
Lila yang melihat mereka hanya heran, sepertinya mereka tidak punya urat malu. Tapi jujur ia juga merasakan hal yang sama dengan nabila dan kembarannya si lily. “gue juga!” ucapnya.
“WAW! Sebuah penghargaan besar untuk junika, sudah membuat seorang lila kangen sama orang?” ujar galuh.
Junika terus memandangi sahabatnya, ditengah jalan mereka berhenti, tetapi tatapan junika beralih ketangan temannya, bingung, ketika ia melihat cincin yang melingkar dijari manis nabila.
“lo? Dilamar siapa, Bil?” Tanya junika
...***...
“lo berdua tunangan? Kapan?! Kok gue nggak kalian kasih tau” ucap junika. Menatap sigit dan nabila
Nabila menggaruk kepalanya yang tidak gatal, susah untuk dijelaskan, sungguh. Sesekali ia menatap sigit.
“jadi, waktu kami pulang dari rumah Julian, orang tua kita berdua maksa kami untuk tunangan, ya gitu deh, cerita singkatnya!” jelas nabila
“tuh, benerkan ucapan gue waktu itu, kalian berdua itu jodoh!” ujar junika
“NGGAK"
“dan lo sendiri, kenapa bisa jadi adiknya Julian? Bukannya Julian mau lo jadi pacarnya ya?” ucap sigit,
Julian yang mendengar ucapan sigit melempat tisu yang ia gulung-gulung tadinya.
“itu? Rahasia! Cuma kita yang tau” ujar Julian, merangkul junika “iya, kan adikku tersayang?”
“gue mau juga dong, jul, jadi adik lo kaya neng junika?” ujar galuh
“OGAH! Bisa bangkrut orang tua gue, nampung lo dan koleski cewek lo!” ucap Julian.
“woy, gimana kalau kita bolos jam pertama?” ucap junika
“HAH??”
Tidak ada yang percaya junika mengatakan hal demikian, cewek pintar di sekolahan, pengen bolos? Menganga dan bingung tidak percaya atas ucapan junika.
“wah jul, lo kasih racun apa ni anak?” ucap sigit.
“gila, otaknya lagi geser kali ya, karena udah lama nggak belajar, atau kelamaan dirumah sakit?” ujap lila.
“oke, fix, ni anak kebanyakan makan micin sejak pindah kerumah lo jul! atau junika ketularan Julian lagi?!” ujar galuh.
“masyaallah, sungguh mulia niatmu wahai junika, ayo gas!” ujar nabila
Sigit menoyor kepala nabila, “ikutan nggak waras lo?”
__ADS_1
Sebenarnya junika juga bingung dengan dirinya, kenapa hari ini ia sungguh belum sanggup melihat tugasnya yang sudah menumpuk. Karna sudah seminggu bahkan lebih ia tidak sekolah
“udahlah, sekali-kali, gue juga pertama kalinya bolos.” Ucap junika
“eh bocah, tugas lo udah numpuk, nanti lo kualahan ngerjainnya, bego!” ucap Julian sambil menjitak kepala junika.
“kan, ada abang tercinta yang bantuin!” ucap junika mengedip-ngedipkan matanya,
“bangsat lo”
Junika hanya meyengirkan giginya, sekarang ia sudah menyusun rencana buat Julian tentunya, “gue ada challenge!”
“kalian berenam gue kasih soal matematika, jika ada yang salah itu yang dapat hukuman, joget dilapangan sambil nyanyi terus teriak apa mau kalian?! Gimana?” jelas junika.
“ini sih, bukan bolos, tapi les!” ujar galuh.
“gue sih yes!” ucap nabila, lily, lila, sigit dan galuh setelah mereka mengucapkannya,
“oke, abang tercinta juga harus ikut, masa orang paling ganteng disini kalah sama mereka?!” ujar junika
Julian yang dipandangi temannya, malu jika menolak, tapi ia akan malu diseluruh sekolah, tapi beberapa kemudian ia menampilkan senyum smirk. “oke gue ikut.”
Tanpa mereka sadari, sudah ada seorang gadis yang sedang memperhatikan mereka semua, tujuan mata yang ia pandang adalah junika yang sedang membuka buku.
