
“awas aja lo, gue buat lo malu ntar!” ucap Julian hanya dapat didengar olehnya sendiri.
Sigit yang dari tadi mengetes suaranya yang tidak sebagus penyanyi terkenal, 1 2 3 cek,cek. “eh, cumi! Nyanyi apaan ni kita?” Tanya sigit ke julian.
“terserah! Lo enak nyanyi doang. Lah gue joget anjing!” ucap Julian.
“udah lah, kalo lo mau protes, ke sono noh protes sama adik lo!” ujar sigit
Suasana siang itu terasa sangat terik, murid-murid berlari-lari, keadaan sekarang semakin ricuh akibat teriakan para kaum hawa yang sudah mengudara. Mereka tiada hentinya memandangi Julian dan sigit yang tengah berdiri dibawah terapan matahari dengan gagahnya, sungguh mereka berdua sangat terlihat tampan sekarang
“KAK JULIAN! AKU MAU, DONG, JADI ADEK LOOOO!!!”
“Beby SIGIT! YUHUUUUUU!!!”
“KAK GALUH! IKUTAN JUGA DONGG!!!”
“KAK JULIAN, KAK SIGIT, I LOVE YOUUUUUU!!!”
Kala ku pandang kerlip bintang nun jauh di sana
Sayup kudengar melodi cinta yang menggema
Terasa kembali gelora jiwa mudaku
Karena tersentuh alunan lagu semerdu kopi,
“DANGDUTTT,,,”
Lapangan semakin ricuh saat sigit mengeluarkan suara emasnya, dan joget andalan Julian, semua murid ikut bernyanyi, dengan hati senang, dan tertawa.
Hahahaha, nabila dengan lily terus tertawa, sampai-sampai terduduk tak tahan, perut mereka sakit karna tertawa, junika hanya Manahan tawanya dan lila sibuk merekam mereka berdua yang sibuk bernyanyi dan berjoget.
“HAHAHA, SUMPAH SUARANYA KAYA KALENG ROMBENG!!” ujar nabila menertawakan sigit, tunangan laknat.
“IYA BENER KATA LO, ITU JULIAN JOGET KAYAK ITIK KEJEPIT, HAHA” ujar lily, “GALUH AYO IKUTAN JUGA LO!” teriak lily ketika melihat galuh di sana.
Galuh tidak tahan, ia juga ikut berjoget di sana sambil teriak, memanggil pacar-pacarnya, maklum playboy emang gitu kok!.
Api asmara yang dahulu pernah membara
Semakin hangat bagai ciuman yang pertama
Detak jantungku seakan ikut irama
Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut
Irama kopi dangdut yang ceria
Menyengat hati menjadi gairah
Membuat aku lupa akan cintaku yang telah lalu
Api asmara yang dahulu pernah membara
Semakin hangat bagai ciuman yang pertama
__ADS_1
Detak jantungku seakan ikut irama
Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut
Dag-dig-dug, detak jantungku
Ser-ser-ser-ser-ser, bunyi darahku
Dag-dug-dug-dig-dug, detak jantungku
Ser-ser-ser-ser-ser, bunyi darahku
Na-na-na, mengapa kamu da-datang lagi menggodaku
Dulu hatiku membeku bagaikan segumpal salju
Ku tak mau perduli biar hitam, biar putih
Melangkah berhati-hati, asal jangan nyebur ke kali
Api asmara yang dahulu pernah membara
Semakin hangat bagai ciuman yang pertama
Detak jantungku seakan ikut irama
Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut
Kini Julian semakin malu, melihat seluruh murid dan guru telah melihat dan merekam mereka bertiga, ia menuju sigit yang masih bernyanyi dan langsung merampas mikrofon dari tangan sigit.
“KAK JULIAN, EMANG ADEK KAKA SIAPA?”
“KAK AKU MAU, JADI, ADEK KAK JULIAN.”
Julian yang tersenyum smirk, berlari menuju junika, dan junika yang melihat Julian menghampirinya ingin kabur, tapi tidak bisa Julian telah dahulu menarik tangan junika.
Junika yang dilihat oleh banyak orang, ia sangat malu, menutup wajahnya dengan rambut panjangnya, “ngapain kesini?”
Julian langsung mengambil mikrofon itu kembali dari tangan sigit, “INI ADEK GUE, IA BERNAMA JUNIKA SELIA WIJAYA, MUNGKIN KALIAN TIDAK BANYAK YANG MENGENALNYA, KARENA ADEK GUE BARU PINDAH KE SEKOLAH INI!”
