Kamar 1130

Kamar 1130
Episode 6


__ADS_3

Pak li hanya tersenyum sinis di mimik wajah itu dan ia menjawab dengan membuat seisi kelas kaget...


Pak Li "guru kalian tiba - tiba hilang dan meja guru kalian terdapat surat keterangan kalau ia ada urusan mendadak atau tidak bisa hadir untuk kelas kalian jadi untuk sementara saya akan mengantikan guru kalian" (ramah)


seisi kelas riu mendengar pak li atau bertanya mengapa di hari pertama mereka bersekolah tidak ada guru baru mereka dan sekaligus wali kelas.


siswa 1 "aduh kenapa mendadak menghilang gini dan mengapa ada surat di mejanya aneh deh"(tanya)


siswa 2 " kamu gimana sih kan pak li bilang kalau ada urusan penting jadi ia terburu - buru jadi tidak sempat pamit!" (jawabnya)


siswa 3 " Hmmm... guru itu tidak profesional dalam membagi pribadi dan pekerjaan? gimana nasib kita semua kan tidak lucu kalau kelas tidak wali... "


pak li mendengar seisi kelas tidak kondusif mengangkat suara.


Pak li " apa semua sudah bisa diam, saya mau bicara bisakan? " (tanya keras)


semua kelas mendengar pak li menjadi diam dan mereka meminta maaf, kelas pun hening.


pak li " kalian tidak usah khawatir tentang wali kelas, saya akan menjadi wali kelas kalian untuk sementara jadi apa kalian bisa tenang? "(jawabnya)

__ADS_1


siswa 3 "wah... tidak apa pak kalau bapak jadi wali kelas? bukannya bapak kepala sekolah baru kan menjadi lebih merepotkan bapak! "


pak li "terimakasih untuk khawatir kalian tapi untuk masalah kepala sekolah saya membaginya dengan wakil kepala sekolah jadi mohon bantuannya " (senyum ramah)


"terimakasih banyak bapak mohon bantuannya untuk kelas kami bapak" (sontak satu kelas)


***


Berakhirnya diskusi perkenalan pak li mulai membagi kelasnya siapa yang menjadi ketua kelas dan bagian pengurus lainya. Pak li yang melihat luxi dan tami hanya tampak mengobrol dengan teman kelas lainya hanya senyum paling ramah dengan satu muridnya itu. Tiba - tiba Lian datang raut muka memelas sambil mendorong pintu.


"drek..." (dorong pintu)


Lian"Maaf pak guru saya datang terlambat, saya izin tidak enak bapak maafkan saya..."(muka memelas)


Lian"kenapa bapak menghiraukan saya bapak saya sudah izin ke UKS saya tidak enak badan dan saya diantar bersama teman saya, bisa maafkan saya bapak" (memelas)


pak li"kamu anak baru dan datang terlambat untuk memulai kelas jadi saya hanya menyuruh kamu duduk sesuai yang di sepakatin dengan kelas ini dan kamu bilang saya marah, sudah kamu duduk saja dan dengarkan saya." (marah)


Lian mendengar guru baru itu menjadi punya balas dendam kepada guru barunya, ia pun menuruti guru baru itu dengan tersenyum dan sambil berjalan lemah menuju mejanya, tidak menyangka tempat duduknya hampir belangkang dari meja ia mau dan ia mulai mengatakan tidak masuk akal.

__ADS_1


Lian" kenapa duduk meja saya berubah saya sudah duduk di tempat saya mau kenapa saya harus dibelakang ada yang bisa jelaskan bapak baru"(marah besar)


pak li kaget mendengar lian marah pada saat ia menjelaskan pada ketua kelas, dan seisi kelas mulai melihat lian.


pak li "apa kamu bisa duduk dan tidak marah dan kenapa harus berteriak segala di sini kelas bukan rumah kamu.. "(tegas)


lian"oh...bapak tidak mengerti tentang kasta sekolah ya apa bapak tidak mengenal saya jadi bisa seenaknya saja, bapak hanya guru baru dan wali apa harus seenaknya saja coba lihat saya kenapa saya harus duduk di belakang saya sudah duduk di meja saya inginkan rubah duduk ini saya tidak mau duduk sini rubah sekarang" (tegas)


pak li"kamu cukup ributnya sekarang duduk saja kenapa harus bermasalah dengan tempat duduk, kamu berani sekali lagi ribut bapak akan hukum kamu mengerti."


lian"oh tidak mau berubah ya saya akan lakukan sendiri saja. "(meremehkan)


Lian melihat sekeliling dan mencari meja ia inginkan dan menghampirinya.


Lian"Hei...cupu pindah tidak kamu harus di belakang minggir cepet capek ini berdiri."(meremehkan)


anak cupu"maaf saya sudah disini tapi saya akan pergi maaf..."(ketakutan)


pak li melihat itu turun tangan dan ia menghampirinya.

__ADS_1


Pak li"sudah cukup kamu murid baru keluar dari kelas saya dan kamu cepat ke ruang wakil kepala sekolah sekarang"(marah)


Lian yang tidak tahu dari awal guru baru itu dan baru sadar guru baru itu adalah kepala sekolah ia hanya diam membeku ketakutan, lian hanya melirik ke teman - temannya hanya mengalihkan pandangan saja dan ia mengatakan....


__ADS_2