Kakak Tiriku Suamiku / Ganti Cerita

Kakak Tiriku Suamiku / Ganti Cerita
KTKSK :part 2 (Season 2) Chapter enam -tujuh


__ADS_3

Resto


Jeffri


_duduk , mbak minta menu nya


Plyn


_silahkan, mau pesan apa


Jeffri


_kamu mau makan apa


Wanda


_apa aja


Jeffri


_steak nya dua ya mbak


Plyn


_minumnya


Jeffri


_eu...


Wanda


_tunggu,kok kamu pesen makanan yang gak layak di makan


Jeffri


_maksudnya?


Plyn


_mbak, makanan disini steril kok


Wanda


_gak mungkin itu buktinya


Jeffri


_bukti apa


Plyn


_maaf jika pelayanan di resto sini kurang baik


Wanda


_steak gak bisa di makan


Jeffri


_steak bisa di dimakan


Wanda


_emang kamu suka sama steak


Jeffri


_siapa yang gak suka makanan itu


Wanda


_steak kayu kamu suka


Jeffri


_hah?


Hahahaha


Para mengunjung semua tertawa mendengarkan ,apa yang Wanda ucap Wanda hanya binggung kenapa semua orang menertawakan nya.


Plyn yang melayani meja makan yang di tempati Wanda dan Jeffri tertawa namun di tahan.


Wanda


_kenapa dengan semua orang


Jeffri


_ya jelaskan mereka tertawa, steak itu makanan bukan steak kayu yang kamu bilang?,emang kamu belum makan steak


Wanda


_*mengeleng


Hahahaha


Semua pengunjung tertawa kembali tetapi kini lebih keras menertawakan gadis polos itu, Wanda merasa malu dengan ketidak tahu nya itu. matanya mengenang ia sangat malu.


Wanda berlari keluar dari resto, saat ingin membuka pintu yang terbuat dari kaca. Wanda terbentur sekali lagi ia mendengarkan orang menertawakan nya lagi.


Setelah bisa keluar dari resto tersebut, Wanda berjalan dan menubruk tong sampah, tangisan nya pun pecah.


Wanda


Wanda


_Paula


Paula


_kamu tidak apa-apa, aku bantu berdiri ayo


Wanda


_aku ingin pulang


Jeffri


_Wanda


Wanda


_aku ingin pulang sekarang


Paula memeluk Wanda yang menangis, ia marah dengan kakaknya itu kenapa tidak melindungi Wanda, saat Wanda di tertawakan, terbentur dan tidak sengaja menabrak tong sampah.


Saat itu Paula melihat saat Wanda di goda oleh preman saat ingin menolong tetapi preman tersebut tidak melakukan apa-apa.


Saat ingin mendekati Wanda ia melihat kakanya , niatnya pun di urungkan sampai ia berhenti di resto dan selanjutnya, ya sampai sekarang.


Paula


_kakak apain Wanda


Jeffri


_kenapa marah sama kakak sih, dia nya aja yg polos yang gak tahu steak itu apa , dia itu malu-maluin tahu gak


Paula


_gak usah hina sahabat ku kak, kaka itu laki-laki harusnya jagain wanita dong


Jeffri


_kenapa sih, kamu bisa milih temen yang lebih baik dari dia, nyusahin tahu gak


Deg


Hati Wanda terasa sakit, saat mendengar kata-kata dari Jeffri.karna matanya minus dia selalu di injak - injak.


Wanda semakin erat memeluk sahabat nya itu, Paula berusaha menenangkan sahabat nya ini.


Paula


_kakak jahat , Wanda kita pulang aja

__ADS_1


Jeffri


_Paula jangan marah dong sama kakak,Paula


Paula dan Wanda sekarang berada di dalam taksi menuju rumah Wanda~


Paula


_maafin kakak aku ya


Wanda


_gak apa-apa, ini resiko orang minus seperti ku, aku selalu merepotkan mu dan kakak mu karena aku


Paula


_ngomong apa sih, kamu tidak merepotkan kok, kamu tenang aja selama kamu belum maafin kakakku, aku juga gak bakal maafin dia


Wanda


_Paula jangan ngomong gitu dia kan


Paula


_aku gak terima kamu di jahatin sama orang karena kekurangan kamu, kamu itu sahabat aku


