
Resto
Jeffri
_duduk , mbak minta menu nya
Plyn
_silahkan, mau pesan apa
Jeffri
_kamu mau makan apa
Wanda
_apa aja
Jeffri
_steak nya dua ya mbak
Plyn
_minumnya
Jeffri
_eu...
Wanda
_tunggu,kok kamu pesen makanan yang gak layak di makan
Jeffri
_maksudnya?
Plyn
_mbak, makanan disini steril kok
Wanda
_gak mungkin itu buktinya
Jeffri
_bukti apa
Plyn
_maaf jika pelayanan di resto sini kurang baik
Wanda
_steak gak bisa di makan
Jeffri
_steak bisa di dimakan
Wanda
_emang kamu suka sama steak
Jeffri
_siapa yang gak suka makanan itu
Wanda
_steak kayu kamu suka
Jeffri
_hah?
Hahahaha
Para mengunjung semua tertawa mendengarkan ,apa yang Wanda ucap Wanda hanya binggung kenapa semua orang menertawakan nya.
Plyn yang melayani meja makan yang di tempati Wanda dan Jeffri tertawa namun di tahan.
Wanda
_kenapa dengan semua orang
Jeffri
_ya jelaskan mereka tertawa, steak itu makanan bukan steak kayu yang kamu bilang?,emang kamu belum makan steak
Wanda
_*mengeleng
Hahahaha
Semua pengunjung tertawa kembali tetapi kini lebih keras menertawakan gadis polos itu, Wanda merasa malu dengan ketidak tahu nya itu. matanya mengenang ia sangat malu.
Wanda berlari keluar dari resto, saat ingin membuka pintu yang terbuat dari kaca. Wanda terbentur sekali lagi ia mendengarkan orang menertawakan nya lagi.
Setelah bisa keluar dari resto tersebut, Wanda berjalan dan menubruk tong sampah, tangisan nya pun pecah.
Wanda
Wanda
_Paula
Paula
_kamu tidak apa-apa, aku bantu berdiri ayo
Wanda
_aku ingin pulang
Jeffri
_Wanda
Wanda
_aku ingin pulang sekarang
Paula memeluk Wanda yang menangis, ia marah dengan kakaknya itu kenapa tidak melindungi Wanda, saat Wanda di tertawakan, terbentur dan tidak sengaja menabrak tong sampah.
Saat itu Paula melihat saat Wanda di goda oleh preman saat ingin menolong tetapi preman tersebut tidak melakukan apa-apa.
Saat ingin mendekati Wanda ia melihat kakanya , niatnya pun di urungkan sampai ia berhenti di resto dan selanjutnya, ya sampai sekarang.
Paula
_kakak apain Wanda
Jeffri
_kenapa marah sama kakak sih, dia nya aja yg polos yang gak tahu steak itu apa , dia itu malu-maluin tahu gak
Paula
_gak usah hina sahabat ku kak, kaka itu laki-laki harusnya jagain wanita dong
Jeffri
_kenapa sih, kamu bisa milih temen yang lebih baik dari dia, nyusahin tahu gak
Deg
Hati Wanda terasa sakit, saat mendengar kata-kata dari Jeffri.karna matanya minus dia selalu di injak - injak.
Wanda semakin erat memeluk sahabat nya itu, Paula berusaha menenangkan sahabat nya ini.
