
Mereka tidak menyadari seseorang mengumping pembicaraan mereka dikantor administrasi.....
Orang"he…he…he… menarik! kelihatannya akan tontonan seru!" (menyerengai)
Orang tersebut pergi mengikuti mereka dengan tatapan menarik di mata orang itu, Luxi dan Tami tidak menyadari di ikuti oleh orang tersebut hingga sampai di kantor kepala sekolah.
Luxi mengetuk pintu kantor "tok…tok…tok…permisi pak! "
Mendengar suara pintu itu mereka mendengar suara menjawab untuk "silangkan masuk" sosok kepala sekolah mereka tak seperti duga seperti berumur atau pria botak tapi pria muda sangat tampan.
kepala sekolah"iya kenapa kalian di sini?" (tanya)
Luxi"begini pak saya mau menyerahkan surat ini sekaligus membicarakan hal penting!" (menyerahkan)
Kepala sekolah"oh…surat apa itu dan silangkan duduk, oh… gimana dengan kamu ada keperluan apa?" (lirik)
Tami"Eh…saya tidak keperluan apa sih, saya hanya menemani teman saya bertemu dengan bapak!" (gugup)
Kepala sekolah"Oh begitu kalau tidak ada keperluan silangkan pergi dan menunggu giliran kamu ya! " (senyum sinis)
__ADS_1
Mendengar hal itu tami bergegas pergi meninggalkan luxi dan kepala sekolah itu dengan batin gugup itu.
Tami"Sebel deh kenapa harus pergi aku kan juga mau dengar apa yang dikatakan Luxi dan lagi kenapa galak amat tuh kepala sekolah, hmmm…ganteng sih mukanya ah biarin sudah aku nunggu luxi dulu deh gak apa -apa tami tenang huft…" (batin)
***
Kepala sekolah itu membaca surat yang diberikan luxi dengan tatapan sinis itu tapi ia mencoba menduga - duga apa yang harus dia tanya.
Kepala sekolah"Hmm……perkenalkan terlebih dahulu nama saya seojun li saya kepala sekolah baru di sini dan saya sudah membaca surat kamu, saya suka dengan kamu Luxi yang tertera di sini." (senyum)
Luxi"Terimakasih pak li saya merasa tersajung dengan ucapan bapak." (tersipu)
Pak li"Tidak apa - apa hal apa kamu bicarakan dengan saya?" (tanya)
Luxi menyerahkan surat itu dan pergi dengan membungkuk hormat sesekali ia melirik pak li dengan tersipu malu.
***
Pak li melihat itu ia pun tersenyum dengan maksud tertentu.
__ADS_1
Pak li"hmmm..... menarik gadis itu haruslah sesuai yang aku pikirkan jika tidak akan menjadi tidak seru, hi...hi... akan menarik jika aku menambahi sesuatu menarik!" (menyerengai)
***
Luxi"ah...menyebalkan pak li itu kenapa harus berlagak seperti tidak percaya sih? mau gimana lagi ayah juga yang memintaku seperti itu ah... sudahlah semangat!" (batinnya)
Luxi yang bingung sambil melamun itu berjalan tanpa sadar melewati tami sedari memperhatikan luxi yang melamin.
Tami"ini anak kenapa kok aku dicuekin biasanya tidak begini kalau aku tanya mesti jawabnya tidak apa - apa huft.... ayo kejar dia jangan dia melamun tamu! " (batinnya)
Tap...tap....tap bunyi kejaran sambil ingin mengejutkan
Tami"LU...XI....." (merangkul)
Luxi"AHHH.....ih....kamu ini ya kebiasaan seperti tidak pernah lihat aku senang dikit aja sebel. " (cemberut)
Tami"he...he...he aduh maaf habis aku lihat kamu seperti tidak biasanya sih jadi aku kepikiran iseng, maaf ya." (memohon)
Luxi" Hmmm.. iya aku maafin seperti biasa ya traktir dan kita duduk sebangku seperti biasa!" (senyum)
__ADS_1
Tami"Eh...iya aku tidak bisa menolak sahabatku ini ya udh kita ke kelas jika tidak bahaya ini"
Mereka bergegas menuju kelas yang dituju dengan tanpa sadar mereka masih diikuti sosok misterius itu.....