“SATU HAL LAGI, YANG HARUS KALIAN TAU, JUNIKA ADIK GUE SEKALIGUS CALON ISTRI GUE” jelas Julian.
Junika sangat malu, ketika Julian mengatakan hal demikian, ia menyembunyikan wajahnya didada Julian, “NGAPAIN LO NGOMONG GITU, BANGSAT!”
“WADAAAAAAWWWWWWWW!!!”
“YUHUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!”
“SAKIT, HATIKUUUUUUUUUUU!!!”
Junika menutup wajahnya dengan kedua tangan dalam dekapan Julian, ia merasa malu setengah mati saat ini, dibuat Julian, ingin rasanya ia menghilang saat itu juga.
“HANCUR SUDAH, HATI ABANG NENG JUNIKA”
“MANTAAAAPPPPPPPP!!”
__ADS_1
“TRAKTIRNYA DONGGGG!!”Julian yang menatap junika tersenyum, rasa malunya tadi dibayar dengan hal ini, senjata makan tuan!.
Julian langsung menarik tangan junika pergi dari sana, ia takut akan kena ocehan adiknya sepanjang masa, dan jika dilanjutkan ia akan mengadu ke orang tuanya.
“loh lo ngapain nangis? Gue nyakitin lo, kayaknya nggak deh?!” Tanya Julian, ketika mereka telah sampai dikantin, dan melihat wajah junika.
“LO JAHAT, NGGAK MIKIRIN PERASAAN GUE, AWAS AJA LO GUE ADU IN SAMA PAPA, MAMA!!” ujar junika.
“jahat kenapa, kenapa nangis sih?” Tanya Julian lagi.
“GUE MALU, GILA LO YA?!!” teriak junika.
Julian tertawa terbahak-bahak, sangat puas dengan apa yang ia lakukan sampai-sampai adiknya menangis “oohh, malu? Ya Udah lah, kan emang kenyataan!”
“hiks,hiks, MAU PULANG AJA?!” pinta junika.
Junika tidak ada muka lagi untuk berada disekolah lebih lama, ia akan balas dendam ke julian, suatu saat.
...J&J...
“MAMAAA, PAPAAAAAA!!” panggil junika
Junika berlari memasuki rumahnya, dengan Julian yang mengikutinya, siap-siap untuk mendengar omelan dari mamanya.
“ADA APA, TERIAK-TERIAK? DEK?” Tanya marisa, yang baru saja keluar dari dapur.
“dia tu ma, buat junika malu di sekolahan” ucap junika memeluk marisa, mama angkatnya.
Marisa melepas pelukan junika “eh, tadi bicara apa? Nggak boleh manggil lo, gue atau dia” ucap marisa
Ah, benar saja, sekarang mereka ada peraturan baru, Julian dan junika harus memanggil adik dan abang ketika berada didalam rumah, atau kalau tidak akan dihukum.
“maaf ma, lagian abang buat malu!? Adek rasanya nggak mau sekolah lagi” ucap junika.
“enggak ma, dia yang mulai duluan!” ujar Julian,
marisa menatapnya tajam, “ adek, yang mulai duluan mama, yang cantik!?” Julian membenarkan.
Justin yang mendengar ada yang ribut-ribut keluar dari kamarnya “eeh, ada apa ini?”
Julian yang melihat justin keluar dari kamar, segera memeluk papanya, meniru gaya junika yang mengadu ke marisa “papa, adek buat abang malu! Disekolah!” Julian mengedip-ngedipkan matanya.
“kalian ini kenapa? Mama bingung?” ucap marisa
“iya, papa juga gitu!” ujar justin, melepas pelukan anaknya, gak suka gelay!
Julian menatap justin dan marisa secara bergantian “jadi gini, tadi, Julian disuruh joget sambil nyanyi ditengah lapangan bereng sigit, Julian sebagai abang yang baik, ya udah umum in aja, kalau junika sudah jadi adeknya Julian. Jadi pada intinya adek yang salah!”
“nggak pa, ma. Junika disekolah nantangin temen-temen dan abang buat ngerjain soal matematika, terus abang kalah, dan itu hukumannya, jadi abang yang salah. Abang buat junika malu!” ucap junika.
...haloo gess...
...happy reading guys...
...@pratiwiptriutmi...
__ADS_1
...🤍...