Kamar 1130

Kamar 1130
Episode 11


__ADS_3

jun hanya tertunduk ia tidak mau membicarakan apa yang ia dengar sebab suara itu masih ia dengar dengan jelas di telinganya.....


jun bangkit dari tempat itu dan pergi meninggalkan UKS sedangkan xin bingung kenapa jun pergi tiba - tiba tanpa membawa surat izinnya dengan sabar ia menunggu guru uks membersihkan perban itu. Raut wajah guru UKS nampak pucat ia melihat banyak sekali noda darah di mana - mana seperti terluka, setelah selesai merapikannya guru uks dengan cepat memberikan xin surat izin dan mendorong xin untuk keluar, xin yang aneh tingkah guru langsung acuh tak acuh ia bergegas pergi mengahampiri jun.


****


"aku harus pergi... pergi....bereskan cepat...."


guru uks yang sibuk membereskan barangnya dengan tergesa - gesa, dengan cepat lari dengan membawa barangnya saat akan sampai di pintu dorongan pintu terbuka seseorang menutup pintu pun terdengar dan seketika seisi ruangan lainnya hening.


***


Luxi yang tidak enak hati dalam perjalanan menuju kelas. Luxi tanpa pikir panjang segera pergi menemui senior jun, saat akan berbalik senior jun tak jauh dari hadapannya. Luxi menghampiri senior jun yang jalan sendiri.


"Senior kenapa tidak di UKS seharusnya senior istirahat dan maafkan saya membuat senior jadi seperti ini. " tanya luxi


Jun hanya diam dan melewati luxi yang berbicara sendiri, jun tidak menoleh ke belakang untuk melihat luxi yang khawatir. Tami yang sendari bersandar di koridor hanya diam sampai ia melirik tajam ke arah senior jun, tami segera membawa luxi ke kelas dan berbicara.


"Hadeh....kamu kenapa sih cuma senior aja kamu berlagak lembut lagi sudah dia tidak apa - apa kan ada sekolah elit ini" ucap tami

__ADS_1


Luxi hanya diam tami berbicara sendiri, dalam lamunannya luxi.


"kenapa senior mengabaikanku tadi seharusnya tidak begini kalau saja aku mengantarnya dan menemani senior dan meminta maaf dengan benar..."


"huft... " hela napas luxi


tami hanya melihat hela napas luxi dan pergi ke kursinya sendiri membiarkan luxi dengan lamunannya.


*bel menandakan jam pulang*


Pak Wu guru sastra mengajar dengan serius berbicara mengenai sejarah sekolah ini.


Pak wu segera membereskan barangnya sambil pamit dan pergi meninggalkan kelas, tiba - tiba pak li datang dan menutup pintu.


"Anak - anak ada pemberitahuan penting dan hadiah menarik juga untuk sekolah buat kalian semua. "ucpa pak li


Seisi kelas menjadi bingung kenapa pak berbicara akan ada hadiah di hari sekolah.


pak li mulai menjelaskan apa maksud perbincangannya.

__ADS_1


"....kalian semua akan tinggal di asrama elit dalam waktu 1 minggu lagi, sekolah asrama untuk pembelajaran penting dan ini surat izin kalian jika orang tua kalian setuju akan ada pembagian asrama jika orang tua kalian tidak setuju tidak apa - apa sekolah tidak memaksa... "


Pak li berbicara panjang lebar membagikan kertas fomulir dan pergi.


***


Luxi dan tami berjalan di gang rumah saat akan berbicara mengenai sekolah adik luxi berdiri tak jauh dari hadapannya. Tami melihat adik luxi segera pergi menuju gang rumahnya.


"Lian...kenapa kamu di sini apa menunggu kakak pulang... " tanya luxi


adiknya hanya diam dan berbalik pergi ke rumahnya saat akan melangkah.


"Lux...apa kamu akan meninggalkanku jika kamu sekolah elit itu... " ucap Lian


Luxi dengan canggung menghampiri dan berbicara


"Lian kamu adalah adikku aku tidak akan meninggalkan kamu dan mama kalian yang terpenting... " jawabnya


Luxi yang tidak canggung lagi berbicara dengan antusias hingga Lian berhenti dan lian tersenyum kegirangan seram.....

__ADS_1


__ADS_2