
^^^04.September.22 ^^^
...****************...
"Am..."melihat Jasper sama-sama bingung harus bilang apa. "Charlie keseleo tidak sengaja menginjak batu di jalan dan tergelincir "ujarnya.
"Benarkah itu "mendelik ke arah Charlie. "Em "Charlie meyakinkan ekspresinya agar ibunya tidak curiga. "Baiklah...cepat ke meja makan, ibu sudah masak "ujar Sarah berlalu pergi.
"I...iya bu "ucap Charlie bernafas lega. Setelah berganti baju keduanya sama-sama duduk di meja makan. Jasper maupun Charlie keduanya sangat canggung.
Di bawah meja kaki Jasper menyenggol kaki Charlie. Keduanya tersenyum sambil makan saat tidak ada orang mereka kembali bermesraan. Tanpa disadari Sarah yang berada di lantai atas tersebut mengepalkan tangannya.
Sorenya Charlie dan Jasper berada di kamar masing-masing,Sarah masuk ke dalam kamar Charlie dan memberikan tes DNA ke wajah Charlie.
"Bu....kenapa "Kaget Charlie mengambil amplop tersebut. "Pergi dari rumah ini "teriaknya.
Charlie semakin kaget karena Sarah membentak nya. Charlie membuka amplop tersebut dan melihat hasil tes DNA tersebut.
__ADS_1
"Tidak cocok? "bingung Charlie melihat Sarah. "Aku sudah bilang aku mengambil mu dari ibumu "menarik tangan Charlie.
Jasper yang akan keluar namun kaget mendengar teriakan Sarah di kamar Charlie. Jasper membuka sedikit pintunya untuk menguping pembicaraan Sarah & Charlie.
"Apa-apaan ini "tanya Charlie. "Ibumu selingkuhan suamiku, hanya aku yang tidak memiliki anak, hamil pun sampai 6 bulan dan tidak selamat. Meski begitu aku tidak percaya apa yang suamiku lakukan "mencengkeram kedua pipi Charlie.
"Bu...."ringisnya. "Ibumu itu mengambil suamiku dan dia menceraikan ku "mencengkeram kuat pipi Charlie. "AA "berusaha melepas cengkeraman Sarah.
"Aku tidak mau mengurus mu lagi, pergilah dan jangan ganggu rumah tangga baruku "melepas cengkeraman nya.
...Kenapa bu Sarah berbicara seperti itu, dalam hati Jasper ...
Sarah keluar dari kamar Charlie yang sendirian sedang memegang hasil tes DNA. "Hiks 😢"bangun dari duduknya dan berjalan ke arah lemari.
"Kenapa tidak membuangku saja, daripada mengurus ku "ujarnya membereskan pakaian nya. "Kamu mau kemana "tanya Jasper menutup pintu.
Charlie menghapus air matanya dan berbalik menghadap ke arah Jasper yang bersandar di dinding pintu. "Sejak kapan disini "mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Aku tanya mau kemana "abai Jasper melihat datar Charlie. "Aku mau mengunjungi nenekku "bohong nya. "Dengan barang sebanyak itu, untuk apa "pura-pura tidak tahu.
"Aku akan menginap di rumah nenekku, aku sangat merindukan nya "tersenyum terpaksa. "Berapa lama "menghalangi Charlie untuk keluar.
"Entahlah "bingung Charlie. Jasper mengunci pintu dan mendekat ke arah Charlie lalu mengelus pipi Charlie. "Jika kamu lama kembali kesini, berikan aku salam perpisahan yang akan aku ingat "melihat Charlie.
"Ayo kita ulangi lagi "ujar Jasper. Charlie menatap Jasper dan menghapus air matanya lalu mengangguk. "Tapi pelan-pelan "ucapnya melihat Jasper menganguk.
Jasper membuka kancing kemeja milik Charlie lalu perlahan mencium ceruk wanitanya dengan lembut, dan menurunkan rok Charlie lalu menggendong nya untuk berbaring di atas tempat tidur.
Mereka mengulangi yang kedua kalinya untuk tanda perpisahan entah kapan Charlie akan balik lagi. Jasper tidur lelap di samping Charlie. Namun sang empu tidak tidur melainkan menunggu Jasper benar-benar terlelap tidur, setelah itu ia akan pergi.
Charlie melepaskan tangan Jasper yang berada di tubuhnya dengan perlahan, lalu mengecup kening Jasper lembut. Setelah itu turun dari ranjang lalu memakai pakaian.
Charlie memegang pegangan koper dan keluar dari lantai dua, menuruni tangga dengan perlahan. Sudah di ujung tangga dirinya melihat Sarah yang bersedekap dada.
"Jangan sampai suamiku tahu alasan kamu pergi "bisiknya berlalu pergi. Charlie menarik kopernya dan berjalan menuju gerbang setelah itu memberhentikan taksi.
__ADS_1