Paula
_kakak jahat , Wanda kita pulang aja
__ADS_1
Jeffri
_Paula jangan marah dong sama kakak,Paula
Paula dan Wanda sekarang berada di dalam taksi menuju rumah Wanda~
Paula
_maafin kakak aku ya
Wanda
_gak apa-apa, ini resiko orang minus seperti ku, aku selalu merepotkan mu dan kakak mu karena aku
Paula
_ngomong apa sih, kamu tidak merepotkan kok, kamu tenang aja selama kamu belum maafin kakakku, aku juga gak bakal maafin dia
Wanda
_Paula jangan ngomong gitu dia kan
Paula
_aku gak terima kamu di jahatin sama orang karena kekurangan kamu, kamu itu sahabat aku
Wanda
_emm. Paula
Paula
_ya
Wanda
_maaf, kacamata kamu rusak gara-gara aku tidak sengaja menduduki kacamatanya
Paula
_gak apa-apa,oh ya aku beliin kamu kacamata lagi
Wanda
_seharusnya kamu tidak membelikan ku kacamata
Paula
_ini hadiah perpisahan
Wanda
_perpisahan,kamu mau kemana
Paula
_aku akan tinggal di rumah mama dan ayah Nicols, aku akan di pindahkan ke sekolah yang baru. aku satu sekolah dengan kakak
Wanda
_Paula, aku tidak bisa menemui mu lagi
Paula
_ponsel masa gak ke pake
Wanda
_oh iya
# Charlie
Charlie
_ini kamar kamu sayang, bagaimana
Paula
_bagus, kamar Stella dimana ma
*kenapa anak itu lagi sih batin Charlie
Charlie
Paula
_iya ma
Meja Makan
Paula
_ma, emang ada tamu
Charlie
_iya, teman kecil kakak kamu, Valerie ingat gak
Paula
_gak tahu *wajah jutek
Charlie
_jangan jutek dong, senyum semuanya udah kumpul tinggal tamunya
Paula
_Kharasya, Stella mana
Kharasya
_kakak emang gak sayang sama aku *ketus
Paula
_kakak nanya baik-baik rasya
Kharasya
_aku gak tahu
Charlie
_Paula mau kemana
Paula pergi tanpa menjawab apa pun dari sang mama ~
Jeffri
_kamu masih ada kakak ,tenang
Kharasya
_yes
Kamar Stella
Paula
_adik kakak lagi rajin belajar ya
Stella
_kakak, aku kira siapa
Paula
_udah dong belajarnya, kita makan yuk
Stella
_aku takut kak
Paula
_kenapa takut ada kakak
__ADS_1
Stella
_kakak jangan bilang sama siapapun, janji
Paula
_janji, ayo bilang
Stella
_Stella takut jika Kharasya ngira aku rebut kasih sayang kakak
Paula
_kakak tidak membedakan kasih sayang kakak sebelah pihak, kamu dan Kharasya adik kakak ,ikut kakak makan ayo
Stella
_tapi kak
Paula
_mau kakak cubit
Stella
_iya aku ikut
Meja Makan
*apa yang membuatmu sayang dengan anak itu nak batin Charlie
Nicols merangkul bahu istrinya dan berbisik ~
Nicols
_jangan membenci Stella, karena anak itu tidak tahu apa-apa *berbisik
Charlie
_aku tidak membencinya tapi, wajahnya mengingatkan ku dengan Sisil ibunya *berbisik
Jeffri
_ma, Valerie udah dateng
Charlie
_ayo Valerie duduk, ayo kita mulai makannya
Valerie
_makasih tante
*masih berani menampakkan wajah sok polosnya itu batin Paula
Acara makan pun selesai, sekarang mereka ke aktivitas masing-masing, Jeffri dan Valerie sedang berjalan ke balkon kamarnya.
Jeffri berpas-pasan dengan Paula yang sedang berjalan dengan coklat panas di tangan.
Jeffri
_Paula maafin kakak dong
Paula
_gak akan
Jeffri
_Paula please, kakak minta maaf kakak salah
Paula
_gak, kalau kakak mau dapat maaf dari aku, kakak harus minta maaf sama Wanda dulu baru aku maafin
Jeffri
_si minus itu lagi
Paula
_Wanda, dia punya nama dia sahabat aku
Jeffri
_iya kakak minta maaf, ya udah tinggal ajak dia kesini , kakak mau minta maaf
Paula
_kakak telat, karena Wanda kirim pesan sama aku kalau dia mau pindah rumah dan juga pindah sekolah
Jeffri
_kakak minta maaf, gimana dong
Paula
_aku gak peduli, itu resiko kakak
Paula masuk ke dalam kamar nya dan menutup pintu langsung menutup nya~
Jeffri
_Paula,buka dong pintunya
Valerie
_Wanda siapa sih
Jeffri
_aku udah bilang, si minus
kakak
Jeffri
_maaf, kakak khilaf , kita ke balkon ayo
Balkon kamar Jeffri
Jeffri
_Wanda sahabat nya adikku, dia itu nerd, polos tapi kadang-kadang lucu
*antusias banget sih batin Valerie
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
LIKENYA READER KU SAYANG