
Kulihat saat ini ayah mertua sepertinya benar benar marah pada mas sandi, ada apa sebenarnya? siapa kedua orang tua erlin mengapa ayah mertua sangat membencinya?
"Tapi yah, kita akan melakukan kerja sama karna perusahaan keluarga erlin mungkin akan menguntungkan kita" jelas mas sandi pada ayah mertua
"Tapi sandi, apakah kau lupa? apa kau hanya pura pura lupa?" bentak ayah mertua pada mas sandi, sangking keras nya suara ayah mertua bunda sampai kaget dan berusaha menenangkan ayah mertua.
"yah sudah! tidak malu kah bertengkar dengan anak sendiri? " sela ibu mertua yang berusaha menangkan ayah mertua.
"tapi bun, dia itu sudah benar benar gila karna" ucapan ayah berhenti ketika ibu mertua menepuk punggung ayah mertua.
"yahh cukup!" bentak ibu mertua
"ini kita lagi sarapan yah, mana baik bertengkar didepan rezeki" ucap ibu mertua.
"tapi bun"
"cukup ayah!" seram sekali ibu mertua ini jika sudah serius
"dita sayang, bunda minta tolong buatkan teh hangat ya, biar ayah sedikit tenang" ibu mertua meyuruhku.
"baik bunda" aku langsung pergi menuju dapur untuk membuatkan teh hangat
__ADS_1
"kenapa sih ayah mertua Tu aneh banget, apa apa marah dikit dikit marah, gak takut darah tinggi apa" gumamku sembari merebus air setelah selesai membuatkan teh untuk ibu mertua segera ku antar ke meja makan namun tiba tiba.
"sandi tidak usah bodoh kamu! jangan mengulang kesalahan dua kali " ayah mertua bicara agak pelan namun aku bisa mendengarnya.
"yah, sandi benar benar tidak selingkuh yah, itu semua hanya sebatas rekan kerja" mas sandi mencoba menjelaskan
"rencana kita sudah gagal, cuma gara gara kamu merusak semuanya" ayah tetap saja mengomel.
"yah, aku itu benar benar mencintai dita, dan aku juga tidak ada niatan mengikuti rencana busuk ayah itu" mas sandi seperti ingin menangis soalnya suaranya sangat bergetar.
"iya gara gara cinta buta kamu itu kita tidak bisa menghancurkan usaha keluarga dita, kamu malah menghamilinya tapi tidak apa, itu sudah cukup menghancurkan hati mereka semua."
pyarrrr aku tidak sengaja memecahkan gelas berisi air teh yang tadi aku buat, aku benar benar tidak menyangka bahwa tujuan mas sandi mendekati aku hanya untuk menghancurkan keluarga ku dan juga masa depan ku.
tetapi aku tidak menjawab panggilan mereka aku hanya diam rasa nya sendi sendi yang ada di tubuhku ini seketika mati rasa.
"dit" mas sandi menghampiriku dan langsung mencoba menolong ku ketika aku hampir saja pingsan, tapi untung tidak beneran pingsan.
"a-apa yang ku dengar tadi sungguh banar mas" aku menyentuh pipi mas sandi yang menangis.
"tidak sayang, tadi ayah hanya sedikit kesal dengan mas, jadi ayah berbicara ngawur." bela mas sandi pada dirinya sendiri, tetapi aku bukanya percaya malah semakin eneg mendengar kebohongannya itu.
__ADS_1
plakkk...
Aku menampar pipi mas sandi dengan kencang, dan aku tidak mempedulikan jika ada kedua orang tuanya di sampingku.
"ya allah " ibu mertua terlihat sangat kaget.
"dek maafin mas dek, maaf" mas sandi mencoba memeluku tapi segera aku dorong dengan kuat.
"apa ini mas tujuanmu!! kau ingin menghancurkan masa depan ku? kau ingin membuat keluarga ku hancur sehancur hancurnya!! jawab mas?!" aku menangis sambil sedikit agak berteriak pada mas sandi.
tiba tiba ibu mertua mendekati aku dan memeluku.
"dita maaf dita, ini hanya salah paham." ibu menangis sambil memeluku.
"tapi bun, dita sudah mendengar semuanya, hiks hiks hiks" aku sudah sangat lemas.
"dita, awalnya bunda juga tidak tahu jika kamu adalah target balas dendam ayah, bunda baru tahu setelah kamu menikah dengan sandi, maafkan ayah juga sandi ya dit" ibu mertua masih saja menangis.
"tapi mengapa harus begini bun" dada ku rasanya sangat sesak
Aku segera banget dan lari keluar rumah, dan tanpa aku ketahui ada mobil yang melaju dengan sangat kencang dan
__ADS_1
BRUGHh...
Darah segar sepertinya mengalir dari kepala juga hidungku, setelan itu aku tidak merasakan apa apa.