yang antar kamu ya? Kan pak bambang lagi cuti hari ini” ujar sinta dengan lembut


“NGGAK USAH, JUNIKA BISA SENDIRI!!” ujar junika dengan suara tinggi mengambil tas yang ia letakkan disampingnya, dan masih ada roti yang ia pegang lalu pergi dari hadapan sinta, berlari dengan kencang.


Junika berlari hingga sesampainya ia kegerbang rumah mereka ia ingin menaiki taksi untuk saat ini. Tapi junika terkejut ketika ia melihat seorang laki-laki yang sedang berdiri tegak di samping motornya


“Julian?” ucap junika lalu mendekatinya yang tengah berdiri.


“mau berangkat bareng? Ayo kan sekolahan kita sekarang sama!” ajak Julian sambil memainkan kunci motornya

__ADS_1


“nggak usah, junika mau naik taksi aja, Julian bisa berangkat duluan” ujar junika lalu melihat lihat dijalan dan sesekali ia melihati rumahnya .


“junika.. tunggu bunda, bunda yang antar” teriak sinta dari dalam rumahnya. Seketika membuat junika terkejut dan ingin segera pergi


“ayo berangkat!!” jeda junika lalu mendekati motor Julian


“ayo! Julian. Cepetan dong!” ujar junika dengan nada tinggi ketika ia melihat Julian yang masih tengah berdiri memandanginya, dan segera ia menaiki motornya


“eh,, iya ya” ujar Julian buyar dengan lamunannya ketika junika tengah teriak memanggilnya dan saat itu juga ia berlari menuju motor


Dan akhirnya mereka berangkat kesekolah bersama, meskipun sempat menolaknya, karena sinta yang memanggil junika agar ia yang mengantarnya saat itu juga junika menyetujui Julian, bunda sinta emang the best deh!!


“junika. Tadi, yang manggil saat dirumah kamu tadi siapa?” Tanya Julian memecahkan keheningan


“bunda” jawab junika dengan singkat tidak menoleh sedikit pun kearah Julian yang tengah menyetir


“kenapa kamu nggak bareng sama bunda kamu tadi? Kalian lagi berantem ya?!” ujar Julian penuh menyelidikan yang membuat junika kesal.


Junika menoleh kearah Julian dan saat itu juga mereka berpandangan hanya satu detik. “INI BUKAN URUSAN LO, NGGAK USAH NGURUSIN HIDUP ORANG, BISA KAN?” bentak junika yang membuat Julian tanpa melihat arah jalan sangking terkejutnya iya ketika melihat wanita yang berada didekatnya sekarang bisa segarang itu. Uwar uwar!


Julika melihat kedepan dan terkejut ketika melihat kucing sudah berada didepan mobil mereka sekarang.


“awas ada kucing” teriak junika dan seketika membuat Julian mengerem mendadak dan tidak menabrak kucing yang berada didepan mereka


akibat ngerem mendadak membuat mereka terjatuh keaspal membuat kaki Junika sedikit terluka


“kamu nggak papa kan?” Tanya Julian sambil membantu junika


“nggak apa kok” ujar junika mencoba berdiri


“nggak papa apanya, itu kaki kamu berdarah. Ini tisu supaya nggak keluar darah banyak, kita segera kesekolah sudah tidak jauh lagi, nanti kita obati di UKS saja” ujar Julian dan segera ia melajukan motornya


bersambung....


...hallo man teman...


...jangan lupa...


...like...


...komen...


...vote ya...


...luv luv❤️...

__ADS_1


__ADS_2