
TOK, TOK, TOK
“Assalamualaikum” ujar Julian mengetuk pintu.
Setelah meminta izin untuk belajar kini Julian telah berada didepan rumah junika yang tidak ada rencana mereka berdua akan belajar malam ini.
tidak tau akan belajar atau tidak, dirinya sangat yakin Junika akan marah, tapi tidak apa ia akan mencobanya.
“iya sebentar, nyari siapa ya?” ucap bibi susi yang membuka pintu, asisten rumahnya junika dari rumah lamanya yang kini ikut berpindah juga.
“junika nya ada nggak bi?” Tanya Julian
“siapa bi?” Tanya sinta yang mendengar ketukan pintu karena dirinya penasaran ia memutuskan untuk melihatnya, karena jarang-jarang dirumah itu menerima tamu.
“ehh, kamu temen nya junika ya?” Tanya sinta
“i-iya tante, junika nya ada kan tante?” Tanya Julian
“ada, bi tolong panggilkan junika ya bi, ayo masuk dulu” ucap sinta, keduanya masuk menduduki sofa yang terletak diruang tamu
“nama kamu siapa?” Tanya sinta
“nama aku Julian tante” jawab Julian
“ooh Julian, bisa kebetulan ya nama anak tante awalannya J, jangan-jangan kalian jodoh” ujar sinta
“eh, tante bisa aja” Julian menjadi kikuk, menggaruk pelan lehernya.
“oh iya, nama tante sinta, bundanya junika”
“LO NGAPAIN DISINI!” junika datang dengan raut wajah marah.
“i-iya, mau belajar” ucap Julian
“ikut gue” ujar junika lalu menarik dan mencengkram tangan Julian, hingga membuat tangannya memerah karena kuku junika
“kenapa? Apa ada yang salah?” Tanya Julian
“lo tidak hanya salah, namun lo nggak punya adab, apa salahnya hubungin gue dulu, kan bisa belajarnya diluar atau dirumah lo, nggak harus disini” kesal junika
Julian mengangkat alis kirinya “apa yang salah? Dan lagian gimana gue mau ngehubungin lo, gue aja nggak punya nomor handphone lo, mana nomor handphone lo!” ujar Julian mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.
“gue nggak punya handphone” ujar junika menoleh kearah lain
“kok bisa?” Tanya Julian
“rusak, gue banting” ucap junika dengan polosnya.
“BUSET…” terkejut pengakuan junika.
“udah deh, lo pulang aja besok aja belajarnya abis pulang sekolah” ujar junika lalu mendorongnya namun terhenti ketika ia melihat sinta datang menghampiri mereka
“loh mau kemana, katanya mau belajar?” Tanya sinta
__ADS_1
“besok aja belajarnya” ucap junika ingin pergi namun dilarang oleh sinta
“junika nggak boleh gitu, Julian udah dating kesini kok malah diusir” ujar sinta
Dengan kesalnya junika melepas tangannya yang tadinya memegangi Julian “bunda apa apaan sih! Udah berapa kali junika bilangin, NGGAK USAH URUSIN JUNIKA!!” ujar junika
“IKUT GUE, BELAJAR!” ucap junika menoleh kearah Julian
Junika yang masih memasang wajah marahnya menuju ke kamarnya karena di sanalah letak buku-bukunya dan serta alat sekolahnya.
Ketika telah sampai dikamar nya junika mengambil beberapa alat tulis seperti buku, pena dan beberapa buku materi yang akan mereka pelajari.
Junika memutuskan untuk belajar dibalkon kamarnya yang sudah ada kursi serta bangku yang pas untuk mereka berdua.
Julian yang masih terdiam, takut untuk memulai perbincangan, bukan karena takut apa. Ia hanya takut menanyakan ketika hati junika masih bergemuruh dengan emosinya.
“gue harap hanya lo yang tahu, yang lo lihat tadi” ujar junika sambil membuka-buka bukunya. Karena ia tidak ingin masalah keluarganya diumbar luas
“gue bukan mulut ember kok, tenang aja! Gue janji” balas Julian
“gue butuh bukti, bukan janji” ujar junika dan hanya dapat anggukan kepala dari cowok didepannya ini.
