
“diantara kalian berempat, nabila manusia tercerewat disekolah ini dan diantara kalian, kalau lily manusia tercerewet nomer dua, kalau lila dia itu misterius alias jarang ngomong dan lo?” sigit berpikir keras
“gue belum sih sikap lo itu gimana, jadi gue belum bisa nyimpulin” jelaskan Sigit
...***...
Dalam ruangan yang cukup hening ada beberapa siswa yang berada disana tetapi dianjurkan untuk diam, perpustakaan adalah tempat yang cocok untuk Julian belajar bersama junika.
“eh Julian, kamu belajar” ujar naura, ia siswi sekelah dengan Julian kabarnya sih naura menyimpan perasaan sama Julian
“i-ya nau, kamu kesini belajar juga ya, nggak heran sih kalau kamu pinter” ucap Julian, menengok kesamping arah naura
Naura yang melihat junika tidak mengindahkan kehadirannya sedikit kesal, “jadi ini anak baru itu? Yang sekarang deket sama kamu jul? cantik juga!” naura bertanya
“iya nau, kenalin ini junika, dan junika ini naura teman sekelas gue” ujar Julian
Junika yang sedang berfokus untuk belajar ia hanya mendongakkan pandangannya lalu sedikit tersenyum dan kembali ke aktifitasanya mengerjakan tugas.
“kamu itu beruntung loh jun bisa deket sama Julian, sebelumnya yang perempuan Cuma aku yang deket sama Julian, dan hebatnya lagi kamu bisa buat Julian belajar, tapi sebelum kamu pindah kesini sih julian sering belajar sama aku meskipun dia sering kabur, yaudah aku pulang duluan ya, dah Julian” naura beranjak pergi.
“jun! ini udah jam tiga sore loh, balik yuk” ujar Julian setelah melihat jam melingkar ditangannya, sebenarnya bukan jam jadi permasalahannya ia mulai jenuh melihat soal-soal. Rasanya ingin muntah!
“mau sih!, tapi gue males balik kerumah, gimana kalau kita jalan-jalan aja?” saran junika, karena dirinya sangat malas untuk bertemu dengan Sinta.
Julian berpikir sejenak, tiga detik kemudian ia mempunyai rencana dimana mereka harus pergi “ayo ikut gue, gue punya tempat yang paling tepat”
“dimana? Bagus nggak?”
***
“loh ini rumah siapa? Katanya mau ketempat bagus” ujar junika turun dari motor milik Julian
“ini rumah gue, bukan sih lebih tepatnya rumah bokap nyokap gue, ayo masuk!” ujar Julian berbalik menuju pintu masuk rumahnya
Junika langsung menarik tangan Julian “LO GILA! Ngapain lo ajak gue kerumah lo, gue mau pulang anterin gue julian” ucap junika
“kata lo semalem mau kerumah gue kan, dan ini dia. Ayo masuk! Orang tua gue nggak gigit kok” ujar Julian menarik tangan junika lalu membawanya masuk kedalam rumah Julian
“assalamualaikum, mama papa Julian pulang” ucap Julian nada yang sedikit keras supaya kedengaran katanya.
__ADS_1
“waalaikumsalam, loh ini siapa?” Tanya marisa ketika melihat junika
“h-hallo tante, saya junika” ucap junika sedikit gagap lalu mensalami marisa.
“ini yang Julian omongin ma waktu itu, namanya junika maaf ya ma pulangnya sore tadi abis belajar diperpus sama junika” ucap Julian
Marisa yang tau gadis yang berada didepannya sekarang ini adalah gadis yang ditaksiri oleh anaknya ia hanya membuka mulutnya berbentuk O
“oohh ini, namanya junika? Kita makan yuk tante sama om tadinya mau makan ada kalian kita makan berang yuk” marisa terus menggandeng junika meninggalkan Julian
“kamu cantik sekali nak” ucap marisa membuat junika salah tingkah, bisa dipastikan jika junika melihat kaca ia akan melihat pipinya yang memerah seperti tomat yang sudah matang.
