
Setelah menikah, aku dibawa kekediaman mas sandi,
"mah,pah aku minta izin untuk membawa dita kerumah" izin mas sandi pada kedua orang tua ku.
"iya nak,papa cuma minta tolong sebesar apapun kalian bertengkar, jangan sampai main tangan pada istri ya nak!" papa sambil menepuk pundak mas sandi
"nak mama dan papa titip dita ya, tolong jaga dita, dita sekarang sudah menjadi tanggung jawab kamu, tapi jika kamu menyakiti hati dita, mama papa tidak segan segan akan membawa dita untuk pergi dari rumah kamu!" mama memeluk dengan erat.
" insya allah pah, mah sandi tidak akan pernah menyakiti hati dita, bahakan sandi tidak akan rela air mata itu jatuh dari pelupuk mata istri sandi ini pah" mas sandi menyakinkan mama juga papa sambil sesekali melirik kearah ku.
"papa mama harap,kamu bisa menepatin janji kamu itu nak"
"mah dita pamit mau ikut kerumah mas sandi ya mah,mama doa ini dita supaya dita bisa menjadi istri yang patuh terhadap suami, dan menjadi anak yang berbakti kepada papa juga mama" aku memeluk mama sambil menangis sesegukan.
__ADS_1
"iya nak,mama pasti akan selalu mendoakan kamu yang terbaik,jadi istri ya baik ya nak,yang nurut sama sandi," kata kata mama membuat ku tambah terisak.
"pah, dita pamit ya maafin dita belum bisa jadi putri kebanggan papa juga mama" aku lalu memeluk papa
"jangan nakal dita, ingat sekarang kamu sudah menjadi istri dan sebentar lagi kamu akan menjadi ibu, jadi tanggung jawab kamu akan lebih besar nak." papa memelukku sambil menangis.
****
Sesampainya di rumah mas sandi aku di sambut dengan ramah oleh para pekerja yang ada di rumah mas sandi.
tetapi aku hanya membalas dengan anggukan tanpa berbicara. Ya karna mungkin aku masih sangat kecewa kepada mas sandi, tapi mau bagaimana lagi, dia sekarang sudah sah menjadi suami ku, mau tidak mau aku harus menuruti semua keinginan mas sandi.
"dek ini kamar kita" mas sandi membukakan pintu
__ADS_1
kamar ini sangat luas mungkin 2x lebih luas dari kamarku, dan sudah ada beberapa hiasan seperti bunga mawar juga beberapa bunga yang sangat cantik.
"mas?" panggilku
"iya dek, ada apa?" mas sandi menjawab sambil melepaskan kemeja yang ia kenakan di acara kami tadi siang.
"apakah aku boleh bertanya sesuatu?"
"boleh apa yang mau kau tanyakan dek," mas sandi mendekat dan duduk di tepi ranjang tepat di sampingku.
" kapan aku bisa bertemu dengan kedua orang tua mas sandi" aku bertanya sambil menatap muka mas sandi. tapi ntah apa yang ada dipikirkan mas sandi pada saat itu, sepertinya dia sangat kaget hingga mengeluarkan ekspresi yang ntah aku pun tidak bisa menjabarkannya.
"emmm,nanti ya dek aku akan coba hubungi bunda juga ayah, kapan mereka bisa pulang ke indonesia. " mas sandi, menjawab sambil memainkan jarinya seperti orang yang sedang kebingungan.
__ADS_1
"baiklah mas, aku akan tunggu kabar baiknya, aku kekamar mandi dulu mas, mau bersih bersih" aku berpamitan pada mas sandi,dan dia hanya mengganggukan kepala sambil tersenyum. ada apa sebenarnya kenapa setelah, aku menanyakan tentang kedua orang mas sandi,sepertinya mas sandi sangat gugup juga bingung ada apa ini?