Kakak kelasku cintaku

Kakak kelasku cintaku
Bab 22 BERBELANJA


__ADS_3

Setelah mas sandi juga ayah pergi, ibu mertua mengajakku untuk merawat tanaman yang ada di taman belakang rumah, banyak sekali bunga bunga, buah buahan juga ada beberapa pohon cemara di sana.


" Nak, apakah tadi ayah sudah memberikan kartu kredit untukmu?" tanya ibu mertua sambil memotongi tangkai bunga yang kering.


"sudah bun, bunda kok tau?" aku kaget


" Ya tau lah, kan bunda yang suruh ayah, supaya dia itu sedikit peka terhadap anak menantu juga calon cucunya ini" ibu mertua tersenyum pada ku.


Pantas saja ayah mertua tiba tiba baik, ternyata ada perintah dari ibu mertua ku.


"seharusnya bunda tidak usah menyuruh ayah untuk memberikan kartu kredit pada dita, dita jadi tidak enak bun" sembari aku memetik beberapa buah segar yang ada ditaman belakang.


"itu tidak berlebihan sayang,itu fasilitas untuk anak mantu kesayangan bunda" .


" terimakasih bunda" aku menatap ibu mertuaku dengan haru, dia baik sekali.


"ayo kita masuk, mandi setelah itu siap siap," ibu mertua membereskan peralatan berkebun kami.


"memangnya kita mau kemana bunda" tanyaku bingung.


"kok tanya, tadi kan ayah sudah menyuruh mu untuk berbelanja kebutuhan kamu juga calon bayimu sayang" ibu mertua meletakan tangan di pinggang.


"He he He iya, dita lupa bun, baiklah ayo bun"

__ADS_1


kami pun masuk, lalu bersiap siap ingin pergi ke salah satu pusat perbelanjaan yang besar di kota ini.


" dita kamu bisa bawa mobil?" tanya ibu mertua padaku


"allhamdullillah bisa bun"


" Ya sudah kalau begitu, kita tidak perlu mengajak supir untuk mengantar kita," bunda memberikan kunci mobil milik ayah mertua. mobil HRV berwarna hitam.


Sesampainya kami dipusat perbelanjaan, kami berdua langsung menuju ke toko yang menyediakan perlengkapan anak. ibu mertua seperti kalap memilih banyak sekali barang mulai dari kasur, sarung tangan, baju, topi dan masih banyak lagi, ini sebenarnya yang mau punya anak aku atau ibu mertua? wkwkwk becanda ya, aku malah senang punya ibu mertua yang tidak perhitungan dengan calon cucunya.


"Mba ini total semuanya ya, kami sudah selesai" aku juga ibu mertua meletkan barang barang ini kemeja kasir


setelah semuanya selesai di hitung Mba Mba kasir memberikan setruk belanja pada bunda.


" nak harga nya 67jt" ibu memberikan setruk padaku.


Aku segera memberikan kartu kredit pada Mba kasir


"terimakasih mba" ucapku pada Mba Mba kasir. Untung saja tadi bunda mengajak bibi untuk ikut berbelanja jadi kan bisa membatu membawakan belanjaan yang banyak ini.


"sama sama kakak,ibu semoga puas belanja di toko kami" dia menyatukan tangan plus senyum dengan sangat ramah.


Lalu ibu mertua mengajak kami untuk makan siang di salah satu restoran yang ada di mall ini.

__ADS_1


aku,bibi juga ibu mertua duduk di salah satu meja, dan ibu mertua sudah memesankan menu makan untuk kami, sambil menunggu pesanan datang aku melihat lihat sekitar resto yang terlihat elegan itu, tetapi aku menangkap seseorang sedang makan bersama wanita, seseorang itu sangat aku kenal, benar itu adalah mas sandi.


"Mas Sandi" aku menyebut nama itu


"Sandi, dimana sayang? " ibu mertua bertanya padaku sambil meletakan telefon genggam yang baru saja ia mainkan tadi.


Tetapi Aku tidak merespon pertanyaan ibu mertua ku itu, aku hanya memandangi di mana mas sandi dan wanita itu sedang makan. Lalu ibu mertua ikut melihat ke arah yang sedang aku tuju.


" Apa apa an itu" ibu mertua sedikit berteriak lalu ibu mertua menghampiri mas sandi juga wanita itu , dan bunda ikut serta mengajakku


" Sandi" ibu memanggil mas sandi, tentu mas sandi sangat kaget.


"bunda, dita" mas sandi tak kalah kaget melihat aku juga ibu mertua.


"heh, wanita tidak tau diri!! kamu tidak malu masih menapakan wajahnmu dihadapan putra ku!" ibu mertua sepertinya sudah kenal dengan wanita itu.


"bun, sudah, malu bun aku bisa jelasin semuanya, dita " mas sandi memegang tangan ku, tetapi aku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi di depan ku saat ini.


"Tante aku juga sandi masih saling cinta tante, kenapa si tante dan om masih saja menggangu hubunga kami berdua" wanita itu berbicara agak lantang pada ibu mertua ku


PLLAAKK..


Aku kaget, ibu mertua tiba tiba saja menampar wanita itu dengan kencang , sampai sampai bekas tangan itu membekas di pipi putih wanita itu.

__ADS_1


" jaga bicara kamu, dasar wanita murah" ibu mertua berteriak.


Aku bingung sebenarnya ada apa ini? dan siapa dia?


__ADS_2