
Yuki yang sebari dari atas turun dan kini mereka saling beradu pandangan, sosok yang selalu tinggal di kamar lian dari kecil kini menampakan wujudnya lagi....
Yuki perlahan mendekat ke arah Lian dengan merangkak, wujudnya kini sudah tidak berbentuk lagi kini lebih menyeramkan penuh luka, robekan sekitar tubuhnya, robekan di mulut hingga ketelinga, mata nyaris tidak berbentuk tapi sebelah matanya mata merah pekat ada di pupilnya, jika dia tersenyum nampak mengerikan.
yuki dengan tangan yang mulai pucat meraih wajah lian dengan cepat seketika sekeliling menjadi gelap.
..."Ak...ah... hehehe.... hahahaha.... sudah masuk lagi yuki punya tubuh lagi sekian lama....? Hmmm.... lihat yuki sudah punya tubuh, Hmm.... harus ke hutan ya berburu apa ya pendaki atau hewan atau bangsa hantu rendah lagi?... " ucap yuki...
Tubuh lian kini sudah di ambil alih oleh yuki, tatapan kini berbeda sudah bukan manusia melaikan monster. Yuki mengambil pisau berdarah itu dan berjalan keluar dari kamarnya dengan tertatih - tatih menuju pintu keluar saat akan mau membuka pintu alhasi yuki mendengar suara dari kamar orang tua lian.
Yuki berhenti dan melihat dari celah pintu yang tidak tertutup, yuki melihat ayah lian menyiksa ibunya dengan kejam dengan ana, yuki pun merasa gejolak dengan mata merah itu ingin membunuh sekarang orang kejam itu tapi dia sudah berjanji apa ia ucapkan. Yuki pun pergi melirik ke arah meja makan yang penuh piring bersih pun mengalihkan mereka dengan memecahkan piring itu.
__ADS_1
****Prang....****
Bunyi piring pecah terdengar seketika menjadi hening yuki pun langsung pergi menuju apa yang sudah di janjikan. Yuki berjalan pelan melihat sekeliling dari kegelapan di bawah jembatan, tanpa sadar yuki di kejutkan beberapa pria mesum ingin mengodanya.
"Hei...kamu apa tersesat? biar kami antar kamu ke rumah sini ikut kami... " kata orang itu dengan pandang mesum.
Yuki yang wajahnya tertutup rambut pun mulai membuka matanya segera menghilang mata merahnya menjadi manusia, Yuki sedikit menjauh agar orang itu masuk kegelapan agar mudah ia lakukan sesuatu.
"Bisakah kalian pergi aku tidak mau ikut kalian... " ucap yuki memancing mundur.
"T....Te....teman katamu apa kamu suka padaku dan ingin diriku? berapa banyak yang kamu jadikan teman? " tanya yuki tersenyum sinis.
__ADS_1
"wow....iya kami suka kamu jadi kamu ikut kami ke klub kami traktir kamu deh apa aja ya...sini... dan untuk itu ada banyak sekali benarkan teman - teman? "jawab dengan nada memaksa.
"Baiklah....jadi ada banyak ya? kalian bisa di sini saja kan aku akan mengabulkannya! mendekat ke sini bisakan? " tanya yuki
Beberapa pria pun tanpa ragu untuk maju di sisi gelap jembatan, yuki perlahan mundur sambil ia mengulurkan tangannya,Yuki menyuruh dua orang masuk dalam kegelapan itu secara bergantian.
Dua pria itu beradu pandang kenapa ada wanita cantik mengiyakan maksud terselubung, Pria itu berjalan tanpa ragu dan seketika bayangan mereka lenyap. Beberapa pria yang menunggu giliran menjadi geram kenapa pria masuk tidak keluar dari sisi gelap jembatan.
"Hei... kenapa lama sekali apa jadi saking senangnya tidak berbagi....si*l....tahu gini maju dulu? " ucap seorang pria.
Tak lama pria itu berbicara yuki mulai bersenandung ria dan bernyanyi kecil.
__ADS_1
"Hmm... la... la....la....a... aku kesepian tiada menemukan diriku..... "
Semua pria terkejut bukan main dengan apa yang ia di hadapannya, apa yang terjadi di di sisi kegelapan.