
...5.September.22...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Charlie saat ini sedang duduk berseberangan dengan pak Fateh yang tersenyum ramah. "Kedatangan saya kesini diminta oleh pak David "ujarnya.
"Paman "ucap Charlie. "Saya tidak bisa kembali ke rumah ayah David, saya betah tinggal dengan bibi dan keponakan saya "ujarnya.
"Mengertilah nona pak David sedang sakit sedang kurang sehat, pak David menginginkan nona pulang ke rumah tinggal dengan nya "
"😐" diam dan menunduk.
KEDIAMAN DAVID MARTEEN
"Ayah hari ini sedang menunggu siapa "tanya Jasper. "Ya "angguk David. "Ada seorang yang ayah tunggu "ucapnya.
"Malam semuanya "ucap Dinda. "Oh Dinda, Kemarilah "senang Sarah. "Mungkin sebentar lagi "ucap David pada putranya.
__ADS_1
"Kamu sedang menunggu siapa? "bingung Sarah. Jasper menengok geli karena tingkah Dinda yg manja padanya. Matanya membulat melihat Charlie dengan pak Fateh memegang satu koper.
"A...apa ini "kaget Sarah. "😐"datar Dinda. "☺ "berdiri dari duduknya. "Kemarilah nak, Charlie akan tinggal di rumah ini lagi, ayah yang meminta Charlie untuk kembali "merangkul bahu Charlie.
"Apa "ucap Sarah berdiri dari duduknya. "Ayo kita makan bersama dulu "ajak David. Jasper berlalu pergi ke lantai dua yang diikuti Dinda.
"Aku tidak lapar "ucap Sarah berlalu pergi. "Sudah biarkan mereka, kita makan saja ya "
"Ada apa ini, kenapa meminta ku untuk kembali tinggal disini "ucap Charlie melihat David. "Ayah akan jelaskan, tapi nanti ayolah "meminta Charlie untuk duduk.
"Kamu mau kemana "tanya David. "Anter aku pulang om "jawab Dinda menyalami tangan David. "Hati-hati di jalan "ujarnya Jasper dan Dinda pergi melewati Charlie dan David, dengan Jasper tanpa melihat ke arah Charlie.
"Kamu istirahat gih "mengelus bahu Charlie. "Iya yah "menarik koper dan masuk ke dalam kemudian menutup pintu.
1 jam telah usai Jasper pulang ke rumah dan memarkirkan motornya. Dengan perlahan menaiki tangga dan melihat pintu kamar Charlie terbuka. Melihat kiri-kanan dan masuk ke dalam kamar Charlie.
"Ups "menutup pintu dan menutupi matanya terbuka, jika ada yang masuk bagaimana "ucapnya.
__ADS_1
"Orang itu kamu...keluarlah "mendekat ke arah Jasper. "Aku mau tidur "tiba-tiba Jasper memeluk Charlie erat. Dan Charlie membuka pintu untuk Jasper keluar.
"Keluarlah, kamu bukan lagi milikku "ucapnya melepaskan pelukan Jasper. "Hah aku tidak peduli dengan pertanyaan itu "
"Kita saudara "ucap Charlie. "Tiri...ingatlah itu "menutup pintu kamar Charlie. "Apa yang kamu lakukan "mendekat ke arah Jasper.
Wajah mereka saat ini saling berdekatan, Jasper tersebut melihat wajah kesal Charlie. "Ingatlah wanita yang akan menjadi istri mu sekarang, lagi pula aku tidak menyukai mu "bohong nya.
"Cih.."memegang tangan Charlie kuat. "Jasper lepas "berusaha melepas tangannya. "Tidak "tolak Jasper. "Jasper "kesalnya.
"Aku tidak akan membiarkan mu pergi lagi dariku "tegasnya melihat wajah Charlie. "Ini salah Jasper. Kamu akan bertunangan aku tidak berhak lagi atas dirimu "mata berembun.
"Jangan dengarkan kata-kata orang lain, pikirkan kebahagiaan mu sendiri "ucapnya di depan wajah Charlie. "Menikahlah dengan ku Charlie "seriusnya.
"Bagaimana caranya heuh, ayah dan ibu tidak akan setuju "ujarnya. "Dan..."meneteskan air mata. "Kita kawin lari saja "ide Jasper.
"Apa "kaget Charlie.
__ADS_1