
Di sebuah jalan ibu kota A dengan keramaian yang biasa pada pagi hari. Hari itu seorang gadis muda yang ingin keluarganya hidup nyaman tapi sayang dia lahir dikeluarga yang begitu kejam, setiap hari di rumah itu terdengar tangisan jeritan bahkan pukulan yang bergema. Terdapat 4 anggota keluarga terdiri ayah, ibu dan 2 putri mereka. Ayah mereka bekerja sebagai karyawan teladan bagi orang di kantornya tapi justru malah berkebalikan di rumah, setiap pulang jika mereka lengah ada rumah berserakan marah bukan main pada kami dan jika gaji terpotong biaya rumah ayah memarahi dan memukul ibu dengan meninggalkan bekas luka dalam, hingga terdengar tangisan dan jeritan di rumah kadang ayah membawa wanita entah dari mana tidur dikamar yang seharusnya kamar untuk ayah dan ibu justru untuk wanita lain, sedangkan ibu justru menahannya tersenyum lembut pada kami, ibu sering bekerja serabutan karna uang yang dhasilkan ayah tidak diberikan atau diberikan pun tidak bisa sampai sepenuhnya dari hasil rumah sehari - harinya. Ayahku biasa dipanggil tuan Chen dan ibuku nyonya Chen, aku bernama Luxi Chen dan adiku Lian Chen. Luxi baru memasuki SMA Tong yang lumayan bergesin karna Tuan Chen yang memasukan, ia tidak ingin teman kantornya mengejeknya karna kurang mampu bersekolah bergensi sedangkan adiku berkebalikan Tuan memasukan Lian di SD Qin yang biasa aja, perbedaan kami sangatlah jauh Luxi dibangga dan Lian merasa di kucilkan atau tidak dianggap, dan itu membuat Luxi dan Lian merengang.
*pagi hari*
__ADS_1
Pagi hari ini Luxi akan bersekolah baru pertama kali di kelas 1-1, karna nilai Luxi mendapat nilai tertinggi mudah baginya untuk bersekolah dia suka.
Nyonya Chen "Luxi…… keluar sekarang kamu akan terlambat dihari kamu sekolah dan uang sakumu di tempat biasa ya!" Luxi bergegas keluar dari kamar dan berangkat ke sekolahnya, ia tidak terbiasa sarapan di rumah karna Tuan Chen akan marah jika kami semua sarapan bersama akan terganggu dengan wanita lain ayah, sedangkan adikku akan menunggu ibu diluar rumah yang berpakaian sekolah, ia tidak ingin melihatku bersamanya apa lagi sekedar mengobrol sesama saudara. Sikap adikku tergolong pediam kadang diriku takut saat ia melihat dari celah pintunya mengamati diriku sambil bergumam entah apa, jika aku menyapanya ia akan melototi aku dengan mengerikan seakan ingin membunuhku, kadang aku merasa cemas akan sikap adikku yang menutup dirinya dan jarang membawa teman.
__ADS_1
***
Tami"Hei… Lu di hari pertama kita sekolah kuharap kita sekelas seperti biasa karna kita tidak terpisahkan, tapi anehnya setiap kita beda kelas tidak sampai 1 minggu kita sekelas lagi…?" (curiga)
__ADS_1
Luxi Chen"Hmm… iya aku penasaran kenapa guru yang mengaturnya pun hanya mengeleng kepala atau tidak menjawabnya, ya sudahlah mungkin kita beruntung tidak dapat berpisah sudah buang pikiranmu itu! " (mengakar bahu)
Mereka mengobrol hingga sampai di sekolah mereka ...
__ADS_1