
Di balik jendela halaman Tami mendengar itu kaget dan marah dalam hati kenapa luxi selalu beruntung mendapatkan kasih sayang dari semua orang tidak dirinya....
...----------------...
Tami terduduk tanpa suara kemudian dia pergi menemui pak li sembari pak li menatap luxi dengan intens.
"Pak li apa kau tidak mengingat umur yang terpaut jauh... seharusnya pak li mencari yang sesuai? " sindir tami
"Eh.... ternyata sahabat yang baik iya kau anak baik kenapa kau masih di sini bapak akan ke sana untuk mengajar tami... " jawab pak li
"anak baik kata bapak... aku peringatkan luxi anak polos jangan kau goda dia bapak, bapak kira bapak tampan bisa seenaknya... " marah tami
"Eh... oh... tampan ya apa saya tampan... hihihi... " goda pak li
"Ah... apa... ap... apa maksud bapak aku tidak mengatakannya kalau bapak tampan... sudahlah saya ingin mengatakan jauhi luxi... dia wanita baik-baik... " tegur tami
__ADS_1
"Kamu ini masih remaja sudah memikirkan itu sudah sana ke kelas bapak akan menyusul nanti, apa kau mau bersama bapak masuk kelas bersama... " balas goda pak li
Tami mendengar itu terkejut dan berdegup kencang seketika dia berlari meninggalkan pak li sendiri.
"Ah.. dasar anak remaja... aku tidak minat denganmu yang aku mau itu luxi karena sudah begini kenapa tidak melaksanakannya... hihihi... " gumam pak li
...----------------...
Di kelas pun ramai saat luxi datang sendirian. Lian pun menyindir luxi dengan keras.
"hahahaha.... benar itu coba lihat pakaian dia... tidak mungkin beli dari keluarga nya kan mungkin dari tami... aduh kasian ya tami dapat mulung sampah orang... hahaha... " balas ejek Lala.
Luxi hanya diam menundukkan kepala segera duduk di mejanya, saat akan duduk kursi Luxi di tarik seketika itu pun Luxi terjatuh, melihat itu teman sekelasnya tertawa dengan keras.
"AH... " teriak luxi terjatuh.
__ADS_1
"Hei... lihat dia kok bisa jatuh apa kepalanya bodo ya... hahahaha.... kok ada wanita begitu... dasar pengoda.... " sindir salah satu teman luxi
Luxi mendengar ejekkan temannya itu menahan tangis hingga matanya memerah, Luxi pun membetulkan kursinya itu dan menundukkan kepalanya di meja hingga dia menangis dengan suara kecil. Tami yang tidak tahu keadaan luxi di kelas berjalan di lorong kelas dan memikirkan perkataan pak li yang mengoda nya.
"Dasar Pak li itu kenapa bilang dia tampan... t.. ta.. tapi emang ganteng sih masih muda lagi... ah... dasar... sadarlah dia itu gurumu dan kau muridnya... sadarlah tami... " gumam tami.
Tami pun seketika ingat dia harus ke kelasnya dan bukan untuk memikirkan pak li, tami pun berlari kecil hingga dia sampai, betapa terkejutnya tami melihat luxi menangis di mejanya, ia pun segera ke meja luxi untuk menanyakan apa yang terjadi.
"LUXI... ada apa kenapa kau menangis ada apa... apa kau terluka... di mana yang luka... jawab aku... atau ada yang jahat padamu katakan padaku... " ucap khawatir tami
Luxi mendengar ucapan tami pun menangis dengan keras dan menjelaskan dengan suara tangis masih ada.
"Huwaaaa.... ta... ta... tamiii.... dari... mana kau di sini jahat... ta... tami apa aku wanita yang mereka pikirkan... hiks... da... dan mereka menarik kursi ku... hiks... tami... huwaaaa... " jawab luxi menjelaskan pada tami dengan tangisan.
Tami melihat kelas dengan tatapan dingin, seketika orang di dalam kelas pun takut dan menghindari tatapan tami.
__ADS_1