Kamar 1130

Kamar 1130
Episode 7


__ADS_3

Lian yang tidak tahu dari awal guru baru itu dan baru sadar guru baru itu adalah kepala sekolah ia hanya diam membeku ketakutan, lian hanya melirik ke teman - temannya hanya mengalihkan pandangan saja dan ia mengatakan....


Lian "Ma.. maafkan saya pak! saya terlalu ceroboh, apa saya boleh pindah tempat duduk yang saya inginkan...dan jangan menyuruh saya ke ruang itu pak..! (menuduk)


Dalam permohonan maaf lian ia dalam hati mengumpat teman kelasnya yang tidak becus.


"SIAL KENAPA HARUS PAK LI MELIHAT TAMPANG BURUK INI DIA ITU PENYOKONG DANA SEKOLAH ELIT INI BAHKAN SAMPAI AKU SELIDIKI TIDAK KETEMU, SIAL TEMAN TIDAK BERGUNA, PIKIRKAN CARANYA LIAN KAMU HARUS BISA... " (batinya)


Lian terus berpikir dalam hatinya, ia mendengar pak li bicara memaafkan lian atas kecerobohannya itu. Lian pun menyudahi permohonan maafnya dan ia terkejut di bajunya terdapat noda merah pekat dan mengalir turun menempel di bajunya dan ia berusaha menarik baju noda itu.


Lian"ASTAGA...pak li anda kenapa? apa bapak terluka?"(akting khawatir)

__ADS_1


Pak li yang mendengar itu kaget sontak menghempas tangan lian seakan jijik, segera ia menutupi noda dengan tangan sadar akan tindakannya pak li tersenyum lembut dan mengatakan.


Pak li "Oh noda ini mungkin darah saat bapak jatuh saat naik podium tadi tanpa sadar sudah mengalir, dan terimakasih lian oh iya kalian semua belajar sendiri dulu saya mau ke uks"(tersenyum lembut)


Lian mendengar ucapan pak li dan sambil tersenyum lembut terpesona akan ketampan pak li segera ia merubah kata menjadi manis dan ia ingin mendapatkan pak li segera.


Lian"Bapak saya antar ke uks jadi biar saya tenang...maksud saya teman - teman jadi khawatir biar saya antar pak"(akting senyum)


Pak li yang sekilas mendengar lian ia melirik Luxi yang tampak khawatir ingin melihat luka itu menjadi tersenyum sinis, pak li menghiraukan lian berbicara dan menghampiri luxi....


Luxi terpesona ramah ia dapatkan dan ia menuduk dengan tertutup rambut yang panjang dalam tertutupnya rambutnya rona pipi muncul dan senyum bahagia muncul. Pak li melihat itu hanya pasrah dan ia mengakat tangannya dan mengelus kepala luxi.

__ADS_1


"srek..."


Lian yang melihat pak li ramah dengan luxi tidak terima mata luxi tertuju cemburu membara, Dalam batin ia mengumpat dengan tajam


"KURANG AJAR KENAPA HARUS PEREMPUAN MISKIN ITU KENAPA HARUS TERSENYUM RAMAH SEPERTI ITU AKU TIDAK BISA TERIMA LAKUKAN SESUATU LIAN BUAT DIA MENDERITA." (batinnya)


Cukup mengelus kepala luxi pak li segera keluar kelas tanpa melihat murid lainya dorongan pintu terdengar "Drek..." sambil melangkah menuju ke uks ia bergumam pelan akan kejadian tadi.


"Apa yang harus aku lakukan jika tidak ada orang yang melihat kita akankah aku membawa kau ke tempat favorit kita Sayang. Hah... sayang sekali kita tunda ha...ha...ha... aku akan menampilkan hadiah yang kamu suka dan kamu tunggu baru aku dapatkan, aku sangat ingin lihat kau menampilkan wajah itu... heh... heh.. " (gumam)


sambil berjalan pak li sadar akan tangannya yang barusan ia pegang luxi mencium harum tangannya terdapat aroma ia inginkan, tatapan tajam terlihat di wajahnya.

__ADS_1


Pak li "huf... aroma dirimu masih saja ada aku akan merindukan ini He...he..." (gumam)


setelah puas mencium aroma itu ia sadar sudah sampai di depan ruang UKS ia nampak senang melihat dalan UKS itu terdapat sosok ia inginkan....


__ADS_2