
Pemakaman Jasper pun selesai, semua orang kembali ke aktivitas masing-masing, Paula baru ingat kakaknya dan Wanda masih terjebak di toilet.
*bagaimana dengan keadaan mereka ya batin Paula
Charlie
_kamu tinggal dengan mama ya,ayo sayang
Paula
_ma, aku punya satu permintaan
Charlie
_apa pun
Paula
_Stella juga ikut ya ma , please aku mohon
*anak itu lagi, kenapa Paula peduli dengan anak itu batin Charlie
Paula
_ma, boleh ya
Nicols
_tentu saja boleh, iya kan
Charlie
_hmm
Paula
_bener, makasih ma
Paula memeluk mamanya dengan erat, tetapi raut wajah Charlie masam, Nicols yang melihat raut wajah istrinya mengelus rambut Charlie.
Charlie
_mama perhatikan sejak tadi, kakak kamu kemana
Paula
_am, itu, ma aku ada urusan sebentar bye
Kharasya
_ma, aku laper
Charlie
_ya udah kita pulang setelah itu kita jemput kk Paula ya
Kharasya
_iya ma, ayo ayah
Nicols
_iya
__ADS_1
# Jeffri dan Wanda
Wanda
_bangun, bangun
Jeffri membuka matanya , ia terbangun melihat wajah Wanda yang sangat dekat dengannya.
Jeffri
_jangan dekat-dekat dengan ku
Jeffri mendorong bahu Wanda hingga terduduk, dan mendengar suara kreekk,setelah mengambilnya Wanda kaget kacamata Paula patah.
Jeffri
_bajunya udah kering ya
Jeffri memakai kembali pakaian yang sudah kering , lalu mencoba memperbaiki keran setelah di coba, air keran pun berhenti mengalir.
Jeffri mencoba membuka pintu tetapi susah,ia mencoba mendobrak pintu tersebut, hingga berkali-kali, pintu pun terbuka.
Jeffri langsung pergi tanpa memperdulikan Wanda yang masih terbengong ~
Wanda
_kacamata Paula rusak, bagaimana ini, Jeffri kemana dia
Wanda perlahan berdiri dan berjalan ia tidak bisa melihat dari jarak jauh, sesekali ia tersandung. Setelah berhasil keluar ia sudah berada di jalan raya.
*aku tidak tahu jalan pulang, kenapa dia meninggalkan aku sendiri, sudah tahu mataku minus hiks hiks hiks batin Wanda
Wanda
Preman
_hey, anak sekolah kenapa tidak pulang
Wanda
_tolong jangan ganggu saya, pergi, Jeffri
Preman
_ikut sama abang aja ayo
Preman tersebut merangkul Wanda, tetapi Wanda memberontak, ia berlali tapi kepala nya terbentur tiang listrik, preman tersebut tertawa terbahak-bahak.
Preman
_kecil-kecil minus
Preman tersebut pergi tanpa melakukan apapun kepada Wanda . Wanda tidak tahu jika Jeffri mengawasinya dari jarak jauh.
*gadis bodoh, preman saja tidak tertarik batin Jeffri
Jeffri
_udah nangis nya
Wanda
_Jeffri *spontan memeluk Jeffri,hiks hiks hiks
__ADS_1
Jeffri
_udah jangan jadi cengeng
Wanda
_kenapa kamu meninggalkan aku sendiri, mata ku minus tidak bisa melihat dari jarak jauh
Jeffri
_deket berarti bisa *mendekatkan wajahnya ke wajah Wanda
Wanda
_bisa, jangan tolong dekat-dekat
Jeffri
_siapa juga yang tertarik dengan mu, kening mu tidak apa-apa kan
Wanda memegang kening nya dengan bibirnya yang di manyunkan, Jeffri yang melihat itu tertawa sedangkan sang empu makin cemberut, Jeffri pun berhenti tertawa.
*udah cupu, minus lucu lagi, aku kira Paula temannya gitu-gitu aja, ternyata dia cantik, hus kenapa mikirin itu sih, ingat kamu masih mencintai Valerie, Valerie ya batin Jeffri
krryyykkk......
Jeffri
_suara apa tuu
Wanda
_ihh
Jeffri
_laper ya, ikut ayo
Wanda
_aku gak bisa liat..
Jeffri membantu Wanda berdiri lalu menyematkan jari-jari nya di sela-sela jari Wanda.
Jeffri
_ikut arahan ku aja
•
•
•
•
•
•
•
LIKENYA READER KU SAYANG
__ADS_1