JUNIKA DAN JULIAN

JUNIKA DAN JULIAN
KERIBUTAN TETANGGA


__ADS_3

"pasti orang tuamu juga pada pintar ya" ucap Julian


"jelaslah ayah sama bunda semuanya pandai dalam hal apapun, ayah yang mengajarkan aku semuanya, tapi bunda..." jeda Junika mengingat Sinta tidak pernah memperdulikan nya


"kenapa bunda kamu?" tanya julian


"tidak apa-apa, nggak usah dibahas, lagian bukan urusan Lo juga kan?" ucap Junika


Junika memutuskan pulang bersama julian, iya karena tawaran Julian sempat menolak tapi ia pikir mending pulang bersama julian dari pada naik taksi, hemat uang batinnya!


pak Bambang? ia sedang mengambil cuti dan pulang kampung menemui keluarganya sebab itu Junika harus pulang-pergi sekolah harus menggunakan taksi


tepat diparkiran tempat motor Julian diparkirkan tiba-tiba seorang gadis berteriak memanggil Junika dari kejauhan


Junika bingung, buat apa dia menemuinya lagi. itu Anggi salah satu teman junika yang membelanya ketika ia dituduh saat ia berada disekolah lamanya.


"Junika" teriak anggi


"Anggi? kenapa Lo kesini? bukannya sekolah kita sangat jauh ya jaraknya" ucap Junika


"huh gue kesini demi Lo Jun, gue kesini mau jelasin masalah disaat Lo disekolahkan lama, sekarang sudah terbukti bahwa bukan kamu yang mencuri handphone Helen!" ucap Anggi menjelaskan


"mencuri handphone??" bingung hanya mendengar Julian angkat bicara bertanya pada Anggi


"shuttt!! diem" tegas Junika membuat Julian bungkam menutup mulutnya


"itu hanya rencana Helen untuk menjebak kamu dan sekarang Helen dikeluarkan dari sekolah, tugas gue kesini hanya untuk menyampaikan perintah dari guru dan kepala sekolah, mereka meminta kamu untuk kembali sekolah di SMA


GARUDA Junika" ujar Anggi membuat Junika bingung


"maaf nggi, gue nggak bisa" ujar Junika


"kenapa?" tanya Anggi


"karena gue disini sudah nyaman, di SMA TIKARVIA gue bertemu orang baik disini gue mendapatkan teman dan sahabat disini, gue tidak akan kembali ketempat yang sama kalau nyakitin, gue sudah menemukan tempat yang bisa menghargai gue" ucap Junika


Anggi hanya menunduk karena bersalah telah ikut membuly Junika saat sekolah di SMA GARUDA dan membelanya saat Junika berada diujung tanduk. ia telah terlambat menjadi yang baik


"maafin gue ya Jun" Anggi tertunduk


"Lo nggak salah kok!, kita masih bisa berteman untuk selamanya, harusnya gue berterima kasih sama Lo karena sudah percaya sama gue waktu itu" ujar Junika


"ya udah, gue balik dulu ya Jun, semoga harimu menyenangkan, bye junika" ucap Anggi


"iya nggi bye"


julian yang dari tadi hanya diam menyimak obrolan kedua wanita didepannya bingung apa yang telah terjadi sebelumnya.


"Lo ada masalah apa sih waktu disekolah lama Lo, dan kenapa kalau Lo ngomong sama yang lain lembut, kalau sama gue kasar banget, ngegas terus bawaannya?" tanya julian

__ADS_1


"karena Lo nyebelin" ucap Junika lalu pergi mendekati motor Julian


...*****...


"eh, ayam loncat dari tembok bolong" Nabila terkejut karena sebuah motor yang hampir menabraknya saat dipinggir jalan didepan rumahnya.


Nabila kesal karena tetangganya yang enggak ada akhlak ini kembali membuat masalah dengannya.


"EH, LO BISA BAWA MOTOR NGGAK SIH?" teriak Nabila menggebrak jok motor belakang


"apaan si Lo, tiba tiba dateng marah-marah, nggak waras Lo" ucap Sigit


"elo yang nggak waras, kalau gue ketabrak terus gimana? lagian kenapa Lo disini?" tanya Nabila


Sigit hanya mengangkat alis sebelahnya, heran dengan perempuan didepannya ini masih bertanya hal demikian


"sebelum gue lahir, rumah gue udah disini kali, kasian ya padahal masih muda!" ejek Sigit


"maksud Lo apa?"


