Kakak kelasku cintaku

Kakak kelasku cintaku
Bab 20 Ngidam Martabak Telor


__ADS_3

Malam pun tiba, setelah kami semua selesai makan malam, bunda juga ayah berpamitan ingin mengunjungi kerabat mereka yang rumah nya tidak jauh dari tempat kami tinggal sekarang.


"Dek, mulai besok mas akan ikut ayah untuk bekerja mengurus bisnis di salah satu kantor cabang ayah yang ada di sekitar sini sayang. kamu baik baik dirumah ya, nanti biar mas bilang sama bunda agar selalu mengingatkan kamu untuk minum susu, kamu kan suka abai jika masalah minum susu ibu hamil." mas sandi mencubit hidungku dan dia mulai membuka laptop yang mungkin ia gunakan untuk bekerja.


"iya mas, mas apakah dita boleh bertanya?" mas sandi memalingkan wajahnya dari layar laptop ke arahku.


"ada apa?" mas sandi menggenggam tangan ku.


" Apakah ayah membenciku mas?kenapa dia terlihat sangat tidak menyukaiku? aku menangis tidak sadar aku memeluk mas sandi.


" sayang, jangan berpikiran seperti itu, ayah sangat menyayangimu, dia orang nya memang seperti itu, tegas,dan sedikit agak kaku, tapi sebenarnya dia itu penyayang, bahkan hatinya seperti hellokitty bila sudah berhadapan dengan bunda" ia memelukku


"Tapi mas?" aku menatap mas sandi dengan tatapan tajam


" ada apa? apakah kamu kurang nyaman kalau ayah juga bunda tinggal bersama kita? kalau iya aku akan mencarikan rumah untuk kita tinggali berdua." mas sandi menggenggam tangan ku dengan lembut.


" bukan seperti itu mas, bunda sangat baik padaku, mungkin aku belum bisa beradaptasi pada ayah," aku tersenyum pada mas sandi, takut jika nanti mas sandi akan menegur ayahnya nanti hubungan ku dengan ayah mertua takut jadi tambah kacau, takut pikiran ayah padaku nanti kalau aku menghasut mas sandi untuk menjauhi orang tua nya


" mas " aku tiba tiba menangis sesegukan.

__ADS_1


" heyy ada apa dek? sudah sudah mas akan coba besok bicara pada ayah ya, agar ayah tidak terlalu kaku padamu ya" mas sandi memeluk kembali


"bukan itu mas" tambah kencang aku rasa suara tangisku.


" lalu apa" mas sandi menatapku dengan bingung.


"Dita mau martabak telor mas, hiks hiks hiks" aku tetap saja menangis


"Ya ampun dek, ingin martabak telur saja kenapa harus menangis sih? mas sandi mengaruk kepalanya yang tidak gatal itu


" Tidak tahu mas, tiba tiba jadi pengen nagis terus bawaan dedek kali ya" aku mengelus elus perutku sambil tetap menangis.


" Tidak mas, dita maunya sekarang bukan besok" tambah ku Kencangkan suara tangis ku seperti anak yang memohon pada ibunya untuk dibelikan mainan.


" Ok baiklah mas akan keluar untuk mencarinya tapi kamu dirumah saja ya" mas sandi mencari kunci mobil yang ada di atas meja riasku.


"baiklah mas,tapi telur nya harus bebek ya 5 biji" aku tersenyum padanya.


"apa telur bebek? 5 ? kenapa susah sekali apa ada dek? "mas sandi menatapku dengan. tatapan heran.

__ADS_1


"pokoknya dita maunya itu mas" aku merengek sambil memegangi jaket yang ia kenakan.


"baiklah akan mas coba cari". dia mengulurkan tangan nya dan aku mencium punggung tangan mas sandi.


***


setelah sekira 40 menit aku menunggu akhirnya yang di tunggu tunggu sudah datang.


"ini dek" mas sandi memberikannya dengan wajah yang lesu.


" wah makasih mas" aku segera membuka bungkusan lalu menyatpnya.


"tau gak si dek, tadi mas sangat sulit sekali mencari permintaanmu, karna mas harus ikut keruma abang abang penjual martabak telur itu" mas sandi duduk di sebelahku, pantas saja tadi mukanya sangat kusut. setelah menyantap 2 potong martabak, aku rasa sudah kenyang perut ini.


" mas sudah" aku berlalu dan mencuci tangan


" apa sudah,tidak dihabiskan? tanyanya bingung


" tidak mas kenyang, terimakasih suami ku yang baik" aku mengecup pipinya.

__ADS_1


"dasar kamu ini ya Nova Anindndita" mas sandi melipat tanganya ke pinggang.


__ADS_2