Kamar 1130

Kamar 1130
Episode 18


__ADS_3

Lian pun bergegas pergi ke kelasnya nampak kesal Lian melihat luxi tertawa bahagia dengan teman sekelas...


......................


Lian pun nampak raut wajah masamnya duduk dengan sikap sombongnya dan menyindir luxi.


"Wah ada yang lagi PDKT ini... Upss ini rahasia nanti bukan rahasia bener gak guys" sindir lian


"Bener lian habis PDKT dengan seseorang sekarang mau semuanya ganjen banget apa dia gatal kali ya... Upss... sorry ketahuan deh... "ucap lala.


Tami hanya melirik lian dan temannya, ia pun membalas perkataannya.


" Waduh... ada yang merasa panas ya, iri iya ada yang lebih cantik jadi menghasut orang... ih.... kasian... " sindir tami.


"HEI... KAU... apa maksudmu apa aku ada salah darimu... " ucap lian


" Wow... tidak tuh tapi karena ucapanmu itu membuat orang terluka apa kau cantik sekali di kelas atau di dunia... tidak kan... " balas tami


"Huh... aku kira kita sudah jadi sahabat tami... apa kau mau berteman dengan wanita itu sungguh tidak berkelas... " ucap lian


Tami hanya diam dan memegang tangan luxi agar tidak bersedih. Luxi hanya bisa diam mendengar mereka menghina karena status keluarga mereka tidak sebanding temannya, ia pun geram mendengar luxi dan tami bertengkar pun pergi...

__ADS_1


"LUXI... kau mau kemana kelas akan di mulai, ah dasar kau wanita gila hanya bisa iri awas kau akan membalasmu... " ancam tami


...****************...


Luxi menangis dalam diam di sudut belakang halaman sekolah, ia bertanya kenapa hidupnya bisa seperti ini.


"kenapa.... kenapa... semua benci diriku apa aku bersalah karena aku ada di sini... kenapa ayah bersikeras aku di sini... semua karena benda itu.... " Ucap dalam fikiran Luxi


Tiba-tiba datang seorang memeluk luxi dengan lembut dan berkata.


"Tidak apa-apa semua akan baik-baik saja kau bisa menangis sepuasnya, kita akan bersama benar kan?... hmmm. "


Luxi yang berasa nyaman seketika tersadar dan mendorong orang itu hingga jatuh.


"BRUK"


Luxi pun tersadar bahwa yang memeluknya itu pak li guru dan kepala sekolahnya, ia pun bergegas menuju pak li.


"Maaf bapak apa...apa ada yg terluka... apa saya perlu bawa ke UKS dulu... bagaimana ini maaf ya pak... " khawatir luxi


Pak li hanya tertawa senang dan menepuk kepala luxi dengan penuh perasaan, Luxi yang terpana seketika karena wajah pak li yang tertawa tampan.

__ADS_1


"Ptfff... apa sudah lihat saya tampan tidak sampai lihat saya begitu... " goda pak li


"Ah... bapak tidak saya cuma memeriksa saya.. sih... " jawab gugup luxi


"Ah... dasar jika kau bilang aku tampan, aku tidak sakit lagi... kayaknya perlu di bawa ke rumah sakit ini... " ucap pak li


"Ah.... pak iya Pak li tampan dan ganteng sampai saya terpana... ups... " jawab luxi malu


"Eh... ternyata kau suka bapak iya...aku senang mendengarnya... terimakasih... " ucap pak li tersenyum


Luxi yang tersadar karena jantung berdegup dengan kencang lari karena malu menuju kelasnya.


"Ah... "


"Hei... apa kau meninggalkan ku luxi ini perlu di bantu lho... " teriak pak li


Luxi lari tanpa mendengarnya karena malunya mendengar pak li berkata itu dengan meninggalkan pak li sendirian.


"Hahaha.... kau lucu sekali sayangku... kau masih sama persis saat kita bertemu... ah.. sayang sekali andai aku bisa mencium sedikit saja akan membuat aku untung. " gumam dalam hati pak li


...----------------...

__ADS_1


Di balik jendela halaman Tami mendengar itu kaget dan marah dalam hati kenapa luxi selalu beruntung mendapatkan kasih sayang dari semua orang tidak dirinya....


__ADS_2