
Jeffri
_udah beres kan,kakak mau jalan dulu
Paula
_sama cewek itu
Jeffri
_Valerie, dia punya nama *berlalu pergi
Wanda
_aku masuk dulu
Paula
_tunggu, kamu pindah ke sini
Wanda
_iya ini rumah nya
Paula
_kita tetanggaan,yeah tapi tunggu kesini sama siapa
Wanda
_majikan ibuku itu baik
Paula
_pak Zayn kan namanya
Wanda
_dia masih muda, belum tua ayo mampir
Paula
_tentu saja ayo *menarik tangan Wanda
Wanda
_jadi kamu yang bersemangat
Paula dan Wanda sudah berada di dalam, Wanda membereskan makanan ke lemari separuhnya ke lemari es.
Wanda
_kita ke belakang yuk
Paula
_berenang
Wanda
_tidak, di belakang rumah tuan Zayn sudah tersedia tempat tinggal aku dan orang tuaku
Paula
_waw, ayo kita kesana
BEBERAPA MENIT KEMUDIAN
Paula
__ADS_1
_Wanda aku ke rumah itu sebentar ya
Wanda
_mau ngapain, nanti kamu kena marah lagi
Paula
_sebentar aja
Paula berjalan masuk ke rumah tersebut, kakinya berhenti di ruang tengah matanya membulat dengan apa yang ia lihat.
Hey jangan sentuh barang it...
Paula
_Kak Zayn
Zayn
_hai Paula,kita ketemu lagi setelah sekian lama *menunjukkan senyum manis nya
Paula menghampiri Zayn dimana Zayn berdiri, setelah sudah di hadapan Zayn tangan nya terulur untuk menyentuh pipi Zayn, namun.
Zayn
Zayn
_Bella
Bella
_dia siapa
Paula
_saya salah masuk, maaf rumah saya ada di sebelah permisi
Bella
*Paula kenapa bisa masuk ke dalam rumah ya batin Zayn
Satu minggu kemudian...
Guru
_pagi
murid-murid
_pagi bu
Guru
_di kelas kita kedatangan murid baru, masuk
Seorang siswi berjalan dengan rasa gugubnya,Wanda ia lah sang murid baru di kelas tersebut.
Wanda merubah penampilannya, rambut terurai, memakai kacamata pemberian dari sahabat nya.
Wanda tampil dengan berbeda tidak seperti di sekolahnya yang lama berpenampilan nerd.
Sejenak Jeffri memandang kecantikan sahabat adiknya tersebut, Valerie yang melihat itu sedikit masam.
*saingan baru batin Valerie
Paula yang yang berdekatan dengan Valerie berbisik sesuatu kepada Valerie ~
Paula
__ADS_1
_aku harap kamu nyerah dari sekarang, daripada kak Jeffri tahu sifat asli kamu *berbisik
Valerie menatap tajam Paula , dengan sorot mata yang berapi-api, belum selesai meredakan amarah nya, Paula kembali berbisik.
Paula
_lebih baik nyerah sekarang, daripada bau sok polos kamu ketahuan *berbisik
Brraakk
Guru
_Valerie kamu kenapa
Valerie
_am, maaf bu *kembali duduk
Guru
_kamu duduk di sebelah bangku Jeffri ya
Wanda
_iya bu
Wanda berjalan dengan rasa gugubnya, karena apa? karena Jeffri terus saja memperhatikan nya dari depan kelas hingga sampai bokongnya sudah duduk di kursi.
Guru
_buka halaman 102 kerjakan
Wanda pun mengeluarkan bukunya lalu mengerjakan soal-soal, hingga ada salah satu jawaban yang kurang tepat menurutnya , ia lupa tidak membeli penghapus.
Wanda
_aku bisa pinjam penghapus
Pandangan Jeffri dan Wanda pun beradu jadi satu arah, sudah beberapa menit mereka beradu pandang sebelum Wanda membuang wajahnya.
Jeffri pun tersadar akan sikap Wanda, di antara mereka ada Valerie yang menatap sinis Jeffri dan Wanda sedangkan Paula kebalikannya, ia berdoa dalam hati semoga mereka jadi sepasang kekasih, atau bisa jadi menikah ada apa sih di pikiran adiknya Jeffri ini .
Jeffri
_tadi kamu bilang apa
Paula
_aku pinjam penghapus
Jeffri
_oh ini
Saat Jeffri menyerahkan penghapus itu, tangan mereka bersentuhan Wanda jadi salah tingkah. Sedangkan Jeffri entah apa yang membuat dirinya tak bosan memandangi Wanda.
•
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
•
LIKENYA READER KU SAYANG