"kasian padahal masih mudah udah pikun, makanya banyakin minum susu gih" ucap Sigit turun dari motornya


"nyebelin banget sih" ucap Nabila lalu memukuli badan Sigit


"Lo apaan si, mukul gue, sakit tau" ucap Sigit ditengah Nabila memukulinya


"rumah gue disini, Lo aja pindah Sono yang jauh" ujar Sigit.


mendengar keributan diluar orang tua Sigit pergi melihat apa yang terjadi, mereka sudah menebak bahwa Sigit dengan Nabila sedang ribut


seperti kegiatan sehari-hari mereka membuat perkara, entah dari Sigit ataupun Nabila tidak ada habisnya membuat masalah dan bertengkar


"eh, udah udah dong kalian ribut Mulu! nggak malu sama tetangga?" melerai keduanya untuk berhenti bertengkar


"Sigit nih Tante, dia mau nabrak Nabila Tante" adu Nabila pada orangnya Sigit


"mana ada, dia aja yang nggak tau minggir, nongkrong dipinggir jalan" ujar Sigit


"enggak Tante, Nabila baru balik dan turun dari taksi, terus dia dateng bawa motor ngebut mau nabrak Nabila" ujar nabila


"kamu bandel ya, bawa motor itu hati-hati Sigit kalau ketabrak beneran gimana? mau Lo tanggung jawab nikahin Nabila?" ujar mama Sigit


"mama kok belain dia sih? belain aku dong ma, Sigit mah ogah nikah sama dia, lagian apa sangkutan nya sih tabrak menabrak sama nikah, dasar MAK LAMPIR!!" ucap Sigit


"eh hati-hati kalau ngomong dasar PAK LAMPIR!!" ujar Nabila


"Sigit, Nabila udah dong kalian ribut Mulu! Nabila kamu balik kerumah, Sigit kamu masuk!!" nada meninggi, hampir kualahan menghadapi kehidupan keduanya


"mama harus tau dia yang salah!!" ucap Sigit

__ADS_1


"SEKARANG!!" tegas mama Sigit


Nabila yang sudah mencuit ia berlari kembali kerumahnya, dan sedangkan Sigit ia meringis kesakitan karena telinganya telah ditarik paksa oleh sang mama


...*****...


Di atas motor keduanya tampak menikmati angin yang sejuk, Julian yang melihat Junika dari kaca spionnya yang sedang tersenyum lebar ia pun ikut tersenyum.


"peluk gue, nanti jatuh" ucap Julian


Junika mengernyit alisnya menyeka ucapan Julian "dasar modus" ucap Junika


"didepan ada polisi tidur, takut aja kalau Lo nyungsep kebelakang" ucap Julian


"modus"


Gubrakk!


dengan replek Junika memeluk Julian ulah polisi tidur, Julian hanya tersenyum melihat aksi junika, mencuri kesempatan dalam kempitan


"Lo tadi belum jawab pertanyaan gue tadi" ucap Julian


"yang mana?" tanya Junika


"elo ada masalah apaan disekolah lama Lo, sampai-sampai Lo pindah kesini" tanya julian kembali


"gue dulu sering di-bully disekolah lama gue, jangankan sahabat, teman saja gue nggak punya disana nggak tahu karena apa mereka membenci ku padahal gue nggak pernah berbuat salah sama mereka, dan pada akhirnya ada murit yang bernama Helen menuduhku mencuri handphone-nya dan gue dikeluarin dari sekolahan" jelas Junika


"gue tau alasannya makanya mereka benci lo" ucap Julian


"apa?" tanya Junika karena ia sendiri tidak tau apa alasannya


"karena Lo cantik dan pinter, mungkin mereka semua iri sama lo, dan membenci apa. yang kau Lo lakuin" ucap Julian


"hmm. iya kali ya?" ucap Junika lalu tertawa dan Julian pun ikut tertawa


begitu recehnya hingga membuat keduanya tertawa diperjalanan pulang dari sekolahnya, sekarang yang hanya dipikiran Junika hanyalah satu kata untuk menggambarkan kehidupannya sekarang dengan teman-teman itu adalah nyaman!!


...jangan lupa...


...like...


...komen...


...votenya...


...ya...


...lovyu❤️...

__ADS_1


__ADS_2