Wanda


_emm. Paula


Paula


_ya


Wanda


_maaf, kacamata kamu rusak gara-gara aku tidak sengaja menduduki kacamatanya


Paula


_gak apa-apa,oh ya aku beliin kamu kacamata lagi


Wanda


_seharusnya kamu tidak membelikan ku kacamata


Paula


_ini hadiah perpisahan


Wanda


_perpisahan,kamu mau kemana


Paula


_aku akan tinggal di rumah mama dan ayah Nicols, aku akan di pindahkan ke sekolah yang baru. aku satu sekolah dengan kakak


Wanda


_Paula, aku tidak bisa menemui mu lagi


Paula


_ponsel masa gak ke pake


Wanda


_oh iya


# Charlie


Charlie


_ini kamar kamu sayang, bagaimana


Paula


_bagus, kamar Stella dimana ma


*kenapa anak itu lagi sih batin Charlie


Charlie


Paula


_iya ma


Meja Makan


Paula


_ma, emang ada tamu


Charlie


_iya, teman kecil kakak kamu, Valerie ingat gak


Paula


_gak tahu *wajah jutek


Charlie


_jangan jutek dong, senyum semuanya udah kumpul tinggal tamunya


Paula


_Kharasya, Stella mana


Kharasya


_kakak emang gak sayang sama aku *ketus


Paula


_kakak nanya baik-baik rasya


Kharasya


_aku gak tahu


Charlie


_Paula mau kemana


Paula pergi tanpa menjawab apa pun dari sang mama ~


Jeffri


_kamu masih ada kakak ,tenang


Kharasya


_yes


Kamar Stella


Paula


_adik kakak lagi rajin belajar ya


Stella


_kakak, aku kira siapa


Paula


_udah dong belajarnya, kita makan yuk


Stella


_aku takut kak


Paula


_kenapa takut ada kakak

__ADS_1


Stella


_kakak jangan bilang sama siapapun, janji


Paula


_janji, ayo bilang


Stella


_Stella takut jika Kharasya ngira aku rebut kasih sayang kakak


Paula


_kakak tidak membedakan kasih sayang kakak sebelah pihak, kamu dan Kharasya adik kakak ,ikut kakak makan ayo


Stella


_tapi kak


Paula


_mau kakak cubit


Stella


_iya aku ikut


Meja Makan


*apa yang membuatmu sayang dengan anak itu nak batin Charlie


Nicols merangkul bahu istrinya dan berbisik ~


Nicols


_jangan membenci Stella, karena anak itu tidak tahu apa-apa *berbisik


Charlie


_aku tidak membencinya tapi, wajahnya mengingatkan ku dengan Sisil ibunya *berbisik


Jeffri


_ma, Valerie udah dateng


Charlie


_ayo Valerie duduk, ayo kita mulai makannya


Valerie


_makasih tante


*masih berani menampakkan wajah sok polosnya itu batin Paula


Acara makan pun selesai, sekarang mereka ke aktivitas masing-masing, Jeffri dan Valerie sedang berjalan ke balkon kamarnya.


Jeffri berpas-pasan dengan Paula yang sedang berjalan dengan coklat panas di tangan.


Jeffri


_Paula maafin kakak dong


Paula


_gak akan


Jeffri


_Paula please, kakak minta maaf kakak salah


Paula


_gak, kalau kakak mau dapat maaf dari aku, kakak harus minta maaf sama Wanda dulu baru aku maafin


Jeffri


_si minus itu lagi


Paula


_Wanda, dia punya nama dia sahabat aku


Jeffri


_iya kakak minta maaf, ya udah tinggal ajak dia kesini , kakak mau minta maaf


Paula


_kakak telat, karena Wanda kirim pesan sama aku kalau dia mau pindah rumah dan juga pindah sekolah


Jeffri


_kakak minta maaf, gimana dong


Paula


_aku gak peduli, itu resiko kakak


Paula masuk ke dalam kamar nya dan menutup pintu langsung menutup nya~


Jeffri


_Paula,buka dong pintunya


Valerie


_Wanda siapa sih


Jeffri


_aku udah bilang, si minus


kakak


Jeffri


_maaf, kakak khilaf , kita ke balkon ayo


Balkon kamar Jeffri


Jeffri


_Wanda sahabat nya adikku, dia itu nerd, polos tapi kadang-kadang lucu


*antusias banget sih batin Valerie
















__ADS_1


LIKENYA READER KU SAYANG


__ADS_2