“mau Tanya dong, kok aku nggak ngeliat ayah kamu? Lembur ya” Tanya Julian
Junika yang diam sejenak “nggak usah banyak Tanya, BUKAN URUSAN LO!”
“oke kita mulai belajar dari ini, hasil dari (-6) x {18 + (-9)} : (8 – 10) adalah..? " junika memberi pertanyaan kepada Julian.
“BUSET, baru mulai loh buk udah gini aja pertanyaannya! Nggak ada yang lebih mudah kek, kalau pertanyaannya 1x1 gue tau bu guru” ujar Julian
“(1)” jawab Julian
“ 1 x 2 ?”
“(1)” jawab Julian sambil mengangkat jari telunjuknya menandakan angka Satu
“hah??? Ganteng doang lu!” junika mengaga dengan jawaban Julian
“ iya 1 jawabannya, karena cuman kamu satu-satunya di hati aku” ucap Julian dengan lantangnya.
“astaga!” ucap junika lalu meletakkan wajahnya ditumpukkan buku diatas meja.
“ibu guru kenapa? Capek ya?”
Junika dan Julian menghabiskan malam pertama kali mereka belajar bersama adalah untuk menghapal perkalian yang benar, bukan gombalan!
Junika yang berjam-jam menunggu dan mendengar Julian berceloteh menghapal, membuatnya mengantuk dan sangat mengantuk. Junika tertidur dalam lekukan tangannya dia atas bukunya.
Julian yang sadar melihat junika tertidur dengan cantiknya, tidak akan ia sia-siakan momen langka ini, Julian memotret junika dengan sekali jepretan, karena ia sadar sinta telah datang.
“eh Julian, Junika nya tidur?” Tanya sinta datang dengan membawa nampan yang berisi susu
“eh, i-iya tante” jawab Julian
__ADS_1
“kamu bisakah tolong tante untuk angkat junika ke kasurnya?” ucap sinta
“iya tante, bisa”
Julian mengangkat junika dan meletakkannya diatas tempat tidur junika dan menyelimutinya, dengan setengah sadarnya junika malah menunjuk Julian dan berkata
“lo sampai gue Tanya kagak tau lagi, gue banting lo ke dalam sumur JULIAN" ucap junika tanpa sadarnya.
Julian hanya tersenyum melihat tingkah konyol junika saat tidur, andai tidak ada sinta disana sudah ia abadikan momen ini dengan ponselnya, sinta hanya tersenyum melihat tingkah laku anaknya.
“kalo gitu Julian pulang dulu ya tante, maaf merepotkan” ujar Julian
“nggak apa apa, tante sangat senang kamu kesini, sering-sering main kesini ya julian” ucap sinta menepuk bahu Julian
“iya tante, Julian pulang ya, assalamualaikum” ucap Julian men-salami sinta
“waalaikumsallam”
Sinta mendekati anaknya yang sudah tertidur pulas diatas tempat tidurnya, lama ia memandangi wajah itu sungguh dirinya sangat merindukan putri kecilnya yang sekarang sudah tumbuh dewasa.
"good night sayangnya bunda, maafkan bunda karena bunda banyak salah sama kamu" Sinta mengecup lama kening Junika dan lalu ia mengelus rambut halus itu.
Sinta keluar dari kamar Junika dan menutup pintunya, membiarkan putrinya tidur dengan nyenyak, membiarkan mimpi-mimpi indah mengunjungi tidur Junika.
"Junika benci bunda"
...J&J...
Julian margantara mungkin malam ini termasuk malam bahagianya dari biasanya, dengan melihat wajah Junika saja sudah membuatnya bahagia, Julian tersenyum mengambang sambil melihat foto yang berada di ponselnya. bucin ya bund!
diatas kasur miliknya Ia selalu tersenyum dan sesekali mengelus wajah Junika potret di ponselnya, dengan wajah polosnya yang tertidur, terlihat sangat imut.
"Selamat malam Junika cantik, aku harap kita bisa ketemu di mimpi" ucap Julian lalu membenarkan dirinya dan menyelimuti dirinya
.
.
.
.
.
.
...jangan lupa...
...votenya ya...
...like...
...komen...
__ADS_1
...love you...
...love me❤️...