
***
Pagi pun tiba,dan aku kesiangan, aku sangat takut aku sekarang ada di dalam kamar sendirian ke mana perginya mas sandi kenapa dia tidak mau membangunkanku.
"mass!!" aku mencari keberadaan mas sandi sambil menangis, karna aku baru pertama kali tinggal dirumah mas sandi, kesiangan pulak, ya walaupun orang tua mas sandi tidak ada. Aku perlahan menuruni tangga, dan sepertinya aku mendengar beberapa orang sedang berdebat siapa itu pagi pagi begini sudah ribut.
"Dasar bo*oh kamu sandi, kenapa kamu malah kebablasan" aku mendengar sayup sayup suara yang sepertinya berasal dari ruang tamu,
"sudah cukup yah" terdengar lagi suara wanita menangis kali ini.
Ada apa ini sebenarnya,siapa itu? daripada aku penasaran akhirnya aku berjalan menuruni tangga dengan cepat.
"mas" aku memanggil mas sandi, saat itu juga mas sandi langsung menengok ke arah ku,dan cepat menghampiriku.
"dek, itu bunda sama ayah, mereka datang untuk menemui kita!" sepertinya mas sandi baru saja menangis deh, soalnya dia menatapku sambil mengelap bagian pipinya yang basah, dia seperti tersenyum palsu.
__ADS_1
"oo ii-itu orang tua kamu mas?" aku berbisik didekat telinga mas sandi.
"iya dek, ayo kita hampiri" mas sandi menarik tanganku.
"tunggu mas, aku belum mandi, mana masih muka bantal lagi, kan malu bertemu dengan mertua tapi tidak rapi sama sekali." aku membenarkan hijab instan yang aku gunakan saat ini dengan gugup.
"tidak apa dek,mereka pasti bakal mengerti" mas sandi coba menangkan aku.
Aku berjalan menuju kedua orang tua mas sandi, aku sangat gugup saat ini hingga aku tidak melepaskan genggaman mas sandi.
" eh eh eh kok om tante si,kan sekarang kamu juga sudah menjadi anak kami, jadi panggil bunda sama ayah ya" bunda mas sandi melempar senyum dan memeluku dengan erat.
" yaallah jadi ini perempuan yang berhasil menaklukkan hati sandi yang kaku itu" bunda masih mendekapku, aku hanya diam saja, masya allah hangat sekali pelukan ini sama seperti pelukan mama ku.
"Ayah" gantian aku menyalami ayah mertua ku, tetapi sikap nya sangat berbeda dengan bunda mas sandi,Ayah mas sandi terlihat sangat tidak menyukai ku, aku bersalaman pun dia tidak mengucapkan apapun, ya maklum si mungkin ayah mertua ku masih kecewa dengan kami berdua.
__ADS_1
Dia pun segera pergi meninggalkan kami bertiga, aku benar benar merasa tidak enak jika begini.
"sayang, maafkan ayah ya, mungkin ayah masih lelah dengan perjalanan kami ya jauh, tolong dimengerti ya sayang" ibu mertua ku mengelus pundakku dan bergegas menyusul ayah mertua ku ke dalam kamar.
" Apakah ayah tidak menyukaiku mas" aku menoleh pada mas sandi.
" huustt, tadi kan bunda sudah bilang dek, kalau mungkin ayah sedang lelah." dia memelukku lalu mengajakku untuk masuk kekamar, dan segera mandi.
***
Aku juga mas sandi, keluar dari kamar dan menuruni tangga menuju dapur untuk sarapan. Disana sudah terlihat ayah juga bunda sedang menunggu kami.
"San ini sudah jam berapa? apakah kamu akan membiarkan kami mati kelaparan, karna telah menunggu lama kalian berdua!" papa mertua berbicara dengan nada keras pada kami,
" sudah sudah yah, masak mau merusak makan pagi pertama kita dengan menantu baru kita, jangan seperti itu yah malu sama anak mantu yang cantik ini." bunda mencoba menangkan ayah mertua dengan memegang lengan papa mertua ya besar itu, dan aku hanya bisa menelan ludah sendiri karna sangat takut dengan ayah mertua ku itu.
__ADS_1
SEREM.