
Tami melihat kelas dengan tatapan dingin, seketika orang di dalam kelas pun takut dan menghindari tatapan tami.
...****************...
Seketika kelas pun hening dan tami pun memapah luxi untuk duduk kembali, Tami mengambil sebuah permen di sakunya dan menyuapi luxi permen itu.
"Ayo makan permen ini luxi sakitnya akan hilang makan ya...? " ucap tami menyuapi luxi
Luxi memakan permen itu dengan masih terisak, Lian pun hanya geram melihat mereka dan akan membalas perkataan tami namun pak li datang membawa buku. Betapa terkejutnya pak li melihat luxi menangis seketika menjatuhkan buku yang ia bawa dan bergegas ke arah luxi.
"Lu... lux...luxi ada apa kenapa... apa kau terluka... beritahu aku apa yang sakit...?" ucap pak li khawatir
Saat tami itu akan menjelaskan pak li mengendong luxi dan pergi meninggalkan semuanya orang di kelas. Tami hanya melihat luxi dan pak dengan sayu seakan tatapan cemburu, Lian yang memperhatikan mempunyai ide jahat pada tami.
__ADS_1
"Wah... wah... lihatlah seorang teman mendapatkan pria idamannya dan temannya hanya melihat itu saja sungguh kasian dirinya... hahaha" ucap Lian
"Lian aku perhatikan mereka sepasang serasi ya? oh apa aku hanya saja yang melihat mereka ya ih... sungguh iri... " ucap balas lala pada Lian
"Tami aku tahu kau menyukai pak li tapi melihat mereka apa kau tidak sadar sikap nya... seorang teman kampung saja kau anggap harta tapi nyatanya di meninggalkan mu... aku sarankan jauhi luxi dan bergabung dengan kami... " ucap Lian berbisik pada tami
Tami hanya menunduk dan tidak tahu harus apa menjawab, seketika tami pun pergi meninggalkan Lian tanpa menjawabnya.
"Luxi kau anggap aku apa kau temanku, sahabatku namun kau selalu mendapatkan apa dulu yang paling indah... hiks... hiks... " gumam tami
...10 menit berlalu...
Tangisan tami mulai tenang dan tami pun segera membasuh mukanya karena sudah memerah dan bengkak akibat tangisannya, Tami pun beranjak pergi dan menuju kelasnya lagi namun dengan sosok yang berbeda.
__ADS_1
...Di dalam kelas yang ricuh itu pun terdengar dari luar tami pun memasuki kelas dan tami hanya memandang temannya dan duduk di tempatnya dan memainkan handphone nya. ...
Lian hanya melihat tatapan sinis terhadap tami mengapa sikap tami tenang tidak ada pergerakan darinya, tidak bisa melihat itu mulai mengetik pesan aneh pada telepon misterius itu. Lala yang melihat itu kebingungan dan menjadi takut terhadap lian. lala pun memberanikan untuk mengajak mengobrol pada lian.
"Eh... anu... lian kita ke mall yuk habis pulang ini sudah lama kita tidak ke mall...? " ucap lala mengajak
"Huh... mall ya ada di sana hanya barang branded saja tidak ada yang aku beli cuma tas yang sudah aku pesan jauh hari. " jawab lian enggan
"Ha... wow... tas apa lian kau sangat mengikuti trend ya tidak seperti ku... tunggu jangan bilang tas keluaran terbaru itu... aku sangat menginginkan nya tapi ya keuangan ku agak buruk ini gara-gara ayahku tidak kasik aku uang lagi... " ucap lala panjang lebar
"Cukup lala apa kau tidak bisa berhenti dulu kau sangat berisik oke... aku tidak peduli dengan keluarga mu atau keuangan mu aku mau tentang... oh dan tas yang kau maksud tadi itu memang benar aku sudah membelinya ada masalah kah? " sindir lian tegas
"Ah.. mhmm... tidak lian aku pergi dulu ya ke tempat duduk nanti jika ada sesuatu hubungi aku bye... bye lian... " canggung lala
__ADS_1
Lala meninggalkan lian yang masih fokus dengan handphone nya itu, ia pun duduk di kursinya dan memandang secarik kertas bertulis nominal yang tak terhitung...