
David
_cucuku
Paula
_Oppa, ayah, itu semua tidak benar kan , hiks hiks hiks
David
_kita ke rumah sakit ya
Paula
_tidak, hiks hiks hiks hiks. Ayah tidak mungkin meninggalkan ku dan Stella hiks hiks hiks,ayah
Wanda memeluk kembali Paula dengan erat ia pun ikut menangis melihat sahabatnya ini~
Wanda
_tenang Paula, kamu harus ikhlas
Paula
_hiks hiks hiks, ayah , Wanda temani aku ke rumah sakit
Wanda
_am
David
_Wanda akan temani Paula ya, pak kepala sekolah
Kepala Sekolah
_silahkan pak , Jerry masuk kelas
Jerry
_iya pak
RUMAH SAKIT
Charlie
_Jasper meninggal Nicols
Nicols
_aku mohon, kamu jangan menangis kamu wanita kuat
Charlie
_Paula, apa Paula mengetahui ini
Nicols
_paman akan menjemput Paula di sekolahnya
Charlie
_aku takut terjadi apa-apa dengan Paula
Nicols memeluk erat istrinya, menenangkan nya dalam dekapan hangatnya ~
Tak berselang lama mereka mendengar suara tangisan. Mereka tidak perlu berpikir, itu tangisan Paula.
Paula menghampiri mamanya, Charlie memeluk erat anak-anak nya ~
Sejak kapan ya Jeffri ikutan di peluk. au ah ~
Charlie
_sayang, kamu ingin melihat ayahmu nak
Paula
_iya ma,aku ingin melihat ayah, tapi Wanda juga harus ikut
Charlie
_Wanda, siapa dia nak
Paula
_sahabat ku ma , Wanda
Wanda memunculkan dirinya di hadapan keluarga Paula, entah kenapa jantungnya tidak bisa di kontrol saat ia berhadapan dengan keluarga Paula.
Terlebih lagi saat di hadapan kakaknya Paula, ia tahu Karena Paula sering menunjukkan foto-foto masa kecil mereka.
Jeffri melihat Wanda keluar dari punggung oppa nya, awalnya ia tidak tertarik dengan wanita yang di belakang oppa nya, tapi saat wanita berpenampilan Nerd itu muncul.
Ia ingin sekali tertawa tapi tidak mungkin suasana nya sedang berkabung ~
*kenapa Paula memilih teman nerd seperti dia. Seperti tidak punya teman lain saja batin Jeffri
Kharasya melihat kakaknya senyum-senyum sendiri, ia merasa aneh ia melihat ekor mata kakaknya tertuju, ekor matanya pun berhenti . Ia melihat Wanita cupu.
Kharasya
__ADS_1
_kak, ih kakak
Jeffri
_apa rasya
Kharasya
_kakak menyukainya
Jeffri
_tidak, diamlah
Charlie
_kamu Wanda nak
Wanda
_iya tante
Paula
_ayo ma aku ingin melihat ayah, Wanda ayo
KAMAR MAYAT
Paula
_hiks hiks hiks hiks
Charlie
_kamu harus kuat ya sayang, demi ayah kamu
Paula
_apa ini ada sangkut pautnya dengan karir ayah ma,apa ayah meningal karena bangkrut terus bunuh diri dan tidak memikirkan putri - putri nya bagaimana nanti, ayah egois ma, hiks hiks hiks
Charlie memeluk erat putrinya, mengelusnya dan mencium putrinya, Paula beralih memeluk Wanda, ekor matanya tidak sengaja melihat tatapan tajam kakanya kepada Wanda.
Entah apa yang ada di dalam pikiran nya ia bisa membuat rencana untuk kakanya jatuh cinta dengan sahabatnya, Paula itu sedang bersedih atau apa sih.
Paula menarik ikat rambut Wanda , mengalihkan dengan suara tangisan nya yang berisik, entah tahu atau tidak tahu Paula berhasil menarik ikat rambut Wanda dan mengantongkan ikat rambutnya tersebut.
Paula
_aku ingin keluar, kapan mayat ayah akan di kubur ma
Charlie
_sebentar lagi sayang, kita harus harus siap-siap
Charlie, Nicols, Kharasya dan David sedang berada di kantin rumah sakit untuk menganjal perutnya. Sedangkan Paula dan Wanda berada di toilet wanita, jika Jeffri menunggu para gadis itu keluar.
*harusnya aku bersedih karena kehilangan ayah, tapi semua itu hilang karena kak Jeffri menatap tajam sahabatku ini, aku akan membuat kk Jeffri terpesona oleh sahabat nerd ku ini, kak Jeffri akan menyesal batin Paula
Wanda
_ah, kerannya bocor Paula
Paula
_aku akan ambilkan handuk di mobil
Wanda
_lama Paula
Paula
_bajumu yang terkena sangat basah Wanda, kamu bisa bertahan kan
Wanda
_cepatlah
Paula perlahan keluar dari toilet, ia melihat kakanya ia langsung berkata jika keran nya tidak bisa mengeluarkan air, Paula meminta untuk kakanya membantu.
Jeffri yang yang percaya langsung masuk, Paula langsung mengunci dan membawa kunci tersebut, ia berlali beberapa langkah menuju rumah sakit berada, Paula sengaja memilih toilet di luar rumah sakit.
Agar jika saat Jeffri dan Wanda meminta tolong tidak ada yang mendengar, dengan santai nya Paula berjalan masuk ke dalam rumah sakit.
Jeffri berjalan dan melihat Wanda menahan keran untuk menutupi lubang keran yang airnya terus mengalir , saat ia memegang bahu Wanda seketika sang empu kaget dan air pun membasahi tubuhnya dengan Wanda kembali.
