
Seketika Charlie tidak bisa berkutik dan melihat ke arah Devina. "Apa...ayo katakan "ujar Jasper.
"Dia adikmu ya "ucap Owen. "Hai kenalkan Owen "mengulurkan tangan. "Charlie "menerima jabatan tangan Owen.
"Pergilah untuk apa kesini "mendorong bahu Jasper. Membuat tumpuan tangan Jasper roboh seketika. "Kau "kesalnya. "☺ "tersenyum tanpa berdosa.
"Eit...jangan ribut kita makan-makan bareng aja oke, aku yang traktir "usul Owen. "Setuju "ucap cepat Devina dan Charlie.
Beberapa menit kemudian Owen dan Jasper melihat betapa lahapnya kedua wanita yang berada di depan mereka tersebut.
"Kau makan atau apa "ucap Jasper melihat Charlie. Namun Charlie menyumpal Jasper dengan bakso dan berakhir diam. Owen yang melihat itu hanya tertawa.
Sepulangnya dari Cafè Charlie dan Jasper tengah di perjalanan pulang, dengan motor milik Jasper. Charlie menjaga jarak saat satu motor dengan nya.
Jasper sengaja mengerem dan hal hasil Charlie kedepan dan memeluk pinggang Jasper "Sengaja ya "omel Charlie. "Itu tahu "senyum Jasper tipis dan melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
20:00
Charlie berhenti di pintu kamar Jasper dengan pelan, ia membuka knop pintu membukanya pelan menonggolkan kepalanya di sela-sela pintu.
Tidak melihat adanya keberadaan Jasper ia pun masuk dan menutup pintunya, Charlie berjalan-jalan di sekitar kamar Jasper langkah nya terhenti di meja, melihat sebuah figura yang buat dirinya penasaran.
Charlie mengambil figura tersebut dan melihat Jasper dengan seorang wanita cantik. "Siapa dia..., baru kali ini aku melihat wanita ini "ucap pelan Charlie.
"Sedang apa "berdiri di belakang tubuh Charlie. Seketika tubuh Charlie menenang karena kaget, dengan hati-hati ia membalikkan badannya.
"Kenapa bisa di belakang ku, tadi aku tidak melihat mu "menyembunyikan figura di belakang tubuhnya. "Kembalikan "pinta Jasper menatap tajam Charlie.
Charlie mendorong dada Jasper dan berlari dari kejaran Jasper, kakinya keseleo dan berbaring di kasur Jasper. Tubuh terhimpit dengan tubuh Jasper yang berusaha mengambil figura tersebut, namun Charlie tetap mempertahankan figura tersebut.
"Kembalikan...lepaskan tangan mu "menarik figura dari tangan Charlie. Mau dapat hukuman dariku hah "
__ADS_1
"Jelaskan padaku gampang kan, siapa wanita itu, kekasih mu, ibumu atau siapa "keukeuh Charlie karena ingin tahu. "Adik perempuan ku, puas "mengambil figura dan turun dari tempat tidur.
Charlie bangun dari berbaringnya dan berjalan keluar namun belum sempat keluar, Jasper menahan pintu dan menyudutkan Charlie lalu menatap nya intens.
Sang empu meneguk saliva nyanyi dan menahan dada kakak tirinya untuk tidak terlalu dekat. "Kenapa masuk tanpa izin "
"😐...am "tidak bisa jawab. "Magnet apa yang membuatmu tertarik ke dalam kamar ku "masih setia melihat Charlie.
"Haha...ada apa dengan mu, jangan serius seperti itu "akan membuka pintu. Namun Jasper menahan tangan nya dan menguncinya.
"Lepas....atau aku teriak "ancamnya. "Teriak saja..., paling yang di interogasi kamu masuk ke dalam kamar ku "melihat wajah Charlie intens.
Mata keduanya saling menatap satu sama lain, hingga Jasper mendekat dan ingin mengapai yang reader sudah ketahui 2cm saja sampai. Namun...
Tok Tok Tok
__ADS_1
Keduanya kaget dan menjauh dari pintu. "Siapa "ucap Jasper. " Ibu...ada apa "ucap Sarah.
"Tidak ada apa-apa....hanya seekor tikus besar "melihat Charlie. "Hush "kesal Charlie.