
...15, februari, 23...
...πππ...
" Dinda " memegang bahu Charlie. " Tidak...aku salah dengar kan " ucap lirih Dinda. " Hiks " menangis.
Dimas memeluk Dinda dan menenangkan nya. Dinda kini berada di rumah Dimas di kota yang dirinya kunjungi. " Minumlah " ujar Dimas menyimpan gelas.
" Jangan berpikiran yang aneh-aneh ya " tebaknya. " Dim...aku butuh sekarang " melihat Dimas.
" Katakan " ujar Dimas. " Tapi kamu akan menikah "
" Aku berbohong soal pernikahan ku " jujur Dimas. " Apa " melihat lekat Dimas. " Ya...aku masih menyangimu, aku menikah karena untuk menyakiti mu yang menikah dengan Jasper " ucap Dimas mendekat ke arah Dinda.
Dinda menjangkau bibir Dimas dan duduk di pangkuannya. Dimas membalas ciuman mantan kekasihnya..tidak..mungkin akan kembali jadi kekasih lagi.
SKIP
" Lebih kencang lagi..tekan " teriak Charlie. " Ini sudah kencang, apa masih sakit " ucap Jasper.
" Pinggang ku...huhu....tekan lagi sakit " titah Charlie. Jasper menekan ujung ulekan di pinggang Charlie yang sakit. " Apa sudah mendingan " ucap Jasper.
" Sudah..terima kasih "kembali berbaring. " Apa sering sakit " tanya Jasper. " Tidak sering, sesekali dan tidak lama kok " ujarnya.
__ADS_1
" Aku akan cari ART untuk menemani mu ya " ucap Jasper mengelus bahu istrinya. " Iya " jawabnya sambil menutup mata. " Aku simpan ulekan dulu " turun dari tempat tidur.
Kembaliannya dari dapur Jasper berbaring di samping Charlie dan memeluk nya. " Ada apa " tanya Charlie yang masih menutup mata.
" Bulan depan aku tidak disisimu, aku takut terjadi apa-apa pada kalian " ujar Jasper.
" Jangan berpikiran yang aneh-aneh, kan sebentar lagi ada yang akan menemani ku " balas Charlie mengeratkan selimut.
" Charlie " panggil Jasper.
" Waeyo ( Kenapa ) " menengok melihat suaminya. " Pikiran ku terus tergiang-ngiang, aku takut meninggalkan mu " ujar Jasper.
"π.., kenapa dengan pikiran mu hah, pikiran tolong jangan membuat suamiku stres heuh " mengelus kepala Jasper dari belakang.
" Benarkah.." bangun dari tidurnya dan mendekat dan ke wajah sang istri, dan menempatkan kedua tangan di sisi wajah Charlie.
" Awalnya aku kira kamu antagonis, ternyata di lihat dari dekat boleh juga " senyum Charlie. " Apa wajah ku terlihat antagonis, bukannya frotagonis " duduk dengan tegab dan mengelus wajahnya.
" Wajah antagonis iya, tapi hati mu penyayang " puji Charlie. " Jangan memujiku " malu Jasper.
" Ch....ada apa dengan mu, aku hanya bercanda " "Hah...aku ini suamimu hah " kembali berbaring dan memeluk Charlie erat.
" Aku sangat menyayangi kalian " ujar Jasper menutup mata.
__ADS_1
^^^Aku juga..., dalam hati Charlie^^^
" Dinda.., kamu sudah bersiap mau kemana " tanya Dimas. " Aku mau kembali, tidak ingin melihat maduku " mengambil tas dan berjalan ke arah pintu.
" Din..., kamu kuat berjalan " tanya Dimas. " Memangnya aku terlihat seperti wanita lemah "sungut-nya.
" Tidak....hanya...hah tunggulah aku akan pergi dengan mu " ujar Dimas.
" Baiklah..." membuka pintu dan meniggalkan Dimas sendiri. " Hah.." Dimas menghembuskan nafas dan ngacak-ngacak rambut.
" Kamu meniduri istri orang dim...hah " duduk di tepian kasur.
Ceklek....
Dimas menutup pintu mobil dan memasang seatbelt. " Sudah siap " tanya Dimas pada Dinda.
" Ya...." singkat Dinda.
Siang harinya Jasper dan Charlie sedang berjemur di halaman rumah. Jasper mengajak bicara bayi-bayi yang masih di dalam perut.
" Anak-anak..., apa kalian baik-baik saja di dalam sana " menganguk.
" Apa anak-anak membalas " aneh Charlie melihat Jasper yang seolah mendapat jawaban dari si cabang bayi.
__ADS_1