Wanda yang tersiram dua kali semakin mengigil ~
Jeffri
_apa yang kamu lakukan, kata Paula airnya tidak keluar, kamu ingin mengerjaiku
Wanda
_maaf, aku kaget karena ada yang menyentuh bahu ku, tadi Paula keluar untuk mengambil handuk, kenapa kamu ada di dalam toilet wanita
Jeffri
_ini pasti jebakan, bajuku jadi basah kan
Wanda tidak sangub menjawab tubuhnya sudah mengigil, Wanda keluar dan mengetuk pintu.
__ADS_1
Wanda
_Paula buka, tolong kami terjebak tolong
Jeffri yang tidak nyaman dengan baju basah, langsung melepaskan pakainya menyisakan kaos tipis dan celana pendek, Wanda yang melihat itu menundukkan kepala nya.
Jeffri mengangin-anginkan semua bajunya di pintu-pintu toilet~
Jeffri
_hey, lepaskan pakaianmu dan angin-anginkan seragam mu
Wanda
_hah, tidak mau
Jeffri
_aku tidak memaksa, yang masuk angin dirimu sendiri
Benar juga, ia tidak mau sakit, ia tidak mau membuat ibunya tambah susah karena dirinya sakit, ia tahu ibunya tidak akan sangub membawa ia ke rumah sakit atau klinik, ia tidak mau sakit dan merepotkan orang tuanya.
Dengan perlahan Wanda melepaskan kancing seragamnya, setelah itu melepaskan rok sekolah nya, ia hanya memakai bra dan celana pendek tapi ketat (ciwi-ciwi yang pernah pake. mungkin tahu itu celana apa )
Sambil menutup dadanya Wanda berjalan dengan gemetar melewati Jeffri yang saat itu juga kedinginan sepertinya, saat ingin menyimpan serangamnya di atas pintu toilet ia kesusahan.
Jeffri yang melihat itu langsung mengambil alih dan menyimpan serangam Wanda, Jeffri melihat Wanda menutup area kembarnya dan menundukkan kepalanya.
Jeffri mengernyitkan keningnya ia melihat bercak merah di bahunya Wanda, Jeffri tersenyum devil ia tahu bercak merah yang di bahu Wanda ia menebak Wanda sudah melakukan itu.
Jeffri
_berapa banyak pria yang kau tidur dengan mu hah, luarannya saja polos ternyata
plak
Jeffri
_kamu berani menampar ku
Wanda
_tentu saja aku berani ๐ข, dengan orang yang mengangab ku tidak perawan, meski aku cupu, aku masih menjaga kehormatan ku,meski aku orang yang tidak berada, aku bisa menjaga kehormatan ku untuk suamiku kelak, kenapa semua orang melihatku dari luar penampilan ku, tidak seperti sahabatku dia rela jadi nerd seperti ku hanya untuk bisa bersahabat dengan ku
Jeffri
_lebay, lalu tanda di bahu mu apa, aku tahu tanda itu, kau pasti menjual dirimu kan
plak
Jeffri
_kau berani menampar ku lagi
Kali ini Wanda terduduk di lantai ia melepaskan kacamatanya dan menangis melipatkan kedua kakinya dengan kedua tangan nya.
hiks hiks hiks hiks hiks
Jeffri
_aku mohon jangan menangis maafkan kata-kata ku yang kurang ajar padamu , maafkan aku, Wanda
Wanda mengangkat kepalanya, Jeffri bisa melihat wajah ayunya Wanda membuat ia gagal fokus. Rambut terurai kulit mulus wajah yang manis menurutnya.
Tapi sekarang berbeda mata, hidung dan pipinya merah akibat menangis tersedu-sedu ~
Wanda
_kenapa kamu mengangab ku wanita murahan karena melihat bercak merah ini, kamu apa-apa tahu tentang ku, hanya Paula yang tahu bagaimana aku, meski aku orang biasa tidak seperti mu orang berada
Jeffri
_aku sudah minta maaf
Wanda
_mudah bagimu untuk minta maaf, kau ingin tahu bagaimana ada bercak merah di bahu ku bukan
Jeffri menghapus air mata Wanda dengan kedua tangan nya ~
Wanda
_sebelum Paula mendapatkan kabar buruk itu, aku sudah mendapat musibah terlebih dahulu, saat aku ingin ke toilet, aku berpas-pasan dengan Jerry, kau kau tahu lelaki itu mengangab aku wanita murahan seperti yang kamu katakan.
Dia mematahkan kacamata ku, ikat rambut ku pun di buang olehnya, aku di paksa masuk ke dalam toilet wanita, dan disana Jerry melancarkan aksinya untuk melecehkan ku.
Dan tiba\-tiba datang para siswi dan membully ku habis\-habisan, tapi untuknya Paula datang sebelum Jerry dan teman perempuannya itu melecehkan ku disana.
Jeffri yang masih memegang kedua pipi Wanda dengan tangan kekarnya dapat melihat air mata yang terus mengalir.
Jeffri memindahkan tubuh Wanda ke pangkuannya dan memeluk erat, menenangkan nya Kepala Wanda berada di dada bidang Jeffri.
Ia sendiri aneh dengan apa yang ia perbuat, ingin menjadi super hero untuk Wanda,tidak mungkin, ia hanya mencintai Valerie.
Wanda tertidur di pangkuan Jeffri yang memeluknya, sang empunya pun ikut tertidur. Banda yang dingin sekarang jadi hangat karena keintiman mereka. (ingat loh keintiman bukan hanya untuk berhubungan badan doang, jangan di aneh-aneh ok , harus bisa membedakan )
**LIKENYA READER KU SAYANG
1364 KATA YANG AUTHOR KETIK. MUNGKIN? ๐
__ADS_1
TERIMA KASIH**