
***
Papa pun memutuskan bahwa kami harus segera menikah lusa.
tapi dengan acara sederhana hanya mengundang beberapa kerabat juga teman dekat saja. itupun ada alasannya karna tau laaah kami masih sama sama sekolah.
" mahh kita akan menggelar acara akad di gedung saja ya mah" ucap papa pada mama sambil memainkan ponsel mungkin sedang ada kerjakan.
"iya pah,nanti mama yang akan mencarikan gedung nya" balas mamah sambil mengelus perut ku.
"mah,pah maafin dita ya,dita sudah membuat papa dan mama malu." aku memeluk mama ku sambil menangis.
"nakk ini semua sudah takdir kamu sayang,mau papa dan mama melakukan apapun itu tidak akan bisa mengembalikan semuanya." mama berkata sambil membalas pelukanku.
"pah?" aku memanggil papah
"iya" Papah mengalihkan pandangannya padaku lalu meletakkan ponselnya.
"apakah nanti jika dita sudah menikah,dita masih boleh tinggal disini?"
__ADS_1
" Ya Allah nak,ya pasti boleh,sebesar apapun kesalahan kamu, kamu itu tetap anak papa ,dan ini juga rumah kamu sayang" papa menghampiri ku dan juga memeluku. tak lama riki pun datang dan juga ikut memelukku. yaallah
****
hari akad pun sudah tiba, kami semua sudah bersiap siap untuk menuju gedung yang sudah dipersiapkan
sesampainya rombongan kami di gedung, di sana sudah ada beberapa kerabat yang berdatangan,
"yaallah dita yang sabar ya" bude lastri datang sembari memelukku,
"iya bude" aku membalas dengan senyuman tipis
" ndak apa Mba, ini sudah takdirnya dita, sudah jalannya." mama ku menimpali perkataan bude lastri
Tak lama kemudian rombongan mas sandi sudah datang, aku lihat ada mas dan juga di sana.
"om maaf orang tua saya tidak bisa datang ke acara ini, karna mereka sedang ada kerjaan di luar negri jadi tidak bisa untuk datang mendadak, tapi saya membawa beberapa saudara dekat om yang akan mewakilkan papa juga mama."
"kenapa tidak di usahakan nak" mama menahan kecewanya.
__ADS_1
"sudah tidak apa apa nak, om juga mengerti, toh ini juga masih menikah siri karna kalian juga belum cukup umur." ucapan Papah mungkin bisa sedikit menenangkan mama.
"baiklah ayo kita masuk,karna acaranya akan segera di mulai." papa mengajak semua rombongan mas sandi untuk masuk ke dalam gedung.
***
setelah melewati beberapa acara yang sedikit membuat deg degan akhirnya aku juga mas sandi sah menjadi suami istri.
"lahhh broo, lu sekarang sudah menjadi seorang suami dan juga akan menjadi bapak bapak hahahahh" mas dani menepuk nepuk pundak mas sandi sambil tertawa sumingringah.
" tapi lu masih mau kan berteman ama gua?" tanya mas sandi
" pasti lah ,lu kan boss gua" mereka pun saling bercanda dan melepas tawa, tapi hati ini sangat sakit bila mengingat apa yang terjadi padaku saat ini, aku sudah sangat mengecewakan papa mama,juga keluarga besar kami, aku pun tak bisa mengabulkan permintaan mereka untuk aku bisa menjadi seorang dokter.
Aku melihat mama sedang berbincang dengan beberapa sodara dan keluarga mas sandi di bangku sana kulihat di sana ada bude lastri, aku takut bila mama ku akan dipermalukan oleh bude lastri, karna kami semua cukup tahu bagaimana mulut ember bude lastri.
"dita, apa kamu mau makan?" mas sandi tiba tiba menggandengku.
"lepas mas,jangan berfikir kita sudah menikah aku akan bisa memaafkanmu begitu saja, heem maaf tidak semudah itu" aku berbicara dengan suara yang agak sedikit menekan.
__ADS_1
"ehmm gua kesana dulu ya san" mas dani pamit menjauh,karna mungkin dia tidak enak telah mendengar aku berbicara kasar terhadap mas sandi.