Kakak kelasku cintaku

Kakak kelasku cintaku
Bab 10 Akhirnya aku sampai rumah


__ADS_3

Aku terus berjalan menyusuri jalanan yang belum pernah aku lalui sebelumnya,aku berjalan tanpa menggunakan alas kaki,kaki ini terasa panas dikala kulit kaki bersentuhan dengan aspal hitam panas yang terkena paparan sinar matahari.


Tiba tiba ada sebuah motor yang menghampirriku.orang itu menggunakan helm hitam juga jaket kulit yang berwarna hitam pula,itu membuatku takut,aku takut di culik. Ya Allah lindungi aku.


"Dita!" orang itu memanggilku,suara itu tidak asing sepertinya familiar sekali.


lalu perlahan lahan aku membalikan badan dan benar saja itu orang yang aku kenal, dia mas dani


"mas dani! " aku berlalu ke arahnya sambil memeluk dan menangis.


"kamu kenapa Dita?"


"aku takut mas,aku nyasar!" sambil ku lepaskan pelukanku "maaf mas"


" Tak apa,kenapa kamu main sampai sejauh ini,bukankah kamu bersama sandi?kemana dia,mengapa dia tega membiarkanmu berjalan sendirian?"


Aku tak menjawab pertanyaannya,justru aku menangis mendengar mas dani bertanya seperti itu. aku mengingat kejadian semalam yang sandi lakukan kepadaku.


"sudah sudah,ayo aku antar pulang dulu" ajaknya sambil ia memakai kembali helm hitam miliknya.


Sepertinya ia mengetahui bahwa aku enggan menjawab pertanyaannya.


***

__ADS_1


Akhirnya aku pun sampai dirumah,lalu kupersilah kan dia masuk,setelah sampai didalam rumah,


tiba tiba Mba dewi memelukku dan menangis


"Ya Allah non,non darimana kenapa semalam tidak pulang,mba khawatir takut non kenapa kenapa"


"Tak apa Mba, oh iya Mba tolong buatkan minum untuk mas sandi ya"


"Baik non, mau minum apa den?"


"Apa saja mba"


"mas aku bersih bersih dulu ya"


Akupun bergegas pergi ke kamar tidurku, kebetulan ada kamar mandi di ruangan tidur ku itu, aku segera menyiram badan yang ku rasa sudah sangat menjijikkan itu sambil menangis dan memukuli kepala ku sendiri


"kenapa kau lakukan ini pada ku mas,padahal aku sungguh sangat mencintaimu" gerutu ku sambil terus menangis sesegukan.


mungkin sangat lama aku berada di dalam,sehingga Mba dewi mengetuk pintu kamar.


"non apakah non dita baik baik saja didalam,?non sudah lama sekali di dalam den dani sudah lama menunggu"


"sebentar ya mba,sebentar lagi!" ucapku sambil buru mandi dan mencuci muka agar tidak terlihat mas dani jika baru saja aku menangis.

__ADS_1


***


" maaf mas lama ya?" tanyaku sambil duduk di sofa depan mas dani.


"Tak apa lah, kukira tadi kamu ketiduran di dalam,makanya lama sekali sampai habis dua gelas kopi aku" sambil cengesan, itu lah dani


Lagi lagi aku mengingat kejadian semalam,tak terasa air mata ini pun menetes membasahi pipi.


"sebenarnya ada apa dita? "


" a a a Tidak mas dita tak apa" kaget aku mendengar mas dani bertanya.


"jujur lah padaku, siapa tahu aku bisa membantu mu, walau kurang yakin si " dia menjawab sambil menggaruk kepala yang mungkin tidak gatal.


" mas, sandi mass hiks..hiks..hiks.." tiba tiba tangis ku pecah seketika itu juga aku benar benar tidak bisa melupakan hal yang menjijikkan itu.


"kenapa dia!" dia bertanya serius padaku kulihat tanganya juga mulai gemetar.


Lalu dengan nada yang terisak aku menceritakan semua,ya semuanya.


"Apa!!! apa benar sandi telah melakukan hal kotor itu padamu dit?"


Aku sampai terjingkat mendengar suara nya,sepertinya dia marah pada mas sandi, bahkan dia menggebrak meja yang ada di hadapannya sampai dua gelas yang ada di atas meja jatuh dan pecah.?

__ADS_1


__ADS_2