
\*\*\*
Setelah beberapa bulan semenjak kedatangan aku juga mas dani kerumah mas sandi,aku dan mas sandi sudah tidak pernah berkomunikasi lagi. Mungkin hanya sekadar berpapasan di sekolah itupun hanya melempar padangan dan cuek satu sama lain.
Haripun sudah menjelang sore,seperti biasa aku segera menuju parkiran dan bergegas untuk pulang .
"Dita!!" teriak seseorang dari belakang
"Mas sandi, ada apa?" aku menjawab dengan ketus.
"mas mau bicara,apa kita bisa bicara berdua di cafe dekat sini?" dia menatapku sambil tersenyum.
"maaf mas, tidak bisa, aku harus segera pulang." sambil ku meraih pintu mobil dan bersiap membukanya.
"pliss, sekali ini saja" tiba tiba dia memegang tangan ku.
"lepaskan mas" ku kibaskan tangan nya dengan kencang
" baik,tapi mas mohon tolong mau ya sebentar saja." dia memohon padaku.
"Baiklah."
***
sesampainya di cafe terdekat, dia memesankan minuman berupa jus,sepertinya jus jeruk deh soalnya air nya berwarna orange.
"mau bicara apa" tanya ku ketus.
__ADS_1
"kamu tidak apa kan?kenapa kamu pucat sekali? "
"Aku ndak apa!!" sambil ku ambil jus yang ada di atas meja dan meminumnya.
" huwekk..huwekk..huweekk." tiba tiba rasanya sangat mual,benar benar tidak enak minuman itu.
" loh loh kenapa dita? kamu tidak suka dengan minuman ini padahal ini jus mangga kesukaan kamu lo,"
"tak tau mas rasanya aneh sekali,aku benar benar mual mencium nya saja." sambil ku menutup hidung dan mulut ku.
" ahh masak si," dia mencoba jus tersebut.
"tidak kok, rasa nya sama seperti biasa, enak manis kenapa kamu bilang aneh?" sambil mengerutkan dahi.
"aneh banget si,biasanya aku sangat menyukai jus mangga tapi ini rasanya benar benar aneh ." gumamku dalam hati.
degggg..
,jantungku langsung berdebar tak karuan dan serasa berdetak lebih cepat.
datang bulan? iya seingat ku aku belum datang bulan selama 2 bulan terakhir.
aku menggelengkan kepala sambil menunduk.
"Apa?" teriak mas sandi kaget, sangking kerasnya suara mas sandi, ada beberapa pengunjung yang menoleh keheranan pada kami.
"stttt.. jangan kenceng dong mas,kamu bisa membuat mereka curiga." ucapkan dan refleks menutup mulutnya .
__ADS_1
" maaf maaf dek" dia menunduk.
"ayo kita beli termometer dek!" dia melotot seperti mau copot matanya.
"mas jangan melotot gituu kenapa! takut tau!! lagian buat apa beli termometer, aku ndak ada demam." jawabku sambil memalingkan muka.
"kok tanya buat apa sih dek! ya buat ngecek kamu hamil atau tidak,ayo kita ke apotek" ajanknya menarik tanganku.
"isshhh lepas tidak mas! itu te**ek bukan termometer ada aja kamu" aku melepaskan tangannya.
"Ahhh ya sudah lah apa itu namanya,ayok!" ajaknya
"iya".
***
kami pun pergi ke apotek yang agak jauh dari daerah kami,karna takut ada yang yang tahu dan semuanya akan jadi lebih buruk.
"kamu yang turun mas,aku gak mau belinya." perintahku padanya
"oke" dia segera keluar dari mobil dan menuju kedalam apotek itu.
Tak lama kemudian dia kembali dan menenteng kantung kresek transparan bening.
" ini dek" dia meberikan bungkusan tersebut sambil menutup pintu mobil.
"apa apaan sih mas,kenapa tidak meminta kantung plastik berwarna hitam? kalau warna bening kan pasti banyak yang melihat!" aku menatapnya dengan judes.
__ADS_1
"sudah tenang di sini tidak ada yang mengenali kita!" dia segera menyalakan mesin mobil dan melajukantnya.