Kamar 1130

Kamar 1130
Episode 12


__ADS_3

Luxi yang tidak canggung lagi berbicara dengan antusias hingga Lian berhenti dan lian tersenyum kegirangan seram.....


***


Malam harinya keluarga Chen makan bersama dengan rasa canggung. Karena Tuan chen membawa wanita penghibur lainnya di meja makan yang seharusnya untuk Nyonya Chen menjadi wanita penghibur.


"Ayah Lian dapatkan nilai tinggi lagi bisakah ayah memindahkanku ke sekolah dekat dengan rumah sangat lelah berjalan seharian..." ucap Lian


Tuan hanya diam saja sambil memakan makannya dengan tak acuh. Wanita penghibur hanya tersenyum sinis pada keluarga ini.


"Tuan Lian berbicara pada tuan untuk memindahkannya bisakah tuan pindahkan saja... " Ejeknya.


Tuan chen seketika berhenti dan meletakkan makanannya dengan tatapan tajam pada lian.


"Lian kurang apa ayah harus memindahkanmu ayah sudah kurang uang untuk sekolah kakakmu jangan menjadi manja, contoh kakakmu itu dia hanya diam dan kamu harus berterimakasih pada ibu barumu ini berbicara tidak seperti ibu tuamu itu..." jawabnya.


Lian hanya menundukkan kepala dengan sedih dan pergi dengan marah. Luxi yang hanya bisa diam saja takut pada ayahnya ancaman pada tahun lalu, Nyonya chen marah dalam hati yang di pedam tersenyum saja.


"Luxi anak kesayangan keluarga harus menurut pada ayahnya jadi jangan ceroboh apa di sekitar...." ucap menahan marah.


Tuan chen yang terlaihkan berbicara pada luxi mengenai sekolahnya.

__ADS_1


"Luxi bagaimana kamu di sekolah baru itu apa kamu sudah memberikan surat yang diberikan ayah dan tidak membuka surat itu sampai sekarang?..." tanyanya


"Ayah aku sudah memberikan pada kepala sekolah bernama pak li sekaligus dia menjadi wali kelas untuk sementara ayah... "jawab luxi


"Hmmm.... bagus ayah bangga padamu jangan melewati batasan ayah seperti adikmu mengerti...! "


"Baik ayah, ayah sekolah memberikan surat pada Orang tua untuk mengizinkan tinggal asrama sekolah apa harus pergi luxi ayah..? " tanya luxi


"jelas kamu harus pergi taati perintah pak li itu segera bawa surat itu untuk ayah tanda tangan dan tanya pada pak li kapan bisa pindah segera ayah akan tanya kamu besok.. " tanya tegas


"Baik ayah luxi akan lakukan.. "jawab tegas luxi


"Suamiku bisakah kamu menemaniku tidur seperti dulu dan untuk wanita ini bisakah jauhkan dulu aku mohon..."ucapnya.


Tuan chen membanting sumpit makannya itu dengan keras.


"BRAK"


"KAMU....tiap hari berbicara seperti itu aku muak mendengarnya Ana aja diam mengerti keluarga ini atas dasar apa kamu tidur denganku lagi rawat dirimu saja tidak becus, Ana kamu tunggu aku di kamar kita, kita akan memperlihatkan apa harus dia lihat, tunjukan padaku selama bertahun - tahun ini... kesini kamu wanita tua..." (marah besar)


luxi tidak menunduk kepala diam melihat kasar ayah dengan menahan ketakutan dan tangisan luxi melanjutkan makan, bunyi tamparan ayah di ruang tamu terdengar.

__ADS_1


"PLAK... PLAK... "


"kamu di kasih hati malah begini, aku bunuh saja kamu wanita tua Ana adalah wanita yang aku cintai, jika dulu aku tidak buta menikah denganmu akan ceraikan kamu hukum di keluarga ini menjebakku harta ini akan kembali padamu dasar sial... sini kamu" (marah)


"Hiks....ampun suamiku... ampun sakit....hiks" (tangisan )


Tuan yang masih belum reda mengambil sabuk pinggang dan memukul dengan keras.


"PLAK... PLAK... "


Luxi yang ingin membela ibunya tidak bisa karena ana mengalihkan pandangannya.


"Luxi panggil saya sekarang ibu ana ya kamu mau adik seperti apa jadi jangan pedulikan ibu tua ya... "


luxi hanya menundukkan kepala dan menganggyk kepala. Tuan chen yang mulai agak stabil menarik rambut Nyonya Chen dengan keras ke kamarnya.


"argh....Hiks...sakit suamiku rambutku lepaskan sakit.... hiks....ampun..."


"Ana masuk kamar sekarang lakukan hukuman seperti biasa pada wanita tua sekarang dan kamu luxi urus lian jangan mengganggu ayah jika tidak seperti wanita tua pakai musik dengan keras ayah tidak melarang ingat itu.. "


Luxi segera pergi dan menuju kamarnya dan menarik lian yang sedih ke kamarnya....

__ADS_1


__ADS_2