Tidak lama, sekitar 5 menit kemudian, ia pergi meninggalkan mereka, menghilang entah kemana.
...J&J...
Sinta sangat bahagia ketika anaknya tertawa bersama keluarga angkatnya, marisa dan justin selalu memperlakukan putrinya seperti putri mereka sendiri, tidak ada perbandingan antara putra dan putri mereka.
“bi, tolong ambilkan kunci mobilnya.” Ujar sinta menuju pintu keluar.
“baik, nyonya!” balas bi susi.
Sinta terkejut, ketika melihat kotak kecil yang berpita merah berada didepannya sekarang, mengambilnya dengan ragu.
“ini, nyonya kuncinya” bi susi memberikan kunci yang ia bawa ke majikannya.
“bi, bi susi liat nggak, ada orang naruh kotak ini disini?” Tanya sinta.
“nggak nyonya, bibi dari tadi di dapur” balasnya,
“pak bambang!” pinggil sinta, satpam rumahnya.
Pak bambang yang dipanggil terkejut, terbangun dari kantuknya. Ia terus berlari menuju sumber suara. “iya, nyonya. Ada apa?” ucap pak bambang sambil mengatur napasnya.
__ADS_1
“bapak liat ada orang masuk, ngasih kotak ini?” Tanya sinta
“nggak nyonya, tadi bapak tidak melihat, walaupun bapak tidur pasti akan terdengar seseorang membuka pagarnya” jelas pak bambang.
Dengan penuh ragu, sinta mencoba membuka pita itu perlahan, ia takut jika itu akan membahayakan orang disekitarnya,
“aaaaa….” Teriak sinta ketika melihat kotak itu, dengan sebuah foto yang berlumuran darah. Ia melemparkannya
Sinta mengatur napasnya, mendekat kembali mengamati foto itu, sudah jelas foto itu adalah foto anaknya junika dan mantan suaminya.
Sinta membalikan foto itu, sudah dapat tulisan kecil dibelakangnya yeng ditulis dengan pena hitam
SATU TELAH USAI, TINGGAL SISANYA SAJA!
Tulisan itu membuat napas sinta memburu, foto itu hanya ada rama dan junika, sedangkan rama telah tiada, berarti?
“nggak, junika nggak boleh pergi meyusul ayahnya”
“PAK, TOLONG UNTUK MEMPERKETAT PENJAGAAN RUMAH INI, JIKA PERLU TAMBAH SATPAM!” ujar sinta.
...J&J...
Seluruh siswa-siswi berlari menuju lapangan setelah mendengar ucapan galuh memalui mikrofon.
“pengumuman-pengumuman, akan ada pertunjukan yang luar biasa!, jika kalian ingin melihat segera kelapangan sekarang juga!”
Julian yang kesal hanya menggerutu tidak jelas, “bangsat, nggak usah dipanggil juga kali”
“udahlah, terima aja hukumannya! Nanti gue bantu buat nge viral in deh!!” teriak nabila jauh darinya.
Julian dan sigit telah kalah tantangan dari junika, mereka harus menerima hukuman yang junika buat.
“ayo! Semangat ya guys!” support lily dengan hebohnya, sama seperti nabila.
Junika hanya menahan senyum melihat Julian berdiri ditengah lapangan bersiap untuk joget, sama seperti lila ia hanya santai dan sedikit tersenyum, melihat kelakuan sahabatnya yang sangat kocak semua.
Junika telah memutuskan, untuk berbagi hukuman ke dua orang itu, dengan sigit yang bernyanyi dan Julian berjoget, Julian tidak membantah perintah junika.
“awas aja lo, gue buat lo malu ntar!” ucap Julian hanya dapat didengar olehnya sendiri.
Sigit yang dari tadi mengetes suaranya yang tidak sebagus penyanyi terkenal, 1 2 3 cek,cek. “eh, cumi! Nanyi apaan ni kita?” Tanya sigit ke julian.
“terserah! Lo enak nanyi doang. Lah gue joget anjing!” ucap Julian.
“udah lah, kalo lo mau protes, ke sono noh protes sama adik lo!” ujar sigit
__ADS_1
...happy reading guys....
...@pratiwiptriutmi🤍...