
Luxi segera pergi dan menuju kamarnya dan menarik lian yang sedih ke kamarnya....
***
Teriakan dari kamar orang tuanya sampai terdengar luxi sendari mengunci pintu memeluk Lian menutup telinganya, tidak ingin Lian mendengarnya.
***
"Pukul jam 00:01 malam"
Luxi dan Lian yang tertidur karena tidak kuat mendengar orang tuanya. Lian yang membuka matanya dan melihat sekeliling kakaknya memeluknya, Lian pun bangkit dan melihat wajah kakaknya dalam diam dengan lama dan pergi meninggalkan surat kecil seperti biasa bahwa dia kembali di kamarnya.
Lian memasuki kamarnya dengan cepat menutup kamarnya, kamar yang gelap seperti biasa tapi kamar Lian berbeda sosok rupa buruk di mana - mana di kamar lian menempatin kamarnya, Lian yang biasa akan itu hanya menutup mata dan berjalan menuju tempat tidur dan ingin tidur akan Lian terlelap telinga Lian mendengar bisikan orang itu.
..."Lian mainlah denganku aku bosan di sini yuki bosan lihat aku mendapatkan teman baru kamu pasti suka kan..."...
__ADS_1
...Bisikan itu semakin keras mengajaknya bermain pada malam hari....
..."Hei...Lian kamu mengabaikanku? Lihat ini benda kesukaanmu, kamu harus melihatnya! kamu akan senang lagi...apa kamu tidak suka aku dan suka kakakmu itu? "...
Lian terus mengabaikannya sosok itu dan menarik selimutnya, sosok itu mulai memajat pelan di kasur lian.
..."Hei... kamu tidur lagi ya di sini banyak makan enak lagi, kamu suka itu kan...pikirkan tentang itu aku adalah keluargamu, biarkan aku masuk lihat aku Lian... n..."...
Lian dari tadi gemetar bisikan itu mengabaikannya, sosok itu terus mengusik Lian meminta meminjam raganya. Tanpa sadar Lian berbalik menghadap sosok itu karna terlalu lama di tempat tidurnya. Sosok itu tiba - tiba tidak ada di tempatnya melainkan sosok lainnya dengan cepat lian bangun dan duduk tempat tidurnya dan menutup matanya.
..."hehehe lian kamu mencariku bukan lihat aku habis makan, kamu mau ini mata yang jelek seperti ayahmu kamu akan menghancurkannya kan ini kasik kamu hehehe.. "...
sosok itu berbicara dan melemparkan mata sosok lain, dari dalam bayangan mata Lian dengan jelas Yuki memakan sesamanya dengan brutal.
Lian yang terpaku diam beberapa saat ia di kejutkan dengan pisau berdarah yang masih baru, dengan ragu bercampur takut mencoba meraih pisau itu. Lian yang yang mengamati pisau itu berlumuran darah melempar pisau itu dengan takut.
__ADS_1
"Ah... pisau itu jangan kembali jangan....itu baru ya atau bukan...." gumam lian
..."Lian barangnya sudah aku temukan cantikan warnanya? dan sekarang aku agak kenyang baru makan tapi bisakah aku masuk ini sudah waktunya jika kamu tidak, kamu tahu apa akibatnya hehehe... "...
suara bisikan itu terus terdengar, lian yang mulai agak kacau memandang ke atas kepalanya melihat sosok yuki yang tengah makan terus sesekali melirik tajam ke arah lian,Lian yang mulai lelah dan berbicara pada yuki yang tengah makan.
"Hei... yuki bisakah kau pergi dan bawa temanmu itu segera aku mulai tidak waras melihat tingkahmu" ucap lian
..."Eh.... lian kamu sudah berbicara ya aku kira kamu lapar atau mencoba memikirkan rencana baru seperti dulu? Hmmm kenapa mata jelek itu tidak seperti biasa ya haruskah aku turun atau tidak? Lian ini sudah waktunya berikan syaratmu dan aku masuk seperti biasanya hehehe... " jawab bisikan yuki...
"Syaratku jangan nganggu keluarga ini dan lakukan di kota ini bisa di hutan jangan sampai kotor dan yang lain kamu tahu kan...?" ucap lian dengan enggan
..."Hmmm.... di luar lagi ya tidak asyik ya sudah aku turun dan bisa ke hutan? kamu mau menangkap apa biar aku tahu kamu suka apa lian... " jawab yuki mengajak ...
" Bruk... "
__ADS_1
Yuki yang sebari dari atas turun dan kini mereka saling beradu pandangan, sosok yang selalu tinggal di kamar lian dari kecil kini menampakan wujudnya lagi....