Kakak kelasku cintaku

Kakak kelasku cintaku
BAB 23 PENJELASAN


__ADS_3

****


Sesampainya dirumah, Aku meminta izin kepada ibu mertua untuk masuk ke kamar tidur, alasanku adalah karna sangat lelah. Padahal bunda pasti sangat mengerti jika aku saat ini sedang berbohong. Setelah sampai dikamar aku menangis, menangis sejadii jadinya ingin rasanya aku pergi dari sini dan meninggalkan mas sandi. Tetapi ya seperti itu mana boleh seorang istri pergi tanpa se izin suami apalagi perginya itu minggat wkwkwkwkk.


Tokk..Tokk..Tok..


"dek, tolong bukakan dek mas minta maaf tolong dengar penjelasan mas terlebih dahulu." suara mas sandi yang terdengar parau, karna takut jika nanti mas sandi lebih kencang mengetuk pintu nanti malah membuat satu isi rumah gempar lagi.


cekleekkk... aku membuka pintu dan lari terus selimutan deh pura pura tidur aja padahal pasti mas sandi tau jika aku berbohong.


"dek, " di menyentuh punggung ku


"dek, apakah kau marah pada mas?" aneh sekali pertanyaannya itu, anak TK aja mungkin sudah tau dengan jawaban ku.


"apa sih mas, dita ngantuk" aku berbalik arah dan pura pura ngucek mata.


"dek" panggilnya lagi


"apa sih mas, mau jelasin apa lagi, dita sudah lihat semuanya dengan mata kepala dita sendiri"

__ADS_1


"itu Erlin" dia menggenggam tangan ku


"Erlin? bukankah dia mantan terhebatmu? maksudku terbaikmu"


"iya , tapi dia hanya sebatas mantan, dan rekan bisnis tidak lebih"


" apa rekan bisnis? mana ada mas rekan bisnis itu makan berdua dengan mesra lagi! apalagi dia itu mantan pacar kamu mas!!" tetiba aku menangis kembali, sebenarnya gengsi sih tapi ya bagaiman terlanjur sakit.


"dek,mas mohon kamu jangan menangis maafkan mas,mas janji tidak akan mengulanginya lagi" mas sandi memelukukku dengan hangat, tapi cepat cepat aku tepis.


"Aku tidak marah padamu mas, tapi mas aku ingin pulang kerumah papa mama"


"untuk apa? apakah kau begitu marah padaku?" tanyanya


"sudahlah mas, aku cuma ingin pulang aku rindu papa juga mama, aku ngantuk mas mau istirahat" aku merebahkan diriku


"dek" mas sandi kembali memanggilku namun aku tetap diam saja.


****

__ADS_1


Seperti biasa, setelah mandi aku melaksanakan ibadah sholat subuh dan turun ke bawah menuju dapur untuk membantu bibi menyiapkan sarapan pagi ini.


"Apakah anak bunda ini kembali menyiapkan sarapan untuk kita semua" ibu mertua berbicara sambil duduk di kursi meja makan dan disusul oleh mas sandi juga ayah mertua yang killer itu, canda lo gaes.


"kenapa tadi tidak bangunin mas dek, kan mas jadi tidak solat subuh dek?" tanyanya.


"Tadi kulihat mas sangat tidur pulas seperti sangat kelelahan, kan habis kerja seharian" aku menyindirnya dengan halus sambil ku meletakan nasi goreng ke dalam piringnya.


"iya ya sayang, kemarin ada yang kerja capek seharian sangking capeknya sampai makan berdua dengan mantan pacar" timpal ibu mertua tak kalah menyindir mas sandi, malah lebih terang terangan.


uhukk..uhukk.. mas sandi keselek mendengar perkataan ibu mertua.


"kamu ini kenapa sandi, kok pake acara keselek segala." tanya mertua killer, salah maksudku ayah mertua.


"aduh pelan pelan dong sandi, apakah kamu masih saja mengingat erlin." ibu mertua seperti mengejek mas sandi.


"apa apaan si bunda ini,"


"apa erlin?! apakah kamu masih saja berhubungan dengan anak bajingan itu sandi, bukankah kamu sekarang sudah memiliki istri juga sebentar lagi punya anak!!" wooww papa mertua seperti marah besar pada mas sandi, tapi aku merasa hidungku kembang kempis karna ayah mertua seperti membelaku.

__ADS_1


__ADS_2