
Satu bulan kemudian Sisil hamil. Itu membuat Owen sang kakak murka dan menghajar Jasper .
Owen
_kau yang menghamili adikku
Jasper
_kita impas, aku menghamili adikmu dan kau menghamili istriku,cih menjijikkan
Owen
_dan kau juga sama brengsek nya dengan ku Jasper
Owen pergi dari hadapan Jasper meningkatkan pekarangan rumah sahabat nya.
Sisil
_jadi aku hanya bahan tuk balas dendam nya kak Jasper, aku tidak terima aku akan mengugurkan anak ini
Saat Sisil ingin keluar Jasper dengan segera mencegah Sisil untuk pergi dan memeluknya dari belakang .
Jasper
_jangan lakukan. Aku akan bertanggung jawab
Sisil
_benarkah
Jasper
_tentu saja
Hari demi hari Jasper pun menepati janjinya yaitu menikahi Sisil,dalam hatinya hanya ada Charlie tidak ada wanita lain, ia melakukan itu karena bertanggung jawab atas apa yang ia perbuat kpd Sisil.
Minggu berganti jadi bulan ia tidak pernah menyangka akan di pertemukan lagi dengan Charlie dan anak-anaknya, ia sangat bahagia atau melebihi rasa bahagia tersebut.
Namun ia tidak mau Charlie mengetahui bahwa ia menikah lagi, ia tidak mau Charlie meninggalkan nya dan membawa anak-anaknya tersebut.
**Flashback on
(maaf kalau ada yang salah** )
Charlie mendorong tubuh Jasper hingga menjauh dari tubuhnya.
Charlie
_itu sama saja kamu selingkuh di belakang ku Jasper, knp kamu menghamili Sisil bukannya kamu tidak pernah mencintai Emma knp kamu ingin balas dendam
Jasper
_aku mohon aku minta maaf,aku juga harus bertanggung jawab atas segala yang ku perbuat, setelah anak itu lahir aku akan menceraikannya agar kamu mau memaafkan aku
Charlie berjalan melewati Jasper dan memutar kunci untuk membuka pintu.
Jasper
__ADS_1
_kamu mau kemana
Charlie
_aku mau tidur bersama anak-anak
Charlie keluar dari kamar tersebut dan menaiki tangga menuju kamar anak-anak, ia melihat Paula dan Jeffri tertidur di ranjang yang terpisah.
Charlie merebahkan tubuhnya di tempat tidur Paula dan memeluknya matanya pun tertutup pertanda ia akan memasuki alam mimpi.
πππ
Jeffri
_aaa mama aku juga ingin tidur dengan mama
Jeffri yang bangun tidur dan melihat mamanya tidak tidur di kasur nya melainkan tidur di kasur sang adik.
Jeffri bangun dan menaiki kasur sang adik ia merebahkan tubuhnya di tengah-tengah.
Paula
_kakak ganggu tahu
Jeffri
_biarin
Charlie
_nih mama peluk kalian berdua kok
Charlie
_ayo bangun, waktunya sekolah dan jangan lupa cuci muka terus
Paula dan Jeffri
_gosok gigi
Charlie
_pinter , nunggu kalian siap-siap mama bikin sarapan ya
Paula dan Jeffri
_ok mama
Charlie turun dan menuju ke arah dapur ia menyiapkan makan untuk sarapan anak-anak nya, semua tertata rapi di meja makan.
Paula dan Jeffri sudah siap dengan seragam nya untuk sekolah, mereka duduk dan Charlie memberikan susu cokelat untuk Paula dan susu strowberry untuk Jeffri.
Charlie
_makan yang banyak sayang
Sisil
__ADS_1
_wah sarapan nya sudah siap, maaf ya aku tidak membantumu, karena kehamilan ku membuat aku ingin bangun lebih lama
Jeffri
_tante Sisil hamil
Sisil
_iyaa sayang, kamu bisa memangilnya sebagai adikmu juga
Charlie
_Sisil
Jeffri
_itu bukan adik aku tante, kan tante bukan mamanya aku, kalau aku punya adik pasti mama yang hamil adik aku tante *wajah polos
Sisil
_itu sama saja sayang hanya saja beda ibu tapi satu ay..
Charlie
_stop Sisil, anak-anak ku tidak akan mengerti. Aku peringatkan jangan membahas yang tidak bisa di cerna oleh anak-anak
Sisil
_kamu marah aku tidak berniat untuk membuat mu marah maafkan aku *wajah sedih yangdi buat-buat
Jasper
_pagi anak-anak ayah
Paula dan Jeffri
_pagi ayah
Jasper
_aku sangat lapar
Charlie
_biar
Sisil
_kamu mau makan apa sayang
Paula dan Jeffri berhenti makan untuk sesaat ia mendengar sebutan sayang untuk ayah nya dari wanita berbeda, mereka berpikir itu seharusnya mamanya yang berkata seperti itu.
Paula dan Jeffri melanjutkan acara makan mereka, Charlie yang berniat untuk melayani suaminya terduduk kembali saat Sisil yang lebih dulu.
Jasper dapat melihat wajah sedih Charlie, namun ia juga bisa melihat Charlie pandai berpura-pura untuk menutupi rasa sedih nya di depan Paula dan Jeffri.
**maaf ngebosenin
__ADS_1
likenya**