
Tuan chen membuka gorden kamar lian agar terang dan mengambil cermin dan melemparkan ke arah lain dengan marah betapa terkejut lian dengan apa yang terjadi kotor dan tidak karuan muka lian...
"AHH.... " (teriak lian)
Tuan chen dengan muka marah melihat ke arah lian yang berantakan dan penuh bekas darah.
"APAAN... KAMU KENAPA KAMU JADI WANITA TIDAK TAHU DIRI LIHAT DIRIMU ITU KACAU, DARIMANA KAMU HAH ANAK SI*LAN..." (Marah Tuan Chen)
Lian yang menatap tubuh dan mukanya merasa takut tapi lian tidak ingat apa yang dia lakukan semalam.
"Ayah.... lian tidak tahu ini apa dan apa yang terjadi? lian tidak ingat apa yang terjadi yang lian ingat lian tidur... " (jawab lian)
"Kamu bilang tidak ingat hanya ingat tidur terus apa ini hah, berantakan dan noda amis apa itu dari mana kamu jawab ayah sekarang jika tidak ayah hukum kamu... "
Lian hanya diam menunduk diam tanpa suara yang hanya suara tangisan kecil, seketika ayahnya berhenti dan meninggalkan Lian bersama Luxi.
"Lian...apa yang terjadi kenapa kamu bisa seperti ini, kamu bisa cerita apa aja di kakak Lian...?" tanya Luxi
__ADS_1
Lian hanya dia terpaku dan menarik Luxi keluar dari kamarnya.
"Brak" bunyi pintu
Lian menangis diam di balik pintu dan menatap dirinya itu di kaca.
Yuki tersenyum puas di bayangan kaca Lian dengan memeluk bayangan lian, seketika lian berbisik.
"R...r... ra...sa... rasanya segar dan manis Lian apa tidak menyadari kalau d*rah itu masuk ke tubuhmu hehehe... "
"Ah....pergi lagi padahal dia sendiri yang minta tapi ini akan menjadi petaka bagi orang.... hehehe..."
Yuki menghilang di bayang kaca dengan suara berbisik yang terdengar.
***
Luxi yang khawatir dengan lian tidak bisa melakukan apa - apa, hanya memedam rasa khawatir. Luxi dengan rasa bersalah di hati pergi ke sekolah dengan bekal pagi dan siang karena ia tidak ingin makan di rumah, tami yang menunggu luxi di tempat biasa untuk berangkat bersama.
__ADS_1
"Luxi.... ayo kita berangkat ke sekolah, hari ini pelajar apa ya, aku bosan di kelas setiap hari mereka mengajakku keluar... " sapa tami
"Tami kamu kebiasaan ya dari dulu pelajaran tidak suka tapi kamu sukanya diam di rumah seharian... kalau mereka mengajakmu pergi kamu bisa menolak jika tidak ingin bukan..?" jawab luxi
"Kesal tahu sudah aku tolak beberapa kali tetap saja bilang mau mengajak keluar bersama, mereka itu bukan niat berteman tapi cuma akal jahat saja... " ucap tami
"kalau begitu mereka jahat aku juga jahat ya, tidak terduga ya tami... " ledek luxi
"eh... sembarangan kamu berbeda dari mereka jelas punya niat tapi di tutupin Hmmm... " jawab tami
Mereka mengobrol dengan riang sambil menuju ke sekolah, hingga mereka sampai di sekolah dan menuju ganti sepatu sekolah. Tami dan luxi pergi kelas mereka hendak menyatap sarapan mereka yang di bawah dari rumah, di sisi lain lala teman xia menatap sinis mereka.
...****************...
...lala"mereka kenapa sih lengket banget jadi aku tidak bisa bicara pada tami masalah keluargaku, jika saja xia sedikit baik keluargaku tidak sampai menyuruhku mengajaknya begini... " (gumam) ...
Lala yang geram menjadi enggan dan ia tanpa sadar melihat pak li dari kejauhan menatap dalam pada luxi...
__ADS_1