Kakak kelasku cintaku

Kakak kelasku cintaku
Bab 14 Harus menikah !!


__ADS_3

Setelah aku memncoba menenangkan mas dani ahirnya dia pun mau duduk di sofa dengan tenang.


"Ada apa ini? kenapa tiba tiba kamu membuat kekacauan dirumah ku dan?" tanya mas sandi sembari ikut duduk di depan kami.


" kau masih tanya ada apa san!? dita hamil be**k " mas dani kembali meninggikan suaranya juga berdiri dan menunjuk mas sandi.


"sudah mas cukup, jangan buat kekacauan lagi kita bisa bicara baik baik. " aku menarik tangan mas dani agar ia segera duduk. aku sampai tertegun melihat mas dani dia begitu gigih untuk membelaku.


"apa hamil!? tanya mas sandi kaget.


"iya mas,aku hamil!! hiks hiks hiks" tak sanggup lagi aku menahan rasa sesak di dada.


tiba tiba mas sandi mendekat padaku dan ikut menangis sambil memelukku.


"tenang dek, mas akan bertanggung jawab atas semua perbuatan yang mas lakukan padamu. " dan rasa nyaman itu seketika muncul tak terasa aku membalas pelukan mas sandi.


" ekhemm.. liat liat dong kalau mau mesra mesraan di sekitar kalian ada orang kagak!"


kami pun reflek melepaskan pelukan satu sama lain ketika mendengar cerutu nya mas dani.


" jadi bagaimana san lu mau tanggung jawaban!" tanya mas dani

__ADS_1


" pasti dan, bagaimana pun gua sayang sama dita, dan anak yang di kandung dita adalah anak gua juga".


"san maafin gua ya,tadi gua benar benar kecewa sama lu" mas dani mendekat ke mas sandi lalu memeluk mas sandi.


" tak apa gua paham kok" mas sandi membalas peluk mas dani.


****


Aku pun pulang bareng bersama mas sandi juga mas dani. ketika kami mulai masuk ke dalam rumah tiba tiba Papah menghampiri ku lalu menampar ku begitu keras sampai aku tersungkur .


plakkkk...


"apa ini dita!? papa menunjukan te***k padaku, mungkin mama tidak sengaja menemukan barang itu di dalam kamar ku, karna memang barang itu belum sempat aku buang.


"tenang om," mas sandi pun mendekat dan membantuku untuk berdiri.


"mah, pah maaffin dita" aku melihat ke arah mama yang sedang menangis di depan pintu kamar ku.


"riki bawa mama masuk ke kamar." pinta papa pada riki, lalu riki segera membawa mamah kedalam kamar,


kasihan mamah sepertinya mama benar benar tertekan, maafin dita mah

__ADS_1


tiba tiba mas sandi mendekat ke papa dan besimpuh sambil memegang kaki papa.


"om maafkan saya,tolong jangan marah pada dita ini salah saya om, dita tidak salah"


" eh eh bangun nak sandi adaapa?" papa mencoba membangkitkan mas sandi tetapi mas sandi tidak mau bangun juga.


"saya yang sudah menghamili dita om maaf" mas sandi masih persimpuh dan menangis.


"apaaa"


bugghhh


papa menendang dan ingin menghajar mas sandi, tapi sebelum papa menghajar mas sandi, mas dani segera menarik papa.


"om om sudah om, tenang om" mas dani terus berusaha menarik papa.


" dasar anak kurang ajar kamu, kamu sudah membuat anak perempuan kami kehilangan masa depan nya" papa terus menghardik mas sandi dengan kata kata kotor, setelah papa puas Papah duduk dan menangis


"yaallah maafkan hamba yang telah gagal mendidik putri hamba ya allah" aku benar benar sakit melihat papa ku menangis seperti ini.


" kalian harus segera menikah" papa mendongak dan menatap aku juga mas sandi.

__ADS_1


__ADS_2