Kakak kelasku cintaku

Kakak kelasku cintaku
Bab 13 Meminta Pertanggung Jawaban


__ADS_3

"iya mas tapi aku tak bisa jika harus cek sekarang" kataku sambil melihat keluar jendela.


"kenapa tidak bisa dek,apa kamu tidak tahu cara menggunakanya" kata mas sandi sembari fokus melihat jalan.


"bukan seperti itu mas,tapi setahu aku nge cek kehamilan menggunakan te**ek itu harus pakai air pi**s yang kita baru bangun tidur, katanya biar akurat hasilnya."


***


Pagi pagi sekali aku bangun tidur lebih awal dari biasanya mungkin sekitaran jam 03.00 karna aku benar benar tak bisa tidur saat ini.


Aku bergegas menuju kamar mandi,dan aku baru mengingat bahwa aku akan cek sesuatu.


"aku harus menunggu berapa menit untuk tahu hasilnya?" gumam ku sambil mondar mandir


setelah beberapa waktu aku pun melihat hasil nya.


pyarrr ..


aku kaget tanpa terasa memecahkan vas bunga yang ada di dekatku.


"garis 2 ?" tangis ku pun mulai pecah aku tidak tahu harus apa untuk saat ini . bagaimana aku harus memberi tahu kepada kedua orang tua ku bahwa sekarang aku menggandung.

__ADS_1


ya allah cobaan apa ini,


bergegas ku ambil ponsel yang ada di atas meja belajar, untuk segera menghubungi mas sandi , namun dia tidak bisa dihubungi nomornya tidak aktif. bahkan berkali kali aku coba menghubunginya, namun hasilnya tetap sama.


" mas kamu dimana sih? kenapa tidak bisa di telfon" gumamku sambil ku lempar ponsel ku.


Sekarang aku tidak tahu aku harus bagaimana, namun tiba tiba aku berfikir untuk menghubungi mas dani, mungkin saat ini hanya dia yang bisa menolong ku


" [hallo mas, mas mas dani]" aku tak bisa menahan air mata ini.


..." [dita, ada apa? apa kamu ada masalaha"tanyanya ....


"[ mas dita hamil!! hiks.. hiks.. hiks..]" makin kencang suara ku, untung saja papa mamah ku kamar nya berada di lantai dua, jadi tidak akan bisa mendengar suara tangis ku.


dia terus melontarkan pertanyaan pada ku,bahkan dia tidak memberi waktu ku untuk menjawab satupu pertanyaanya itu.


"[itu dia mas,mas sandi tidak bisa aku hubungi]"


"[kalau begitu nanti pagi pagi, kita harus segera pergi kerumahnya? lalu bagaimana dengan orang tua mu apakah mereka sudah tahu tentang masalah ini]"


deggg

__ADS_1


aku bahkan langsung lemas mendengar pertanyaan mas dani barusan, mah pah maafkan dita,maafkan dita yang sudah mengecewakan Papah dan mamah.


***


Sesampainya di rumah mas sandi,seperti hari kemarin, kami pun segera di persilakan masuk oleh pak satpam yang bekerja di rumah mas sandi.


bugggg..


Tiba tiba sama mas dani memukul dan menghajar mas sandi dengan membabi buta


"aaarrrggghhhh" mas sandi teriak kesakitan.


"bia**b lu san,tega lu sampai menghamili dita!!! gua malu san gua malu!! " sambil terus menghajar mas sandi.


"cukup cukup mas,sudah jangan buat kekacauan dirumah orang!!" aku menarik mas dani sambil menangis


"ada apa ini?" tanya satpam dan beberapa pekerja mas sandi yang tiba tiba datang,mungkin mereka mendengar kegaduhan yang yang berasal dari ruang tamu.


"tidak apa pak,kalian boleh melanjutkan pekerjaan,ini hanya salah faham" ucap sandi sambil membersihkan noda darah yang ada di pinggir bibirnya itu.


setelah aku menarik mas dani, dia pun duduk bersimpuh dengan memukul mukuli kepalanya sendiri.

__ADS_1


" maafin gua dita telah memperkenalkan elu dengan laki laki ka****t itu!!" dia meninggikan suaranya dan menatap tajam mas sandi.


__ADS_2