Kakak kelasku cintaku

Kakak kelasku cintaku
BAB 25 Maafkan Mas Dita


__ADS_3

pov Sandi


"ditaaa" aku berlari sekuat tenaga ketika aku melihat dita yang tengah berlumuran darah, aku benar benar sangat lemas tidak tau lagi apa yang selanjutnya akan terjadi pada istri juga anak yang sedang di kandung oleh dita.


"ma mass" dita memanggil namaku dengan suara yang tak berdaya, lalu setelah itu dia tidak sadarkan diri.


"sayang, bangun bangun maafkan mas, maaf" aku memeluknya sambil menangis dengan kencang.


"yaallah dita" bunda mendekat dan seperti ingin pingsan ketika melihat keadaan dita ya sangat mengemaskan, Ya Allah lindungi istri juga anakku ya allah.


"ayo kita bawa dia segera kerumah sakit sandi, jangan hanya menangis saja kamu ini. Jangan mengulur ulur waktu, nanti bisa berakibat fatal." ayah segera ke garasi dan mengambil mobil.


"bun" di mobil aku hanya bisa menangis, tidak tahu apa yang harus kulakukan.


"sandi sabar nak, dita pasti kuat bunda yakin itu" bunda mencoba menenangkan aku.


"ini semua salah ayah" tak tau apa yg kurasakan saat ini, aku benar benar kacau ini pertama kalinya aku berani berkata kasar pada ayah ku.


"sandi, jaga ucapanmu" bunda membentakku.

__ADS_1


"tapi bun, ini semua memang salah ayah, coba saja ayah tadi tidak berkata sembarangan mungkin dita sekarang masih bersama kita sehat" kataku sambil menangis, tapi kulihat ayah hanya diam saja.


Tak lama, kami pun sampai ke rumah sakit dan dita segera di tangani oleh dokter.


"dok tolong lakukan apa saja, saya akan bayar berapa saja asal anak saya bisa sembuh dok" bunda berkata pada dokter.


"insya allah buk, kami akan melakukan yang terbaik untuk anak ibu." dokter pun masuk ke dalam UGD.


"Yaallah bun, bagaimana ini semoga dita tidak apa ya bun" aku menangis di pangkuan bundaku.


"sudah lah nak, doakan saja yang terbaik, kamu berdoa terus minta pertolongan pada yang maha kuasa, karna tiada yang tidak mungkin didunia ini." bunda ku memang sangat bijak jika memang sedang ada masalah sebesar apapun.


"tapi bun, apa kita harus memberi tahu papa juga mama, sandi takut jika nanti sandi di salahkan." aku takut jika nanti merek mengambil dita.


"bagaimana pun mereka harus tau sandi, jika kita tidak memberi tau mereka itu akan menjadi kesalahan juga."


"ini semua salah ayah!!" aku menatap tajam ke arah ayah ku.


"kenapa ayah yang disalahkan sandi, itu salah istrimu sendiri mengapa ia mau menyebrang tidak lihat lihat dulu" ya allah, ayahku itu masih saja tidak mengaku bahwa ia salah.

__ADS_1


"sudah sudah, ini dirumah sakit kalian tidak mau kan di usir dari sini " ucap bunda ku.


Tak lama kemudian dokter keluar dari UGD dan memberi tau bahwa.


"keluarga dita?" ucap dokter yang baru saja keluar.


"iya kami dok" aku segera bangkit


"mohon maaf sebelumnya, kami sepertinya akan melakukan tidakan operasi karna ada pendarahan di rahim, dan maaf sekali lagi anak anda tidak bisa kami selamatkan" ucap dikit dengan tenang.


Deggg.. Apa jadi dita keguguran, saat itu juga rasanya kaki ini tidak bisa menopang badan sendiri, karma benar benar lemas.


"apa dok" ayah ku seperti sangat kaget.


"baiklah kami akan menyiapkan ruang operasi dahulu pak, karna NY dita harus segera di tangani." dokter pun meninggalkan kami.


"sandi sabar nak sabar, " bunda memeluku dan mencoba memenangkanku.


"bun, anak sandi bun" tidak tau lagi apa yang akan ku katakan pada mertua ku nanti.

__ADS_1


__ADS_2