Kakak kelasku cintaku

Kakak kelasku cintaku
BAB 26 AYAH DAN PAPA BERTEMU!!


__ADS_3

Tadi papa juga mama sudah aku hubungi lewat telpon. Namun, sampai sekrang mereka belum datang ya wajar si sebenarnya memang jarak rumah kami juga rumah mertua lumayan jauh.


"dok gimana keadaan anak saya" aku mendengar suara bunda sedang berbicara pada dokter, dan aku langsung mendongak.


"allhamdullillah NY dita sudah melewati masa kritisnya pak buk" ucap dokter.


"allhamdullillah terimakasih ya allah, aku segera bersujud dan berterimakasih pada sang maha kuasa."


"bun, ayah cari makan dulu ya. Karna tadi pagi kan kita belum sempat sarapan, ayah takut jika nanti bunda malah ikut sakit."


"iya ayah, tapi jangan lama lama ya." ayah bergegas pergi mungkin ke kantin dekat sini.


Tidak lama kemudian, papa juga mama duta datang kulihat mereka agak sedikit berlari, ya wajar sih namanya juga orang tua, pasti sangat khawatir.


"sandi, sandi gimana keadaan dita?" tanya papa mama berbarengan.


"allhamdullillah pah, mah duta sudah melewati masa kritisnya" aku sambil menyalami mereka berdua.


"anak nya baik baik saja kan san?" tanya mama antusias.


"maaf mah, dokter belum bisa menyelamatkan bayi kami" aku menunduk, karna merasa bersalah karna tidak bisa menjaga anak juga calon cucu mereka.

__ADS_1


"Yaallah pah" mama menangis di pelukan papa, sepertinya mama sangat terpukul.


"sabar ya Mba, mungkin ini bukan rezeki anak anak kita" bunda mengelus tangan mama.


"sandi ini" tanya mama heran.


"iya mah, ini bunda sandi" aku menjelaskan pada mama.


"Mba saya Widya"


"Masya allah, maaf ya Mba aku tidak tahu, kalo Mba ini ibunya sandi maaf sakali, saya maya mba" mama memeluk bunda, dan bunda pun melakukan hal sebaliknya pada mama.


"pak" bunda menjulurkan tangan ingin menyalami papa.


"emmm anu pak, " bunda sepertinya sangat gugup.


"Ayah lagi keluar sebentar tadi pah, mungkin sebentar lagi akan kembali kesini" karna bunda sangat gugup, jadi aku yang menjawab.


"Ooo baiklah" papa menjawab sambil tersenyum pada bunda juga aku.


Setelah beberapa lama kami beremapt mengobrol, akhirnya ayah datang dengan menenteng beberapa kantung yang berisi makanan.

__ADS_1


"bun ini makananya, tadi ayah hanya beli beberapa makanan ringan, tidak apa laga ya bun hitung hitung untuk mengganjal perut bunda sama sandi." ayah berjalan sambil mengecek katung plastik yang ia bawa tanpa melihat kedepan, padahal ada kedua mertuaku disni.


"Ayah" bunda sedikit berbisik pada ayah, tapi aku bisa mendengarnya.


"iya bun, apakah bunda ingin makan naa" ucapan ayah terpotong ketika melihat kedua mertua ku sekarang ada didepannya.


"Faisal Alfahri!" ayah menjatuhkan kantung belanjaan yang ia bawa tadi.


"Fandi pelupi!" papa tak kalah kaget saat itu.


"jadi anda adalah,ayah dari sandi dan juga mertua dari anak saya" papa sepertinya sangat gugup.


"benar anda sangat benar, tapi jangan senang karna pernikahan mereka adalah sebuah kesalahan!!" suara ayah sangat angkuhh.


" apa maksud anda" papa bertanya apa maksud perkataan ayah barusan


"apakah anda tidak bisa mencerna kata kata saya barusan, Faisal Alfahri!" ayah berkata sambil melipat kedua tangannya sisipan dada.


"Anda sangat keterlaluan" sepertinya papa sangat marah mendengar ucapan ayah barusan, dan hampir saja disni terjadi keributan.


"ayah cukup" bunda menarik tangan ayah supaya menjauhi papa.

__ADS_1


"pah, sudah pah sudah jangan membuat keributan disni,ini rumah sakit pah tolong kasian dita mama mohon pa" mama mengiba pada papa, kasian sekali mama baru saja dia mendapatkan musibah yang berat lalu sekarang ayah malah membuat kekacauan disni.


" ayah sandi mohon, jangan membuat keributan disini yah! sandi baru saja kehilangan anak sandi dan sekarang istri sandi belum sadar " aku memohon pada ayahku.


__ADS_2