Kakak kelasku cintaku

Kakak kelasku cintaku
BAB 27 INGIN PERGI


__ADS_3

Setelah hari itu aku sudah tidak mengingat apapun, yang aku ingat hanyalah mas sandi juga ayah mertua sedang membicarakan tentang balas dendam


"dek kamu sudah sadar" ucap seseorang yang tidak lain adalah mas sandi, sayup sayup aku juga melihat disana ada papa,mama,ayah, juga bunda.


"dita dita sayang kamu sudah sadar nak?" ucap namaku sembari menangis.


"dita apakah kamu baik baik saja?" tanya bunda


"dita mana yang sakit nak?" tanya padaku juga.


"mah dita mau pulang" pintaku dengan nada rendah karna aku masih lemas saat itu.


"iya iya dek, kamu pasti akan pulang tapi nanti ya nunggu kamu sehat dulu" jawab mas sandi sembari menggenggam tangan ini.


"lepas mas, aku tidak mau pulang denganmu aku mau pulang kerumah papa." aku mengubah tangan mas sandi yang saat itu sedang menggenggam tangan ku.

__ADS_1


"maksud kamu apa sayang? mas sama sekali tidak mengerti" tanya mas sandi kaget juga beberapa orang disapa juga ikut bertanya.


"apakah kamu masih bertanya padaku mas? apakah aku akan sanggup tinggal bersama orang yang menaruh dendam pada keluargaku?" aku mengatakan itu dengan suara gemetar dan aku juga bisa melihat jika saat itu ayah mertua menunduk mungkin dia merasa bersalah.


"nak tolong, jangan bicara seperti itu, ini hanya salah faham " ucap bunda yang coba menyakinkanku bahwa itu hanyalah kesalahan besar.


"maaf, bun tapi dita benar benar tidak bisa pulang bersama kalian selagi ayah belum bisa menerima duta dengan iklas" aku menatap bunda dengan tatapan nanar, sebetulnya aku tidak tega berbicara seperti itu pada bunda karna pada kenyataanya bunda sangat baik padaku.


"tapi dek mas mohon itu hanya kesalahan " mas sandi kembali menggenggam tangan ini.


"dita dengarkan mama nak, itu sungguh tidak baik didalam sebuah rumah tangga jika ada masalah pecahkanlah masalah itu dengan kepala dingin, jangan mengambil keputusan yang akan membuat kamu menyesal nantinya" mama menasehatiku dengan menangis tapi aku benar benar tidak mau pulang bersama mas sandi saat ini.


"mah jangan pernah berbicara tentang kesalahan ataupun penyesalan saat ini, karma memang kesalahan yang dita lakukan adalah menikah dengan sandi" papa berbicara dengan sedikit lantang.


"jaga bicara anda" sendari tadi kulihat ayah hanya diam saja tiba tiba bersuara dan membuat kami seisi ruangan menjadi kaget.

__ADS_1


"apa yang harus saya jaga? bukankah anda yang tidak bisa menjaga prilaku" papa tidak mau kalah malah suaranya semakin besar saja.


"ayah sudah" bunda mencoba menarik ayah agar tidak ada keributan yang lebih parah dari ini, begitupun mama yang mencoba menangkan papa.


"sudah cukup ayah, papa sandi mohon dita sedang sakit baru saja dia sadar dan tolong mengerti kami baru saja kehilangan anak kami." ucap mas sandi sambil menyatukan tangan seperti memohon.


degg


Apa maksud perkataan mas sandi barusan,kehilangan anak?


"maksud kamu apa mas?" aku bertanya dengan bingung karna aku benar benar belum mengerti.


"dek, kamu sabar ya kamu baru saja mengalami keguguran." mas sandi mencoba menjelaskan padaku sambil memelukku.


"apa mas tidak mungkin, tidak mas hiks hiks hiks" akupunktur tidak bisa membendung air mata ini, dan aku menangis sejadi jadinya dan tanpa sadar aku membalas pelukan mas sandi.

__ADS_1


__ADS_2