“makasih tante”
julian yang melihat dirinya ditinggalkan oleh marisa, sekarang ia cemburu melihat junika lebih diperhatikan “mama mentang ada junika aja, kaya nggak ngeliat ada gue disini” gumam Julian lalu menyusuli mereka, yang sabar ya jul!!
“oh yang ini? Yang kamu certain kemarin! Nama kamu siapa nak?” goda justin pada Julian
“junika om!” jawab junika gugupnya setengah mati, dirinya belum pernah seperti ini seumur hidupnya, dibawa ke orang tua temannya.
“gila sih! Namanya bisa mirip banget loh! Jangan-jangan mereka jodoh ma!” seru justin
“ayolah, kita makan dulu nanti bisa lanjut ceritanya yah” ujar Julian tidak ingin nanti junika merasa tidak nyaman, dengan topik yang mereka bicarakan.
...J&J...
“Mak lampir minjem pena dong!” kedatangan sigit mengejutkan nabila yang sedang berada didapur dengan pisaunya, karena ia hendak mau masak untuk makan malam nanti, iya meskipun sekarang masih sore.
“SETAN! NGAPAIN LO KESINI!!” dengan repleknya nabila mengarahkan pisau yang ia pegangi mengarah ke sigit.
“SETAN! PISAU LO KONDISIIN BANGSAT” sigit menjauh, takut badannya yang bagus itu tergores oleh pisau
“lo nggak ada sopan santunnya ya, masuk rumah bak surga itu diwajibkan ketuk pintu dulu” ujar nabila setelah meletakkan pisaunya kemeja
“lo nggak sadar diri? Nasehatin gue padahal situ juga kayak gitu, aneh lo mak lampir” sigit tidak terima
“lagian tante gea sama om rapel juga nggak ada dirumah kan?”
“terserah lo deh, ngapain lo kesini? Boneka lo nggak ada disini” ucap nabila, yang dimaksud boneka adalah si vivi adik nabila yang cantiknya seperti boneka
__ADS_1
“gue kesini mau pinjem pena, punya gue nggak tau kemana? Terus aku cari seisi rumah nggak ada juga, pinjem dong” ujar sigit
“lo bangkrut? pena satu aja nggak ada? Wah ini ciri-ciri anak setan, nggak pernah belajar” ujar nabila
“udahlah, jadi tetanga itu harus baik sesama tetangga, ayo cepetan gue mau belajar nih” ucap sigit.
“tumben anak setan mau belajar” gumam nabila
"yaudah tunggu, gue ambil in dulu" lalu berlari keatas kekamarnya, namun perkataannya tadi masih didengar oleh sigit.
Nabila mengambil pena yang terletak didalam susunan pena miliknya, lalu ia menuruni anak tangga menemui pak lampir katanya!
“nih, ambil aja gue anak teladan jadi banyak pena! Pulang sono gue mau masak, bisa-bisa masakan gue jadi nggak enak kerna ada lo disini”
“MAKASIH ANAK SETAN!” teriak sigit mengibrit lari keluar menjauhi nabila, ia takut setelah mengatakan kalimat barusan ia kena semprot mulut cerewet mak lampir
“BANGSAT LO! Nggak tau terima kasih” teriak nabila, lalu ia kembali untuk memasak, didepannya sekarang ada terong panjang warna ungu, ia menusukkan dan memotong terong itu dengan kesalnya.
"kok ada ya manusia kaya dia, semacam manusia yang tidak tau terima kasih, itulah contohnya harusnya itu kalau udah dipinjami bilang makasih Nabila kiswana yang cantik seperti putri kerajaan, apa susahnya ya muji dikit" Nabila terus bergumam yang tidak jelas saat memasak.
hadeh capek ya sama mereka berdua, tidak pernah akur sejak kecil dan tidak pernah ada yang mengalah, yaudah kita doakan saja supaya cepat akurnya. aamiin....
...hai readers, ketemu lagi kita......
...tinggalin jejak nya dulu dong, dukungan kalian membuatku menjadi semangat untuk up lebih banyak dan cepat....
...maaf jika banyak yang typo atau sebagainya, yang terpenting kalian jangan lupa...
...votenya...
...like...
...komen...
...bye bye...
...lovyu❤️...
ig:@pratiwiptriutmi
__ADS_1